amir hamzah - HaloEdukasi.com https://haloedukasi.com/sub/amir-hamzah Fri, 29 Oct 2021 01:03:58 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.6.2 https://haloedukasi.com/wp-content/uploads/2019/11/halo-edukasi.ico amir hamzah - HaloEdukasi.com https://haloedukasi.com/sub/amir-hamzah 32 32 Biografi Amir Hamzah: Peran dan Perjuangannya https://haloedukasi.com/biografi-amir-hamzah-peran-dan-perjuangannya Fri, 29 Oct 2021 01:03:56 +0000 https://haloedukasi.com/?p=28062 Nama Amir Hamzah mungkin sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar kita, terutama bagi para penikmat sastra Indonesia. Beliau adalah salah seorang sastrawan Indonesia yang juga merupakan pejuang dan pahlawan nasional. Amir Hamzah dikenal sebagai Raja Penyair angkatan Pujangga Baru. Kelahiran Amir Hamzah Amir Hamzah lahir sebagai putra bungsu ditengah keluarga bangsawan Melayu Kesultanan Langkat […]

The post Biografi Amir Hamzah: Peran dan Perjuangannya appeared first on HaloEdukasi.com.

]]>
Nama Amir Hamzah mungkin sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar kita, terutama bagi para penikmat sastra Indonesia. Beliau adalah salah seorang sastrawan Indonesia yang juga merupakan pejuang dan pahlawan nasional. Amir Hamzah dikenal sebagai Raja Penyair angkatan Pujangga Baru.

Amir Hamzah - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Kelahiran Amir Hamzah

Amir Hamzah lahir sebagai putra bungsu ditengah keluarga bangsawan Melayu Kesultanan Langkat di Binjai, Langkat, Sumatera Utara pada tanggal 28 Februari 1911. Ayahnya, Tengku Muhammad Adil, merupakan seorang pangeran yang menjadi wakil sultan di Langkat Hulu di Binjai yang bergelar Tengku Bendahara Paduka Raja. Sementara Ibunya adalah istri ketiga dari ayahnya yang bernama Tengku Mahjiwa.  

Meskipun lahir dari keluarga bangsawan, Amir Hamzah lebih sering bergaul dalam lingkungan non-bangsawan. Oleh teman sepermainannya, Amir kecil dijuluki  “Tengku Busu” ( tengku yang bungsu). Sahabat masa kecilnya yang bernama  Said Hoesny, menyebutkan  bahwa Amir adalah seorang anak manis yang menjadi kesayangan semua orang.

Masa Remaja dan Masa Dewasa Amir Hamzah

Amir Hamzah dididik dengan prinsip-prinsip Islam yang kuat. Ia belajar agama islam seperti mengaji, tauhid, dan fikih di Masjid Azizi Tanjung Pura. Amir Hamzah pertama kali belajar menulis di Sekolah Dasar berbahasa Belanda HIS di Tanjung Pura.

Pada tahun 1924, setelah lulus dari sekolah dasar, Amir melanjutkan pendidikannya ke Kota Medan untuk memasuki MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs), yaitu pendidikan menengah setingkat SMP. Amir kemudian mendapat izin dari orang tuanya untuk pergi ke Jawa, yakni ke Batavia, untuk melanjutkan sekolah MULO tingkat 2 dan 3 disana.Selama di Batavia, Amir ikut dalam organisasi sosial yang bernama Jong Sumatra.

Tahun 1927, selesai menempuh pendidikan MULO, Amir Hamzah bertolak ke Solo guna mendaftar di sekolah AMS (Aglmeene Middelbare School) dan mengambil Jurusan Sastra Timur dan Bahasa. Amir Hamzah juga mempelajari bahasa Jawa, Sansekerta, dan Bahasa Arab. Selesai di AMS, Amir Hamzah kembali lagi ke Batavia dan melanjutkan pendidikan di sekolah Hakim Tinggi.

