Kimia

Asetilkolin: Pengertian – Fungsi dan Cara Kerja

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Tubuh memiliki beragam jenis neurotransmitter, senyawa kimia yang berperan dalam penyampaian sinyal antarsel. Beberapa yang terkenal yakni dopamin dan serotonin.

Namun, di antara semua neurotransmitter, senyawa yang pertama ditemukan bernama asetilkolin. Sudah pernah mendengar tentang senyawa ini sebelumnya?

Pengertian Asetilkolin

Asetilkolin adalah neurotransmiter yang akan menstimulasi otot sehingga berkontraksi untuk menyampaikan sinyal dari satu sel ke sel lainnya. Nama “asetilkolin” diambil dari struktur kimianya, yakni asam asetat (acetic acid) dan kolin.

Asetilkolin memiliki sejumlah fungsi di sistem saraf pusat, dan dianggap penting dalam proses menangkap perhatian, memori, dan berbagai proses lainnya.

Fungsi Asetilkolin

Secara umum, fungsi asetilkolin yakni berperan dalam fungsi otot serta kinerja otak, meliputi:

1. Berperan dalam kinerja otot

Asetilkolin memainkan peran vital dalam sistem saraf somatik dan bekerja untuk mengaktifkan otot. Asetilkolin juga berperan dalam pelebaran pembuluh darah, meningkatkan sekresi tubuh, dan menurunkan detak jantung.

Seperti yang disampaikan di atas, asetilkolin ditemukan di semua sel saraf tubuh. Pergerakan otot tubuh pun melibatkan peran dari asetilkolin, mulai dari pergerakan lambung, pergerakan jantung, hingga kedipan mata.

2. Berperan dalam fungsi otak

Asetilkolin berperan berbagai area di kinerja sistem saraf pusat. Misalnya, motivasi diri, gairah dalam beraktivitas, perhatian, daya nalar, dan daya ingat. Asetilkolin pun terlibat dalam mendorong terjadinya tidur REM (tidur yang ditandai dengan gerakan cepat dan acak dari mata).

Cara Kerja Asetilkolin

Di otak mamalia, informasi antara neuron ditransmisikan melalui bahan kimia yang disebut neurotransmitter. Zat ini dilepaskan dalam sinapsis sebagai respons terhadap stimulus tertentu dan ketika dilepaskan ia mentransmisikan informasi tertentu ke neuron berikutnya.

Neurotransmitter yang mengeluarkan bertindak di situs reseptor khusus dan sangat selektif, sehingga, karena ada berbagai jenis neurotransmiter, masing-masing bertindak dalam sistem tertentu.

Neuron kolinergik akan dapat menghasilkan asetilkolin (tetapi bukan neurotransmiter jenis lain), demikian pula, neuron ini dapat menghasilkan reseptor spesifik untuk asetilkolin tetapi tidak untuk neurotransmiter jenis lain.

Pertukaran informasi yang dilakukan oleh asetilkolin dilakukan dalam neuron dan sistem spesifik dan disebut kolinergik.

Agar asetilkolin bekerja, diperlukan neuron pengirim yang menghasilkan zat ini dan neuron penerima yang menghasilkan reseptor kolinergik yang mampu mengangkut asetilkolin ketika dilepaskan dari neuron pertama.