Fisika

Listrik Statis: Pengertian – Rumus dan Contoh Soal

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Kali ini kita akan membahas mengenai listrik statis, berikut pembahasannya.

Pengertian Listrik Statis

Listrik statis merupakan suatu konsep bagi aliran listrik yang terbentuk dari sebuah patrikel paling dasar lalu bersinggungan dengan partikel lain yang lebih besar atau memiliki potensi listrik yang berbeda dan akhirnya menjadi sebuah arus listik.

Listrik statis juga dikenal sebagai arus listrik stabil.Dimana arus yang dihasilkan cenderung bersifat tetap, diam, dan perpidahan arus yang terbatas.

Hal ini, menyebabkan arus listrik statis memiliki ketidakseimbangan dan hanya dapat berfungsi dan menyala pada saat tertentu atau hanya pada spesifik bagian permukaan benda.

Sifat Listrik Statis

Sifat listrik statis ditinjau dari pergerakan arusnya diam dimana pada listrik statis terjadi pergerakan tarik menarik atau saling melepas elektron tetapi tetap pada satu hambatan.

Konsep Listrik Statis

Untuk menciptakan sebuah aliran listrik statis maka diperlukan beberapa terapan ilmu dan metode yang digunakan. Antara lain:

  • Atom
  • Muatan Listrik
  • Medan Listrik
  • Gaya Coulomb
  • Induksi Muatan Listrik
  • Elektroskop
  • Potensial Listrik.

Fenomena Listrik Statis dalam Kehidupan Sehari-hari

Sesuai dengan ulasan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa listrik statis adalah sebuah arus yang konduktornya diam dan hanya dapat berpindah bila melalui suatu proses, baik digosok-gosokan atau gerakan berlangsung.Berikut fenomena yang sering ditemukan pada kehidupan sehari-hari,

  • Debu yang menempel pada layar TV
  • Sisir yang dapat membuat rambut berdiri beberapa saat
  • Penggaris besi yang digosokan pada kain wol dapat menjadi magnet.

Rumus Listrik Statis

Umumnya listrik statis mengeluarkan rumus untuk menghitung medan listrik nya, Berikut adalah rumus tersebut :

E = k.q / r2 

Keterangan:
E = Medan listrik (N/C)
k = Konstanta pembanding (9 x 109 Nm2/C2 )
q = Muatan listrik (C)
r = jarak muatan (m).

Contoh Soal Listrik Statis

Contol Soal 1 :

Pada suatu tempat terdapat muatan listrik 40 C. Berapakah kuat medan listrik pada titik yang berjarak 3 meter terhadap muatan tersebut ?

A) 5.1010 N/C
B) 6.910 N/C
C) 4.1010 N/C
D) 2.1010 N/C

Jawaban : C

Pembahasan :

Q = 40 C
r = 3 m
E = 9.109 . 40 / 32 = 4.1010 N/C

Contoh Soal 2 :

Suatu benda berjarak 5 meter antara satu sama lain dan memiliki muatan listrik sebesar 50 C. Hitunglah berapa kuat medan listrik nya!

A) 12.109 N/C
B) 6.109 N/C
C) 20.109 N/C
D) 18.109 N/C

Jawaban : D

Pembahasan :

Q : 50C
r : 5m
E = 9.109 . 50 / 52 = 18.109 N/C

Perbedaan Listrik Statis dan Listrik Dinamis

Perbedaan dominan pada listrik statis dan listrik dinamis adalah arus listriknya. Listrik statis cenderung bersifat tetap sedangkan listrik dinamis cenderung menyeluruh atau menyebar.

Listrik statis hanya dapat berpindah atau menimbulkan proses tarik menarik pada suatu hal tertentu sedangkan listrik dinamis dapat diciptakan dengan aliran yang lebih meluas seperti, penghantar baterai dengan rangkaian paralel.