Setelah menyelesaikan semua studinya, Amir Hamzah kemudian bekerja sebagai guru di Perguruan Rakyat (bagian dari Taman Siswa) Jakarta. Semasa ini dia berkenalan dengan sastrawan Indonesia lainnya, seperti Sultan Takdir Alisjahbana, Armijn Pane, dan juga Sanusi Pane. Amir Hamzah juga ikut terlibat dalam menuangkan karya-karyanya di majalah Poedjangga Baroe. Selain itu, dia juga menulis karya sastra di dalam berbagai majalah, seperti majalan TimboelPandji PoestakaPoedjangga Baroe, dan lain sebagainya.

Pada tahun 1935, Amir Hamzah diminta oleh pamannya untuk pulang ke kampung halamannya. Amir Hamzah kemudian dinikahkan dengan putri Sultan Langkat  yang bernama Tengku Kamaliah. Amir Hamzah juga diberi gelar Tengku Pangeran Indra Putra. Amir Hamzah juga diangkat menjadi Kepala Luhak Langkat Hilir di Tanjungpura sebelum kemudian dipindah menjadi Kepala Luhak Teluk Haru di Pangkalan Brandan. Tak lama berselang, ia diangkat menjadi Pangeran Langkat Hulu, menggantikan kedudukan ayahnya yang telah meninggal dunia.

Peran dan Perjuangan Amir Hamzah

Selama di Solo (Surakarta), Amir Hamzah bergabung dengan gerakan nasionalis. Disana ia bertemu dengan sesama perantauan asal Sumatera untuk mendiskusikan  masalah sosial rakyat Melayu di bawah kekuasaan kolonial Belanda. Pada tahun 1930, Amir Hamzah dipercaya untuk menjadi kepala cabang Indonesia Muda di Surakarta.

Ketika Amir Hamzah kembali ke Batavia pada tahun 1932 untuk melanjutkan sekolah Hakim Tinggi, ia pun mulai menulis dua puisi pertamanya yang berjudul “Soenji” dan “Maboek”. Kedua puisinya tersebut diterbitkan di Majalan Timboel.Masih di tahun yang sama, delapan karya lainnya juga dipublikasikan, termasuk sebuah syair yang ternama hingga saat ini berjudul “Hikayat Hang Tuah”.

Pada bulan September 1932, atas dorongan dari Sutan Takdir Alisjahbana, Armiyn Pane mengajak Amir untuk membantu mendirikan majalah sastra independen. Setelah melakukan berbagai persiapan selama beberapa bulan, akhirnya pada Juli 1933, edisi awal majalah Sastra yang berjudul “Poedjangga Baroe” berhasil diterbitkan.

Sepeninggal ayahnya, studi Amir Hamzah ditopang oleh Sultan Langkat dengan syarat Amir tetap menjadi siswa yang rajin serta meninggalkan gerakan kemerdekaan. Namun, pada kenyataannya Amir Hamzah justri semakin terlibat pada gerakan nasionalis yang membuatnya semakin diawasi dengan ketat oleh pemerintah kolonial. Meski demikian, Amir Hamzah terus menerbitkan karya-karyanya melalui majalah Poedjangga Baroe, termasuk diantaranya artikel tentang sastra timur dan terjemahan Bhagawad Gita.

Belanda yang khawatir akan sikap nasionalistik Amir Hamzah berhasil meyakinkan Sultan Langkat untuk memanggil kembali Amir Hamzah ke Langkat dan menikahkannya dengan putrinya. Setelah menikah dan menjadi Pangeran Langkat, Amir Hamzah lebih banyak  menangani masalah administrasi dan hukum.

Amir juga tetap melakukan  sedikit korespondensi dengan teman-temannya di Jawa. Demikian pula karya-karyanya tetap diterbitkan di Majalan Poedjangga Baroe.

Pada tahun 1940, Belanda yang mempersiapkan kemungkinan invasi Jepang membentuk divisi Stadswacht (Angkatan Garda) dibentuk untuk membela Tanjung Pura di Langkat. Amir dan sepupunya Tengkoe Haroen diberi tanggung jawab atas angkatan garda tersebut.

