Prinsip Kerja Kapal Selam yang Benar

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info
prinsip kerja kapal selam

Salah satu Alutsista atau Alat Utama Sistem Senjata yang dimiliki militer suatu negara adalah kapal selam. Kapal selam adalah kapal laut yang bergerak atau beroperasi dari dalam laut. Kapal selam merupakan salah satu piranti pertahanan dan keamanan untuk wilayah perairan  sebuah negara. Dalam masa perang, kapal selam juga menjadi senjata utama untuk pertempuran di lautan.

Sebagai kendaraan yang memiliki kemampuan untuk menyelam dan mengapung di perairan, kapal selam tentu memiliki cara kerja tersediri yang jauh berbeda dengan cara kerja kapal laut pada umumnya. Sebelum membahas cara kerja kapal selam, maka kita perlu mengetahui terlebih dahulu apa saja bagian-bagian utama dari sebuah kapal selam.

Kapal selam memiliki bagian-bagian atau ruang utama sebagai berikut:

  • Inner Hull atau lambung bagian dalam yang kedap air. Inner hull terdiri atas ruang kontrol, ruang mesin, ruang baterei, ruang kru, dan ruang torpedo. Inner hull memiliki tekanan udara sama dengan tekanan udara di atmosfer.
  • Outer Hull atau lambung bagian luar yang tidak kedap air dan berfungsi untuk memberi bentuk hidrodinamis pada kapal selam agar bisa melaju lebih mudah di dalam air.
  • Ballast Tank atau tangki pemberat
  • Tangki Udara atau tangki kompresor
  • Tangki kontrol kedalaman

Cara kerja kapal selam pada dasarnya adalah menggunakan hukum Archimedes, yakni dengan memanfaatkan perbedaan massa jenis udara dan air. Kapal selam dirancang untuk bisa mengatur massa jenisnya supaya bisa meyelam, melayang, atau mengapung sesuai dengan kebutuhannya.

Berikut adalah penjelasan mengenai bagaimana sebuah kapal selam bekerja:

  • Saat mengapung, tangki pemberat (ballast tank) pada kapal selam terisi udara sehingga kondisi kapal selam berada pada daya apung positif.
  • Saat akan menyelam, udara dalam tangki pemberat (ballast tank) akan dipindahkan ke tangki kompresor dan katup air pada tangki pemberat tersebut dibuka sehingga air akan masuk memenuhi tangki ballast. Dengan demikian daya apung kapal menjadi negatif sehingga kapal akan tenggelam.
  • Ketika akan mengapung kembali, maka air yang berada di dalam tangki ballast akan dikeluarkan dan udara di dalam tangki kompresor dialirkan kembali ke tangki ballast, sehingga daya apung kapal kembali positif dan kapal selam akan mengapung.
  • Perbedaaan tekanan hidrostatik, perbedaan kadar garam di permukaan dan di dalam laut, dan lainnya bisa menyebabkan kapal selam mengalami keadaan yang tidak seimbang. Sehingga untuk menjaga keseimbangan kapal selam, maka ada tangki kontrol kedalaman yang bekerja terus menerus untuk memasukkan dan membuang air untuk menjaga kestabilan kapal selam.
fbWhatsappTwitterLinkedIn