Daftar isi
Indonesia merupakan negara yang kaya akan kebudayaan dan keseniannya. Seni tari salah satunya. Seni tari di Indonesia ada berbagai macam jenisnya.
Setiap suatu daerah pasti memiliki seni tari sebagai salah satu ciri khas dari daerah tersebut. Sama halnya dengan Papua. Papua memiliki seni tari yang khas yaitu Tari Sajojo. Tari ini tidak hanya dikenal di kalangan masyarakat Papua melainkan hingga ke mancanegara.
Tarian Sajojo diambil dari lagu Sajojo yang merupakan lagu pengiring tarian Sajojo. Lagu sajojo sendiri memiliki makna seorang gadis desa yang didambakan oleh keluarga dan para pria di desanya.
Tarian sajojo dilakukan oleh sekelompok penari sehingga menimbulkan suatu kekompakan. Kekompakan itulah yang menggambarkan semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat Papua setempat.
Sebenarnya asal usul dari Tari Sajojo ini belum bisa dipastikan. Banyak sumber yang mengatakan bahwa Tari Sajojo sudah ada sejak tahun 1990-an. Tarian Sajojo ini sangat khas dan penuh dengan keceriaan.
Maka karena itu, tarian Sajojo kemudian terkenal dan berkembang di kalangan masyarakat Papua. Tidak hanya masyarakat Papua saja yang mengenal tari Sajojo, melainkan sudah hingga ke mancanegara.
Sebenarnya, gerakan dari tarian Sajojo ini tidak terlalu menggambarkan lirik dari lagu Sajojo. Namun, irama lagu Sajojo sangat identik dengan keceriaan yang terdapat dalam lagu tersebut dan sangat cocok dengan gerakan dari Tari Sajojo.
Karakteristik dari tarian Sajojo ini terletak pada kostum si penarinya yang sangat unik yaitu di penari laki-laki bertelanjang dada dan ada lukisan di bagain tubuhnya. Disamping itu juga gerakannya yang sangat mudah diingat dan dihafal.
Gerakan tari Sajojo juga mengandung unsur keceriaan dan juga tegas.
Ada beberapa fungsi dari tari Sajojo, diantaranya:
Gerakan pada tari Sajojo ini fokus pada gerakan kaki dan juga loncatan. Gerakan kaki ke arah depan, belakang, kanan dan kiri. Tarian Sajojo memiliki gerakan yang tegas.
Langkah-langkah dasar pada tari Sajojo, yaitu:
Pola lantai yang baik akan menambah keindahan, kekompakan, kerapihan pada tari Sajojo. Biasanya pola lantai yang digunakan yaitu berbentuk V, lingkaran, sejajar atau bisa juga berbaris.
Lagu yang digunakan untuk mengiringi tari Sajojo berjudul Sajojo. Lagu Sajojo ini sudah sangat terkenal sekali di seluruh wilayah Indonesia maupun berbagai negara.
Tarian ini bisa ditarikan tanpa menggunakan alat musik pengiring atau juga bisa menggunakan alat musik pengiring seperti tifa, gitar, keyboard, biola dan tentunya seorang penyanyi.
Pada umumnya, pakaian kostum yang digunakan pada saat menari tari Sajojo sama dengan busana tarian Papua yang lainnya. Kostum penari Sajojo terdiri dari 6 bagian, diantaranya:
1. Lukisan khas Papua
Bagi penari laki-laki di Papua, bertelanjang dada merupakan hal umum yang dilakukan ketika sedang mementaskan sebuah tarian. Namun, badan penari Sajojo tidak dibiarkan begitu saja. Melainkan, lukisan-lukisan flora dan fauna yang khas dari Papua di bubuhkan ke wajah, tangan serta kaki si penari.
Tidak hanya penari pria saja yang badannya terdapat lukisan khas Papua. Namun, penari wanita pun juga ada lukisan di bagian tubuhnya. Hanya saja sekarang ini, perempuan penari Sajojo menggunakan pakaian yang menutup badannya dengan kain atau baju.
Warna cat yang digunakan untuk melukis bagian tubuh penari Sajojo yaitu berwarna putih, merah dan hitam.
2. Penutup kepala
Penutup kepala sendiri memiliki fungsi guna menutupi kepala si penari. Bentuk dari penutup kepala ini memiliki nuansa alam. Penutup kepala untuk penari Sajojo terbuat dari bahan ijuk yang dibuat melingkari kepala si penari.
Sedangkan bagian penutupnya dibuat dari daun sagu yang sudah kering kemudian dirajut dengan sangat teliti dan harus rapi. Kemudian, bagian penutup kepala digunakan bulu burung kasuari.
3. Kalung
Kalung merupakan aksesoris pada tarian Sajojo yang digunakan oleh penari pada bagian leher. Ukuran kalung yang digunakan pada penari Sajojo beraneka ragam bentuknya, ada yang kecil, besar bahkan ada yang panjang.
Kalung ini terbuat dari kerang, kayu, tulang, batu dan juga gigi binatang. Kalung tersebut dibentuk sedemikian rupa menyerupai liontin iko Papua seperti, patung asmat, burung cendrawasih dan juga honai.
4. Gelang
Gelang merupakan aksesoris yang digunakan atau dipakai oleh penari Tari Sajojo. Gelang ini tidak hanya digunakan pada tangan, melainkan juga digunakan di kaki sang penari. Gelang yang digunakan oleh penari ini berbentuk seperti rok rumbai.
Gelang ini terbuat dari ijuk, rafia dan daun sagu kering. Bisa juga gelang ini terbuat dari rafia yang berwarna kemudian dibuat melingkar.
5. Rok rumbai
Rok rumbai ini yang menjadi keunikan atau khas dari Tarian Sajojo. Baik penari pria maupun wanita menggunakan rok rumbai ini pada saat menari. Rok rumbai ini terbuat dari daun rumbia, ijuk dan juga daun sagu yang sudah kering.
Namun, sekarang juga ada yang menggunakan rafia yang berwarna warni. Rok rumbai menutup bagian bawah mulai dari pinggang sang penari hinga lutut. Rok rumbai ini memiliki arti yaitu kedekatan masyarakat dengan alam sekitar.
6. Senjata
Salah satu properti yang wajib ada pada saat tari Sajojo yaitu senjata yang berupa tombak atau busur panah. Senjata ini dapat mempertegas gerakan dari Tari Sajojo.
7. Tifa
Tifa merupakan alat musik tradisional yang digunakan sebagai pengiring dari tarian Sajojo. Tifa terbuat dari kayu yang dilubangi tengahnya. Bentuk dari tifa hampir mirip dengan kendang.
Yang membedakan tifa dengan kendang yaitu jika suara tifa lebih ringan dibandingkan kendang. Tifa hanya memiliki satu suara saja. Tifa digunakan untuk pengatur irama juga sebagai suara utama.
Tata rias pada penari Sajojo ini menjadi ciri khas dan keunikan sendiri dari Tari Sajojo. Riasan diberikan di wajah yaitu pada mata, hidung dan juga pipi. Riasan ini mneggunakan warna putih.
Sedangkan untuk riasan lainnya menyesuaikan sesuai kebutuhan, seperti bedak, lipstik, alis , eyeshadow dan yang lainnya.