Pada awal tahun 1942, Jepang yang mulai menginvasi sehingga Amir Hamzah diutus menjadi salah satu tentara yang dikirim ke Medan untuk mempertahankannya. Amir Hamzah kemudian tertangkap dan dijadikan tawanan perang sampai tahun 1943. Setelah dibebaskan dari tahanan, Amir Hamzah dalam  posisinya sebagai pangeran, mendapat tugas untuk membantu mengumpulkan beras dari petani untuk memberi makan tentara pendudukan Jepang.

Dalam dunia kesastraan Indonesia,  Amir Hamzah menjadi salah seorang sastrawan yang sangat penting. Melalui tangannya, lahir puisi-puisi yang indah dan menarik dengan rangkaian kata yang khas Melayu.

Dalam bukunya Kesusastraan Indonesia (1975),  Nursinah Supardo mengatakan bahwa Amir Hamzah berbeda dengan tokoh-tokoh Pujangga Baru lainnya. Alih-alih  mencontoh ke Barat untuk memodernkan kesusastraan Indonesia,  ia justru membongkar pustaka lama kesusastraan Melayu lama. Kuatnya basis pendidikan Islam yang didapatnya dari keluarganya,  membuat ia juga menjadi seorang seorang penyair Islam seperti Aoh K. Hadimaja, Bangrum Rangkuti dan lain-lainnya.

Setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, dibentuklah pemerintahan baru termasuk di Sumatera. Pada tanggal 29 Oktober 1945. Teuku Muhammad Hasan yang kala itu diangkat menjadi gubernur Sumatera menunjuk Amir Hamzah sebagai wakil pemerintah RI di Langkat dan berkantor di Binjai.

Wafatnya Amir Hamzah

Dalam suatu revolusi sosial yang dipimpin oleh Fraksi Komunis dan Kelompok Sosialis yang meletus di Langkat pada tanggal 7 Maret 1946,  Sultan Langkat  dan anggota keluarga kraton Langkat termasuk Amir Hamzah diculik. Mereka kemudian dibawa ke sebuah perkebunan di Kwala Begumit yang berjarak sekitar 10 km dari Binjai.

Sejak saat itu, Amir Hamzah tidak pernah diketahui lagi keberadaannya. Sebuah kesaksian yang diketahui di kemudian hari menyebutkan bahwa para tawanan tersebut, termasuk Amir Hamzah, dipaksa menggali lubang dan disiksa oleh para penculiknya. Pada tanggal 26 Maret 1946,  Amir Hamzah tewas bersama dengan 26 orang tahanan lainnya dan dimakamkan di sebuah lubang yang telah digali para tahanan tersebut.

Pada tahun 1948 sebuah makam di Kwala Begumit digali berhasil diidentifikasi jenazah para  anggota keluarga kraton yang terbunuh pada peristiwa revolusi dua tahun sebelumnya. Ditemukan pula disana tulang belulang Amir Hamzah. Pada November 1949,  jenazah Amir Hamzah dikuburkan di kompleks Masjid Azizi, Tanjung Pura, Langkat.

Atas jasa-jasanya, Amir Hamzah diangerahi gelar sebagai Pahlawan Nasional Indonesia berdasarkan SK Presiden RI Nomor 106/ tahun 1975.

The post Biografi Amir Hamzah: Peran dan Perjuangannya appeared first on HaloEdukasi.com.

]]>
8 Karya Amir Hamzah yang Terkenal https://haloedukasi.com/karya-amir-hamzah Tue, 24 Aug 2021 02:46:40 +0000 https://haloedukasi.com/?p=26384 Tengkoe Amir Hamzah yang bernama lengkap Tengkoe Amir Hamzah Pangeran Indra Poeteraatau yang selanjutnya lebih dikenal dengan nama penanya Amir Hamzah merupakan putra Langkat, Sumatra Timur kelahiran 28 Februari 1911. Namun sayang, masa hidup Amir tidak begitu panjang, Amir berpulang pada usia 35 tahun di Binjai, Langkat tanggal 20 Maret 1946. Amir wafat dalam peristiwa konflik sosial […]

The post 8 Karya Amir Hamzah yang Terkenal appeared first on HaloEdukasi.com.

