Sosiologi

Apa Perbedaan Semantik dan Pragmatik?

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Pengertian Semantik dan Pragmatik

Pengatahuan memang sudah sangat berkembang pesat. Terlebihi kebudayaan yang menjadi ciri dan cikal bakal identitas suatu kebudayaan bangsa. Bahkan dalam ranah daerah pun baik secara langsung maupun tidak langsung mampu mengusung tema terkait dengan kebudayaan bangsa.

Kebudayaan yang tercermin dalam perilaku dan tingkah laku serta keseharian yang timbul baik disadari atau tidak dapat membentuk suatu pola yang tentu saja dapat terukur.

Berkaitan dengan hal itu pula muncul berbagai macam pola studi yang melibatkan banyak aspek, baik dari segi sosial, budaya, dan ranah kedaerahan yang menjadi cikal bakal pembentukan suatu konstelasi alam yang bernegara.

Dengan tujuan untuk dapat lebih menekankan pada pentingnya ideologi dalam hal dan kaitannya pada berbangsa dan bernegara, faktor pembentuk dan juga perantara informasi yang penting salah satunya adalah komunikasi.

Komunikasi dapat menjadi keliru apabila dalam proses penyalurannya baik secara lisan maupun tulisan terdapat asepk penentu yang kurang tepat menggambarkan secara jelas atau gamblang maksud dari pada si penyampai pesan tersebut.

Oleh karena hal tersebut maka muncullah secara langsung pada proses untuk dapat lebih memunculkan pemahaman yang berarti, bidang studi terkait dengan pemahaman secara terperinci pada bahasa.

Bidang studi tersebut dapat dibedakan secara dua buah garis besar yang saling terkait satu dengan yang lainnya. Terdapat bidang studi pada fokus yang berkaitan dengan pemahaman dan juga penafsiran secara kompehensif terkait dengan pola dan penjelasan yang rinci dan detil pada suatu kalimat yang terkait diberikan penamaan dengan nama semantik.

Sedangkan pada satu sisi terdapat pula, sebagai bidang studi yang bersifat komplementer dan bersamaan dengan bidang studi semantik, namun lebih berfokus pada penuturan kata-kata yang bersifat langsung atau yang lebih kita kenal dengan sebutan pragmatic.

Pembelajaran hal-hal tersebut menjadi penting karena ada kalanya terdapat informasi yang, misalkan berasal dari tempo waktu terdahulu yang bahkan berada pada masa sebelum ejaan yang disempurnakan berada.

Bisa jadi satu buah pernyataan yang dikeluarkan pada saat itu misalkan yang dicetuskan oleh seseorang pada masa lampau, memiliki suatu artian yang sangat jauh berbeda antara yang dimaksud oleh orang yang mengemukakan hal tersebut, dengan penafsiran orang pada masa kini.

Hal ini dapat terjadi karena selain dengan adanya perbedaan misalkan suku dan juga rasa tau bahkan ciri kedaerahan lainnya, terdapat suatu perbedaan besar yang memiliki risiko menjadikan suatu pernyataan yang mungkin menurut orang pada masa itu adalah jelas.

Namun bagi para penafsir di masa yang akan datang, justru tidak sama atau bahkan bertentangan sama sekali.

Risiko terjadinya bias seperti ini dapat menimbulkan kekacauan yang besar apabila menjadi suatu salah kaprah yang mengakar dalam budaya baik bermasyarakat maupun bernegara.

Untuk itulah penting adanya bidang studi semantik dan pragmatik yang dapat menjadi pondasi dan juga tulang punggung bagi kejelasan penafsiran dalam berbahasa yang baik dan benar, serta dapat menghantarkan suatu informasi dengan baik dan juga benar.

Meskipun terdapat perbedaan zaman yang sangat besar di antara pemberi pesan pada masa lampau maupun yang ditujukan untuk penerima pesan tersebut pada masa yang akan datang.

Selain dari perbedaan waktu yang dapat menimbulkan risiko dan mengakibatkan timbulnya distorsi pada pengartian dan atau penafsiran bahasa tersebut.

Globalisasi yang tidak terbendung menjadikan pula faktor penentu yang dapat menimbulkan bias pada proses pengartian dan atau penafsiran berbahasa. Serapan yang timbul dalam berkomunikasi makin menjadi rawan kaitannya dengan unsur-unsur keaslian pada faktor penentu tersebut.

Sehingga makin mudah bagi suatu bahasa untuk disalah artikan daripada dipahami.

Perbedaan Semantik dan Pragmatik

Semantik merupakan suatu tata linguistik, pola pemahaman yang amat penting bagi keseluruhan kerangka berpikir dan struktur komunikasi, yang pada bidang studinya lebih melakukan fokus kepada unsur-unsur atau komponen-komponen dalam dunia komunikasi yang berkaitan dengan penggunaan kalimat.

Penggunaan kalimat dalam komunikasi ini penting dilakukan telaah yang komprehensif untuk lebih mudah mengindentifikasi suatu maksud pada kalimat tersebut.

Lain halnya dengan pragmatik yang merupakan suatu tata linguistik, pola pemahaman yang amat penting bagi keseluruhan kerangka berpikir dan struktur komunikasi, yang pada bidang studinya lebih melakukan fokus kepada unsur-unsur atau komponen-komponen dalam dunia komunikasi yang berkaitan dengan penggunaan tuturan.

Penuturan dalam komunikasi ini penting dilakukan telaah yang komprehensif untuk lebih mudah mengindentifikasi suatu maksud pada tuturan itu sendiri.

Contoh Semantik dan Pragmatik

Contoh unik daripada tata linguistik yang berkaitan dengan bidang studi semantik adalah pada antara kata besar dan gede. Meskipun memiliki pengertian yang hampir sama, namun pengejaan keduanya dapat dikatakan sangatlah berbeda. Perbedaan ini akan semakin nyata apabila kedua kata tersebut digunakan dalam suatu kalimat yang utuh.

Pada satu sisi, pragmatik yang merupakan tata lingustik yang berkaitan dengan bidang studi bahasa pada pola penuturan. Misalkan terdapat suatu penuturan yang berujar, “membuang air kecil”. Hal ini memiliki beberapa pengartian yang dapat berpotensi menjadikan bias bagi orang yang mendengarnya.

Hal itulah yang menjadikan bidang studi linguistik baik semantik maupun pragmatik menjadi salah satu faktor penting dalam kemajuan bangsa.