Kimia

Senyawa Anorganik : Pengertian, Sifat, dan Fungsinya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Pengertian Senyawa Anorganik

Senyawa Anorganik adalah senyawa yang bersangkut paut dengan zat yang berasal selain dari makhluk hidup seperti mineral, air, gas, asam, kecuali karbon. Senyawa anorganik umumnya tidak mempunyai rantai atom karbon.

Senyawa anorganik tidak didasarkan lagi kepada asalnya atau di luar tubuh makhluk hidup, melainkan lebih didasarkan kepada sifat sifat strukturnya.

Senyawa anorganik banyak ditemui di lingkungan sekitar kita dan sering digunakan dalam kegiatan sehari-hari, contohnya NaCl atau garam dapur yang sering digunakan untuk memasak dan menambah cita rasa pada makanan.

Sifat Senyawa Anorganik

Berikut ini sifat dari senyawa anorganik yang perlu kamu ketahui, yaitu:

  1. Pada kestabilan terhadap pemanasannya, senyawa anorganik stabil pada pemanasan.
  2. Mudah larut dalam pelarut polar.
  3. Titik lebur dan titik didihnya ada yang sangat tinggi dan ada yang sangat rendah.
  4. Senyawa anorganik reaktif dan pada umumnya berlangsung dengan cepat.
  5. Struktur senyawa anorganik tidak mempunyai rantai atom karbon.

Contoh dan Fungsi Senyawa Anorganik

Berikut contoh serta fungsi senyawa anorganik dalam kehidupan sehari-hari yang perlu kamu ketahui, diantaranya:

1. NaCl (Natrium Klorida)

Natrium klorida atau garam dapur merupakan senyawa yang sangat mudah ditemui di kehidupan sehari-hari dan lingkungan sekitar salah satunya di laut.

Natrium klorida memiliki bentuk kristal putih atau serupa dengan cairan tidak berwarna dan mudah dilarutkan dalam air. Natrium klorida memiliki titik lebur 801°C fan titik didih 1465°C.

Natrium klorida berfungsi dalam kehidupan sehari-hari, yaitu digunakan sebagai bumbu memasak, dan natrium klorida yang berada di laut berperan dalam mengatur salinitas serta natrium klorida memiliki peran penting yang mempengaruhi cairan ekstraseluler dalam tubuh.

2. CaCo3 (Kalsium Karbonat)

Senyawa kalsium karbonat atau CaCo3 termasuk senyawa anorganik yang ditemui di bebatuan, salah satunya kapur. Kalsium karbonat juga dapat berbentuk ion karbonat bereaksi dengan ion kalsium dalam air keras dan menghasilkan limescale.

Kalsium karbonat berperan penting dalam kehidupan salah satunya yaitu menjadi senyawa utama penyusun cangkang makhluk hidup laut seperti kerang dan siput. Kalsium karbonat juga dapat digunakan sebagai pengobatan lambung sebagai antasida.

3. NaOH (Natrium Hidroksida)

Natrium hidroksida masuk dalam kategori basa kauskatik dan salah satu jenis senyawa anorganik yang mempunyai nama lain soda api atau soda kaustil. Natrium hidroksida terbentuk dari reaksi antara natrium oksida dengan air.

Natrium hidroksida berbentuk padatan berwarna putih. Bentuk senyawanya terdapat padatan seperti butiran, serpihan, dan cairan berupa larutan jenuh 50% dan terlaut dalam air akan melepas panas.

Natrium hidroksida berfungsi dalam menyerap karbon dioksida dari udara bebas sehingga penyimpanannya harus ditutup rapat supaya tidak terkontaminasi udara sekitar.

Karakteristik natrium hidroksida yang khas adalah mampu menyerap karbon dioksida dari udara bebas sehingga penyimpanannya harus ditutup rapat agar tidak terkontaminasi udara sekitar.

4. SiO2 (Silikon Dioksida)

Silikon dioksida merupakan senyawa anorganik yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan dan berbentuk pasir silika atau kuarsa. Silikon dioksida bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari yaitu kaca dan serat optik untuk telekomunikasi.

Pasir kuarsa mudah ditemui dalam bentuk padatan dan serbuk putih atau putih kekuningan. Titik lebur 1713°C dan titik didih silikon dioksida 2950°C.

Perbedaan Senyawa Anorganik dan Organik

Berikut ini perbedaan senyawa anorganik dan senyawa organik yang perlu kamu ketahui, yaitu:

  1. Senyawa anorganik mudah larut dalam pelarut polar. Sedangkan Senyawa organik sukar laut dalam pelarut polar seperti air namun mudah larut dalam pelarut non polar.
  2. Senyawa anorganik stabil pada pemanasan. Sedangkan senyawa organik mudah terurai atau berubah struktur.
  3. Senyawa anorganik tidak mempunyai rantai atom karbon. Sedangkan Senyawa organik mempunyai struktur rantai atom karbon.
  4. Senyawa anorganik titik lebur dan titik didihnya sangat tinggi dan ada juga yang sangat rendah. Sedangkan senyawa organik titik lebur dan titik didihnya relatif rendah.
  5. Senyawa anorganik reaktif berlangsung cepat. Sedangkan senyawa organik kurang reaktif dan bereaksi cenderung lambat.

Fakta Senyawa Anorganik

Berikut fakta-fakta senyawa anorganik yang perlu kamu ketahui, yaitu:

  1. Senyawa anorganik menunjukkan ikatan ionik dengan ikatan kovalen.
  2. Sebagian besar senyawa anorganik lebih memiliki warna daripada senyawa organik.
  3. Senyawa anorganik dapat terdiri dari berbagai atom kecuali C dan H.
  4. Senyawa anorganik cenderung lebih stabil jika mendapatkan pengaruh dari pemanasan.
  5. Senyawa anorganik Memiliki titik didih dan titik cair yang lebih tinggi dari organik.
  6. Senyawa anorganik lebih mudah untuk larut dalam bahan pelarut polar. Dalam hal reaktif, senyawa anorganik dapat bereaksi dengan lebih cepat.
  7. Senyawa anorganik memiliki struktur yang lebih sederhana dan mudah dipahami.

Kesimpulan

Itulah pembahasan mengenai senyawa anorganik yang perlu kamu ketahui mulai dari pengertian, sifat, contoh, fungsi, fakta hingga perbedaannya dengan senyawa organik.

Dari pembahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa senyawa anorganik adalah senyawa yang bersangkut paut dengan zat yang berasal selain dari makhluk hidup seperti mineral, air, gas, asam, kecuali karbon.

Senyawa anorganik tidak mempunyai rantai atom karbon dan hidrogen. Senyawa anorganik memiliki titik lebur dan titik didihnya sangat tinggi dan ada juga yang sangat rendah berbeda dengan senyawa organik.

Senyawa anorganik tidak didasarkan lagi kepada asalnya atau diluar tubuh makhluk hidup, melainkan lebih didasarkan kepada sifat-sifat strukturnya dan senyawa anorganik sering ditemukan pada kehidupan sehari-hari, contohnya NaCl atau garam dapur.