Seni

Keunikan Tari Lengger

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Tari Lengger salah satu tari tradisional yang berasal dari Dusun Giyanti, Kecamatan Selomerto, Wonosobo, Jawa Tengah. Tari yang telah ada mulai dari tahun 1910 dan dikenalkan kembali pada tahun 1970an adalah salah satu tari tradisional yang memiliki banyak keunikan.

Tari Lengger sendiri berasal dari kata-kata “eling ngger” yang artinya “eling adalah ingat” dan “ngger adalah sebutan untuk anak”. Sehingga Tari Lengger sendiri diartikan pengingat bagi seorang anak akan kuasa Tuhan-Nya.

Dari sinilah tari ini memiliki makna sebagai pengingat bagi seorang anak akan kuasa Tuhan-Nya. Maksud tersirat dari tarian ini adalah agar setiap orang dapat menyingkirkan hal-hal berbau keburukan untuk selalu membuat kebaikan dan membela kebenaran.

Beberapa keunikan dari Tari Lengger yang masih sangat jarang diketahui. Berikut akan dijelaskan beberapa keunikan dari Tari Lengger, yaitu:

Penari pria berdandan menyerupai wanita

Dulunya tari ini dibawakan hanya oleh penari laki-laki saja yang berdandan menyerupai wanita. Masyarakat sendiri menyebutkan sebagai Tari Lengger Lanang. Lanang sendiri berasal dari Bahasa Jawa yang artinya laki-laki.

Namun, seiring dengan berjalannya waktu tari ini mulai dipertunjukkan dengan penari laki-laki maupun wanita tanpa memandang dari sisi gender penari. Sebagai gantinya, penari laki-laki mengenakan topeng sebagai tambahan asesoris.

Keunikan lainnya, dalam pertunjukkan Tari Lengger masyarakat masing sering mengait-kaitannya dengan mitos. Misalnya seperti pantangan bahwa penonton tidak boleh mengenakan pakaian yang berwarna tertentu karena bisa menyebabkan penari kerasukan dan masih banyak lagi mitos lainnya.

Menunjukkan keindahan wanita

Selain itu, Tari Lengger juga memiliki makna lain yaitu untuk menunjukkan keindahan dari penari wanita. Riasan cantik yang dikenakan penari adalah simbol dari kecantikan alami para wanita tanah Jawa yang anggun dalam balutan busana tradisional Jawa Tengah. Karena tarian ini berkembang di Wonosobo, sehingga sering disebut Tarian Wanasaban khas Jawa Tengah.

Terbagi dalam beberapa babak

Kemudian, Tari Lengger juga memiliki keunikan lainnya yaitu Tari Lengger dipentaskan dengan terbagi dalam beberapa babak. Setiap satu babaknya dimainkan dalam waktu 10 menit. Babak yang ditampilkan dalam pertunjukkan Tari Lengger dibagi menjadi tiga babak, yaitu babak Gamyongan atau Lenggeran, babak Badhutan atau Bodhoran, dan babak Baladewaan.

Babak Gamyongan atau Lenggeran adalah babak yang ditarikan oleh penari wanita. Dalam babak ini penari wanita memperagakan gerakan seperti sedang bersolek atau berhias diri agar tampak lebih cantik sehingga banyak pemuda yang tertarik. Babak selanjutnya adalah babak Badhutan atau Bodhoran.

Babak ini biasanya dibawakan oleh dua orang penari, dimana gerakannya adalah gerakan yang menghibur dan menimbulkan gelak tawa penonton. Babak terakhir yaitu Baladewaan. Pada babak ini penari akan membawakan Tari Baladewa yang merupakan babak terakhir dari pertunjukkan Tari Lengger.

Mengenakan Kostum tradisional

Hal unik lainnya yang menjadi daya tarik dari Tari Lengger adalah kostum yang dikenakan penarinya. Penari perempuan biasanya mengenakan baju tradisional menyerupai kebaya Jawa dengan aksesoris selendang. Sedangkan, penari laki-lakinya akan mengenakan kostum khas Jawa dengan bawahan batik dan dilengkapi dengan aksesoris berupa topeng. Topeng yang dikenakan oleh penari laki-lakinya pun dihias secantik mungkin hingga menyerupai seorang perempuan.

Sebagai wadah penyebaran agama Islam

Konon Tari Lengger karna uniknya juga dijadikan sebagai wadah penyebaran agama Islam oleh Sunan Kali Jaga. Karena banyak masyarakat Jawa khususnya Wonosobo yang sering menampilkan Tari Lengger, maka tari ini dianggap sebagai tarian yang dapat dijadikan wadah penyampaian sesuatu ke masyarakat. Sebagai tari yang menampilkan ajaran Islam tersirat bahwa melalui tarian ini perintah sholat lima waktu tidak boleh ditinggalkan.

Dengan banyaknya keunikan dari Tari Lengger ini menjadikan salah satu tari tradisional yang tetap dapat ditonton hingga saat ini. Bahkan saat ini Tari Lengger sangat sering dipertunjukkan untuk berbagai acara seperti upacara adat dan penyambutan tamu yang sedang berkunjung ke Wonosobo. Kedepannya diharapkan akan semakin banyak masyarakat yang turut dalam melestarikan tarian ini.