Bahasa Mandarin

6 Tata Huruf Tionghoa Liushu ”六书“

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Sekitar dua ribu tahun yang lalu Xu Shen memperkenalkan enam cara menciptakan atau membuat aksara Tionghoa yang dikenal dengan sebutan Liushu atau Enam Peraturan Huruf Tionghoa. Xu Shen memperkenalkan enam cara menciptakan aksara Tionghoa tersebut melalui buku yang telah ia susun yang jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia yaitu berjudul Macam-macam Uraian Aksara.

Enam peraturan menciptakan aksara Tionghoa yakni yang pertama, aksara yang menggambarkan bentuk benda atau bisa dikatakan aksara yang merupakan gambaran figur atau bentuk konkrit suatu benda, misalnya 山,日,水,月. Kemudian yang kedua adalah aksara yang terbentuk berdasarkan simbol atau tanda simbolis yang biasanya menggunakan huruf piktograf dengan menambahkan pentunjuk atau tanda, misalnya 上,下, 本, 刃。

Peraturan ketiga yakni arti atau makna keseluruhan dari aksara Tionghoa terbentuk dari gabungan arti dari setiap bagian. Maksudnya adalah menggabungkan makna atau arti dari dua aksara atau lebih, seperti aksara 林,看,晶,休。

Keempat aksara atau huruf Piktofonetik, yaitu aksara yang terbentuk dari komponen piktograf lambang arti ditambah dengan komponen lambang bunyi atau pelafalan sehingga kemudia membentuk sebuah aksara baru, misalnya aksara 们,近,问,功。

Kemudian peraturan yang kelima yaitu aksara dengan keterangan ganda, maksudnya adalah membuat aksara baru dengan cara menambahkan lambang arti pada huruf uang telah ada sebelumnya. Misalnya aksara ”然“ arti asalnya ialah ”燃烧“ (pembakaran/membakar), kemudian yang digunakan hanya aksara “然” yang menyatakan “这样 (begini), 如此 (demikian”.

Sehingga dari keterangan peraturan kelima dalam menciptakan atau membuat aksara Tionghoa dapat dipahami bahwa setiap perbedaan tambahan aksara memiliki makna atau arti yang berbeda meskipun aksara asalnya sama.

Peraturan terakhir dalam menciptakan aksara Tionghoa yakni menggunakan atau meminjam aksara yang berlafal sama untuk menunjukkan arti yang berbeda. Sebagai contoh yaitu aksara 我,makna sebenarknya dari aksara 我 adalah senjata dan memiliki lafal “wo”. Lafal “wo” dipinjam untuk menyatakan “wo (saya)”.