]]>
Amir Hamzah

Tengkoe Amir Hamzah yang bernama lengkap Tengkoe Amir Hamzah Pangeran Indra Poeteraatau yang selanjutnya lebih dikenal dengan nama penanya Amir Hamzah merupakan putra Langkat, Sumatra Timur kelahiran 28 Februari 1911. Namun sayang, masa hidup Amir tidak begitu panjang, Amir berpulang pada usia 35 tahun di Binjai, Langkat tanggal 20 Maret 1946. Amir wafat dalam peristiwa konflik sosial berdarah di Sumatra yang disulut oleh Partai Komunis Indonesia.

Amir merupakan sastrawan Indonesia pada angkatan Poedjangga Baroe dan telah dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia berdasarkan SK Presiden RI Nomor 106/ tahun 1975, tanggal 3 November 1975.

Amir Hamzah diperkirakan telah menulis lima puluh puisi, delapan belas potongan puisi prosa, dua belas artikel, empat cerita pendek, tiga koleksi puisi dan satu buku karya asli. Sebagian besar karya-karya Amir diterbitkan dalam Poedjangga Baroe. Buku-buku yang berisikan kumpulan puisi Amir Hamzar diberi judul Njanji Soenyi (EYD : Nyanyi Sunyi) dan Boeah Rindoe (EYD : Buah Rindu). Puisi karya Amir menyiratkan tentang cinta, agama dan konflik bathin yang mendalam. Amir disebut sebagai “Raja Penyair Zaman Poedjangga Baroe” dan menjadi satu-satunya  penyair Indonesia berkelas internasional dari era pra-Revolusi Nasional Indonesia.

Setelah wafat pada tahun 1969 Amir secara anumerta dianugerahi Satya Lencana Kebudayaan dan Piagam Anugrah Seni. Setelah dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia, sebuah taman yang di Jakarta di dekat Monumen Nasional dinamai dengan namanya yaitu Taman Amir Hamzah. Dari sudut pandang pujanggan lain, karya-karya Amir dianggap karya sastra terbaik yang mengungguli eranya. Berikut pembahasan mengenai beberapa karya Amir Hamzah.

1. Padamoe Djoea (EYD : Padamu Jua)

Padamu Jua adalah puisi karya Amir Hamzah yang paling banyak mendapat pujian. Puisi ini diterbitkan dalam Nyanyi Sunyi pada tahun 1927. Puisi ini terdiri dari 28 baris dan merupakan puisi bertemakan Ketuhanan.

Puisi ini menceritakan pertemuan Amir dengan Tuhan, dan pertemuan sepasang kekasih. Puisi ini menggambarkan sebuah cinta yang tak sampai yang harus direlakan sang penyair. Penyair menggambarkan bagaimana kecemburuan Tuhan membuat ia tidak dapat meraih cinta yang didambakan.

Penyair merasa kecewa dan dipermainkan oleh Tuhan. Namun kenyataan menyatakan jika penyair tidak dapat meninggalkan Tuhan. Penyair kemudian memasrahkan diri kembali pada Tuhan dan menunggu hingga Tuhan mau menemui dirinya. Puisi ini sering muncul dalam pelajaran Bahasa Indonesia tingkat sekolah menengah atas.

2. Doa

Puisi berjudul Do aini merupakan salah satu puisi yang mengangkat sisi religious seorang Amir Hamzah. Dalam puisi ini penggunaan kata “kekasih” ditujukan kepada Tuhan. Hal ini ditunjukan dengan waktu sang penyair bertemu dengan kekasih yang ia sebutkan. Waktu pertemuan tersebut adalah malam ketika penyair melakukan shalat. Dalam puisi ini juga mengandung permohonan yang ditujukan pada Tuhan. Permohonan ini ia ajukan agar hatinya merasa lebih senang, tentram dan damai.

