Pengertian dan Contoh Siklus Lisogenik

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Salah satu ciri-ciri kelompok makhluk hidup dan perannya dalam kehidupan adalah berkembang biak. Siklus perkembangbiakan virus terdiri dari dua, yaitu siklus litik dan siklus lisogenik. Untuk dapat berkembang biak dan memperbanyak diri, virus memerlukan inang berupa sel hidup. Bentuk sel hidup tersebut dapat berupa sel manusia, sel yang ada pada ciri-ciri yang dimiliki kingdom animalia, sel yang juga ada pada ciri-ciri kehidupan tumbuhan, atau sel yang ada pada ciri-ciri kingdom monera

Bagian penting dari tubuh virus adalah kepala, ekor, dan bagian inti. Virus memiliki kepala yang berbentuk segi banyak atau polihedral. Di kepala tersebut, virus menyimpan materi genetik berupa salah satu dari DNA atau RNA. Di bawah kepala, terdapat selubung memanjang yang disebut ekor. Ekor pada virus berfungsi untuk alat penginfeksi.

Kepala dan ekor virus diselubungi oleh kapsid. Selubung tersebut tersusun atas molekul protein. Kapsid berfungsi untuk melindungi materi genetik yang ada di virus. Bagian inti dari virus adalah DNA dan RNA yang merupakan materi genetik.  Setelah proses infeksi melalui ekor virus, DNA dan RNA akan bertanggung jawab pada perkembangbiakan virus. 

Pada siklus lisogenik, asam nukleat dari virus yang menginfeksi sel inang akan mereplikasi atau memperbanyak diri di dalam sel. Tahap awal dari siklus lisogenik diawali dengan virus bakteriofage yang menempel pada dinding sel inang. Kemudian, DNA virus masuk pada sel inang melalui ekor virus. Selanjutnya, DNA virus akan menyisip ke dalam DNA inang.

Pada fase ini, DNA virus tidak aktif membelah atau disebut laten, DNA baru tersebut dinamakan profage. Profage kemudian mengadakan replikasi. Virus yang melakukan siklus lisogenik sewaktu-waktu dapat aktif dan melakukan siklus litik. Aktifnya virus yang melakukan siklus lisogenik  dipicu oleh faktor kimia atau fisika misalnya karena radiasi ultraviolet. Apabila keadaan lingkungan menguntungkan, profage akan memasuki tahap selanjutnya, yakni siklus litik. Ada 6 fase yang terjadi di siklus lisogenik, yaitu:

  1. Adsorpsi

Fase adsorpsi atau penempelan ditandai dengan adanya ujung ekor virus yang menempel atau melekat pada dinding sel inang. Setelah berhasil menempel pada sel inang, kemudian virus mengeluarkan enzim penghancur yang disebut lisozim/enzim untuk membentuk lubang pada dinding bakteri atau inang.

  1. Penggabungan

Setelah DNA sel inang terinfeksi DNA virus, rantai ganda dari DNA akan lepas. DNA dari virus kemudian akan menyisip di antara DNA sel inang yang lepas. Akibatnya, sel inang yang terinfeksi akan memiliki DNA virus.

  1. Pembelahan

Setelah DNA bakteri melakukan replikasi, maka DNA virus yang tidak aktif (profage) juga ikut melakukan replikasi. Jumlah profage DNA virus akan mengikuti jumlah sel inangnya.

  1. Sintesis

DNA virus akan mensintesis protein sel inangnya untuk digunakan sebagai kapsid bagi virus – virus baru dan sekaligus melakukan replikasi diri menjadi banyak.

  1. Perakitan

Kapsid baru yang dibentuk dari sintesis protein sel inang akan dirakit menjadi kapsid virus yang utuh, yang berfungsi sebagai selubung virus. Kapsid baru virus terbentuk dan DNA hasil replikasi masuk ke dalamnya guna membentuk virus – virus baru.

  1. Litik

Setelah pembentukan virus baru selesai, terjadilah litik atau pecahnya sel. Virus – virus baru yang terbentuk akan keluar dari sel inang dan siap untuk menyerang sel inang baru. 

Contoh virus yang berkembang biak menggunakan siklus lisogenik adalah Corynebacterium diphtheriae, Vibrio cholerae, Shigella dysenteriae, dan Streptococcus pyogenes. Demikian informasi mengenai siklus lisogenik pada virus beserta contohnya. Semoga bermanfaat.