Bahasa Daerah

10 Bahasa Daerah di Pulau Sulawesi

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Indonesia memang memiliki ragam bahasa, namun bagaimana jika terdapat berbagai bahasa daerah dalam satu wilayah saja. Hal ini umum terjadi pada salah satu daerah di Indonesia, tepatnya di Provinsi Sulawesi yang apabila di total dalam satu wilayah terdapat 14 bahasa daerah yang berbeda-beda. Bahasa daerah Sulawesi yang saat ini masih dituturkan oleh masyarakat sekitar di samping dari penggunaan bahasa Indonesia.

Ada beragam bahasa daerah di Sulawesi yang biasanya digunakan oleh setiap suku-suku bangsa setempat yang berasal dari berbagai daerah yang berbeda. Bahasa daerah ini menjadi lambang kebanggaaan, sekaligus sebagai identitas kedaerahan yang menjadi warisan dari nenek moyang di suatu daerah.

Pulau Sulawesi menjadi salah satu wilayah yang terdapat banyak bahasa yang dituturkan oleh berbagai macam suku bangsa yang bermukim di pulau Sulawesi serta pulau-pulau kecil di sekitarnya. Pulau Sulawesi menjadi salah satu pulau yang terletak di bagian tengah Indonesia dan merupakan pulau terbesar keempat di Indonesia dan terbesar kesebelas di dunia. Pulau yang juga dikenal sebagai Celebes ini memiliki luas 174.600 km² dengan jumlah penduduknya di pulau Sulawesi mencapai 19,9 juta jiwa yang terdiri dari enam provinsi.

Bahasa Daerah di Pulau Sulawesi

  • Bahasa Bajo

Bahasa Bajo ini merupakan bahasa daerah setempat yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Sulawesi Tenggara, tepatnya pada Desa Terapung dan masyarakat Desa Santri dengan hasil perhitungan yang menunjukkan bahwa Bajo merupakan salah satu bahasa dengan persentase sekitar 81-90% yang paling banyak digunakan dibandingkan dengan bahasa-bahasa daerah yang lain.

  • Bahasa Muna

Bahasa Muna merupakan bahasa yang seringkali digunakan oleh masyarakat di Pulau Muna dan pantai barat Pulau Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara dimana bahasa Muna memiliki lima dialek, antara lain dialek Wuna dengan tiga subdialek sendiri, yaitu Wuna, Bombonawulu, dan Mawangsaka, dialek Gu (Lakudo), dialek Katobengke, dialek Kadatua, dan dialek Siompu yang umum digunakan masyarakat sekitar. 

  • Bahasa Kulisusu

Bahasa Kulisusu memiliki empat dialek, yaitu dialek Kambowa, dialek Taloki, dialek Wawonii, dan dialek Ereke dimana bahasa yang satu ini biasanya paling banyak disebutkan di beberapa wilayah di Provinsi Sulawesi Tenggara. Apabila ditotal terdapat enam wilayah yang memakai bahasa Kulisusu yang digunakan masyarakat dalam berkomunikasi menjalankan aktivits sehari-hari.

  • Bahasa Lasalimu-Kamaru

Di Sulawesi Tenggara, bahasa Lasalimu-Kamaru sering diucapkan oleh masyarakat di Desa Lisalimum Kecamatan Lasalimu Selatan dan Kelurahan Kamru, Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton yang uniknya, bahasa Lasalimu-Kamaru hanya memiliki dua dialek saja, yakni dialek Lasalimu dan dialek Kamaru.

  • Bahasa Cia-cia

Mayoritas masyarakat yang berada di berbagai desa, seperti desa Lapandewa, Kecamatan Kulisusu Barat, Kabupaten Buton Utara; Desa Kancinaa, Kecamatan Pasarwajo,  dan Desa Kumbewaha, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton; Kelurahan Masiri, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan; Kelurahan Gonda Baru, Kecamatan Sarowolio, Kabupaten Kota Bau-Bau biasanya menggunakan bahasa Cia-cia dalam kesehariannya yang dalam setiap wilayah ini terdiri dari lima dialek bahasa Cia-cia.

  • Bahasa Sasak

Biasanya bahasa Sasak akan banyak digunakan oleh masyarakat Lombok, namun ternyata di daerah Sulawesi Tenggara juga terdapat beberapa kabupaten daerah transmigran dengan masyarakat yang menggunakan bahasa tersebut. Bahasa sasak mulai digunakan dari Kabupaten Buton, Kabupaten Konawe, Kabupaten Muna, Kabupaten Konawe Selatan, dan Kabupaten Kolaka.

  • Bahasa Tolaki

Berdasarkan pernyataan dari penduduk setempat, bahasa Tolaki ternyata cukup banyak berdampingan dengan bahasa daerah lainnya seperti bahasa Sunda, Culambacu, dan bahasa Bugis, meskipun bahasa Tolaki saling berdampingan dengan bahasa daerah lain, namun bahasa tersebut memiliki enam dialek yang berbeda, di antaranya dialek Mekongga, dialek Rahambuu, dialek Kodeoha, dialek Konawe, dialek Laromerui, dan dialek Waru.

  • Bahasa Culambacu

Bahasa Culambacu disebut juga dengan bahasa Tulambatu yang menjadi salah satu bahasa daerah di Provinsi Sulawesi Tenggara yang mempunya tiga dialek berbeda, dari dialek Lamonae, dialek Torete, dan terakhir dialek Landawe.

Sedangkan bagi para penduduk di Kelurahan Lamonae, Kecamatan Wiwirano dan Desa Landawe, Kecamatan Oheo, Kabupaten Konawe Utara; Desa Waworaha, Kecamatan Palangga, Kabupaten Konawe Selatan merupakan daerah yang paling banyak menggunakan bahasa Culambacu.

  • Bahasa Wolio

Penggunaan bahasa Wolio ini biasanya digunakan oleh berbagai penduduk yang menetap di beberapa kabupaten, diantaranya yaitu di Kabupaten Kota Bau-Bau, Kabupaten Buton Selatan, dan Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara dan khusus untuk di Kabupaten Buton bahasa Wolio sangat berdampingan dengan bahasa Cia-cia.

Perbedaan antara bahasa Wolio dengan bahasa daerah lainya di Sulawesi Tenggara adalah dialek dari bahasa tersebut lebih banyak yang apabila ditotalkan terdapat tujuh dialek yang berasal dari bahasa Wolio, yaitu dialek Wolio Keraton, dialek Liabuku, dialek Busoa, dialek Kaimbulawa, dialek Waruruma, dialek Pasawajo, dan dialek Sorawolio.

  • Bahasa Pulo

Bahasa Pulo disebut juga dengan bahasa Wakatobi dan biasanya daerah yang sering menggunakan bahasa tersebut adalah penduduk dari Desa Kapota, Kecamatan Wangi Wangi Selatan; Desa Sandi (Jamarakka, Kecamatan Kaledupa Selatan; Kelurahan Taipabu, Kecamatan Binongko, Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Selatan yang digunakan oleh masyarakat sekitar untuk berkomunikasi dengan sesama dalam menjalankan berbagai aktivitas harian.