3. Hanya Satu

Puisi Hanya Satu juga merupakan puisi yang bertemakan Ketuhanan. Puisi ini terdiri dari 7 bait puisi. Bait pertama puisi mengisahkan mengenai keagungan dan kuasa Tuhan. Kuasa Tuhan dapat mendatangkan bencana yang bahkan dapat membinasakan kehidupan manusia. Hal ini dilakukan Tuhan untuk mendatangkan ketakutan dalam hati manusia.

Bait selanjutnya menggambarkan manusia yang berusaha lari dari bencana namun Tuhanlah penentu segalanya. Kemudian manusia berharap bahwa hidupnya akan diselamatkan karena sudah menahan kepahitan, namun Tuhan hanya mementingkan Nuh dan keluarganya. Hal ini karena Tuhan merasa murka pada manusia yang mengabaikan teguranNya.

Dalam puisi ini menggambarkan timbal balik hubungan Tuhan dan manusia. Dalam hubungan yang relasional kedua pihak harus menunjukkan keterlibatan secara penuh dan aktif.

4. Berdiri Aku

Puisi Berdiri Aku menggambarkan kisah kesedihan yang mendalam yang dirasakan oleh penyair. Hal ini dikarenakan cinta penyair yang harus kandas disebabkan keharusannya untuk memenuhi tanggung jawab pada keluarga dengan menikahi gadis pilihan keluarganya yang tidak lain adalah putri dari pamannya sendiri.

Kesedihan penyair dituangkan melalui caranya memandang keindahan alam dan meresapi ombak dan angin yang bertiup. Meski mengalami kesulitan, dalam puisi ini penyair memberikan pesan untuk menyerahkan diri selalu pada jalan yang diberikan Tuhan.

5. Malam

Puisi ini menggambarkan kebahagiaan penyair. Kebahagiaan ini bersumber pada pertemuannya dengan sang pujaan hati. Bagi sang penyair, gadis pujaannya merupakan gadis yang sangat cantik dan bersinar. Dalam puisi ini digambarkan bahwa sang kekasih terlihat indah, bersinar dan menawan hati. Kerinduan yang mendalam pula tergambar dalam puisi ini. Rindu tersebut bahkan sudah tidak dapat dibendung lagi, sehingga ketika bertemu, kebahagiaan menjadi memuncak.

6. Berlagu Hatiku

Berlagu Hatiku adalah salah satu puisi yang terdapat dalam buku kumpulan puisi berjudul Buah Rindu. Berlagu Hati tersusun dari tiga bait puisi dengan empat baris pada tiap baitnya. Puisi ini menggambarkan suasana hati yang gembira namun tetap syahdu. Kebahagiaan terpancar dari cara penyair mengekspresikan dirinya dengan bernyanyi bahkan sambil memainkan seruling. Sisi bahagia ini akan baik untuk dipertahankan karena suatu kesedihan adalah hal yang tidak ada gunanya.

7. Di Dalam Kelam

Puisi ini terdapat dalam kumpulan puisi Nyanyi Sunyi. Puisi ini menceritakan penggambaran kehidupan di neraka. Dimana dituliskan mengenai api yang menjilat dan menghanguskan segalanya menjadi debu. Pada puisi ini juga penyair memohon kemurahan dari Tuhan.

8. Memuji Dikau

Dari judul puisi sudah dapat terlihat bahwa ini adalah satu lagi puisi Amir yang ditujukan kepada Tuhan. Puisi ini mengandung kesetiaan penyair dengan jalan bersujud, berzikir dan menyanyikan lagi untuk Tuhan.

The post 8 Karya Amir Hamzah yang Terkenal appeared first on HaloEdukasi.com.

]]>