Bahasa Indonesia

Jenis Rima dalam Puisi Beserta Contohnya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Pengertian kata “rima” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pengulangan bunyi. Sehingga, pengertian rima dalam puisi adalah pengulangan bunyi dalam kata yang terdapat pada puisi.

Pengulangan bunyi atau rima dalam puisi bisa dilakukan pada suku kata akhir pada sajak puisi.

Berdasarkan Letak Kata atau Suku Kata

1. Rima Awal

Rima awal merupakan pengulangan bunyi pada kata atau suku kata yang terletak pada awal kalimat.

Contoh:

Pada apa aku berpegangPada siapa aku bersandar

2. Rima Tengah

Rima tengah merupakan pengulangan bunyi pada kata atau suku kata yang terletak pada tengah kalimat.
Contoh:
Siapa sangka hidup terasa riang
Si tua bangka tak pernah merasakan

3. Rima Akhir

Rima akhir merupakan pengulangan bunyi pada kata atau suku kata yang terletak pada akhir kalimat.

Contoh:

Pohon durian menjulang tinggi
Buah terasa manis sekali

Berdasarkan Letak Persamaan Bunyi

1. Rima Datar

Rima datar merupakan persamaan bunyi pada suku kata secara berderet dalam suatu baris kalimat.

Contoh:

Lika menganga membuka lara

2. Rima Tegak

Rima tegak merupakan persamaan bunyi pada suku kata yang diletakkan pada baris yang berbeda.

Contoh:

Dinding tebing begitu rapuh
Hutan didepan begitu lebat
Kepercayaan ini telah runtuh
Merasakan kecewa yang begitu berat

Berdasarkan Letak Pasangannya

1. Rima Bebas

Rima bebas merupakan persamaan bunyi pada kata atau suku kata yang diletakkan secara bebas, bisa di awal, tengah, maupun akhir kalimat.

Contoh:

Sepi terasa menikam hati
Marah bergejolak bagaikan api
Tidak tahu arah kemana
Tak mengerti jalan tuk pulang

2. Rima Kembar

Rima kembar merupakan persamaaan bunyi pada kata atau suku kata yang saling berpasangan antara baris 1 dengan baris yang lain.

Contoh:

Gejolak hati begitu bergelora
Seperti api yang membara
Memberi dampak yang terasa
Hingga nampak rasa kecewa

3. Rima Peluk

Rima peluk merupakan persamaan bunyi yang saling berapitan antara satu atau dua kata atau suku kata yang sama.

Contoh:

Hati yang bening makin bergeming
Jantung berdegup membuat gugup
Cinta yang nampak memberi dampak
Sayang yang indah tanpa gundah

4. Rima Putus

Rima putus merupakan persamaan bunyi pada kata atau suku kata yang putus.

Contoh:

Ku relakan semua hartaku
Untuk sekedar memilikimu
Namun tetap kau diam membisu
Meski rela ku menunggu
Sendu

5. Rima Terus

Rima terus merupakan persamaan bunyi pada kata atau suku kata yang terletak pada bagian akhir setiap baris.

Contoh:

Bagai lahir sebagai putra raja
Selalu didamba bagai baginda

6. Rima Silang

Rima silang merupakan persamaan bunyi pada kata atau suku kata yang teletak secara bersilangan antar satu baris dengan baris lainnya.

Contoh:

Kalau ada padi di ladang
Boleh saya meminta nasi
Kalau bisa saya memandang
Boleh kita berbagi hati

Berdasarkan Penyesuaian Bunyi

1. Rima Penuh

Rima penuh adalah persamaan bunyi yang terletak pada setiap suku kata terakhir pada suatu kalimat.

Contoh: lauk pauk.

2. Rima Konsonansi

Rima konsonansi adalah persamaan bunyi pada konsonan suatu kata atau suku kata.

Contoh: ombang ambing.

3. Rima Asonansi

Rima asonansi adalah persamaan bunyi pada vokal suatu kata atau suku kata.

Contoh: tampak tamak.

4. Rima Rupa

Rima rupa adalah persamaan bunyi pada kata yang memiliki kemiripan namun memiliki arti yang berbeda.

Contoh: ketik petik.

5. Rima Rangkai

Rima rangkai adalah persamaan bunyi pada beberapa suku kata dalam sebuah kata.

Contoh: persamaan perasaan.

Demikian penjelasan mengenai pengertian rima dalam puisi beserta jenis dan contohnya. Semoga bermanfaat.