Geografi

Busur Sunda: Pengertian, Klasifikasi dan Manfaat

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Pernahkah Anda mendengar tentang Busur Sunda? Mungkin bagi kebanyakan orang kata ini merupakan kata baru yang belum pernah di dengar.

Ada beberapa hal terkait Busur Sunda yang wajib Anda ketahui, mulai dari apa itu Busur Sunda, perkembangan tektonik paparan Sunda, Klasifikasi Busur Sunda, hingga manfaat dari tatanan lempeng tektonik Indonesia.

Apa itu Busur Sunda?

Busur Sunda ialah busur vulkanik di Indonesia yang membentuk pulau Jawa, Sumatra, Kepulauan Sunda Kecil, dan Selat Sunda. Busur ini dicirikan oleh serangkaian gunung berapi. Busur vulkanik merupakan batas konvergen di mana lempeng tektonik Eurasia di bawah Indonesia bertemu dengan lempeng Australia dan India. Perlu Anda ketahui bahwa, Teluk Benggala dan Samudra Hindia terletak di lempeng Australia dan India.

Busur Sunda adalah busur vulkanik khas yang mencakup semua fitur geodinamika biasa. Lempeng tektonik Australia dan India menunjam di bawah Lempeng Burma dan Lempeng Sunda, dan tumbukan lempeng tektonik tersebut menyebabkan terjadinya deformasi tektonik yang membentuk Palung Jawa.

Lempeng India menunjam di bawah Lempeng Burma dengan kecepatan 2,5 inci per tahun. Pada bulan Desember 2004, tekanan yang diciptakan oleh subduksi mengakibatkan megathrust Lempeng Burma, akibatnya menyebabkan gempa bumi bawah laut di Samudra Hindia yang mengakibatkan tsunami 2004, yang mana kejadian tersebut sudah banyak diketahui orang.

Perkembangan Tektonik Paparan Sunda

Sebelum Anda mengetahui lebih terkait perkembangan tektonik paparan Sunda, sudah tahukah Anda apa itu paparan Sunda? Paparan Sunda yakni bagian- bagian heterogen yang ialah bagian dari Laut Tethys serta pula kombinasi dari sebagian bagian fragmen Gondwana.

Lalu karena pecahnya Benua Gondwana, lempeng mikro Sunda bisa terbentuk. Pecahnya Benua Gondwana menimbulkan kepingan-kepingan fragmen Benua Gondwana beranjak ke utara serta membentur bagian pinggir selatan Asia alhasil terbentuklah Lempeng Mikro Sunda.

Perkembangan tektonik paparan Sunda sepanjang tersier hingga saat ini dipengaruhi oleh adanya benturan antara Asia dan India.

Klasifikasi Busur Sunda

Busur Sunda di klasifikan menjadi dua yakni Busur Sunda Timur dan Busur Sunda Barat. Berikut ini adalah penjelasan dari keduanya.

Busur Sunda Timur

Pulau Jawa memiliki penampang yang serupa semacam pulau Sumatera. Tidak hanya itu, sabuk pegunungan magmatik ialah perkembangan dari pulau Sumatera.

Batuan vulkanik yang ada di pulau Jawa relatif baru atau muda, lebih berair dengan dasar yang terbilang sudah berumur atau tua semenjak era tersier dini, tidak hanya itu ada singkapan batuan yang sudah terdapat semenjak era pre- eosen.

Setelah itu, dari ujung penunjaman subduksi di area subduksi pulau Jawa, mempunyai ujung penunjaman yang lebih terjal bila dibanding dengan ujung penunjaman di pulau Sumatra. Perihal ini sebab usia subduksi di pulau Jawa lebih tuas jika dibandingkan dengan usia subduksi di pulau Sumatera.

Perihal ini berlangsung sebab adanya lempeng dengan formasi yang serupa namun mempunyai usia yang lebih tuas hingga lempeng itu hendak mempunyai densitas yang lebih besar yang alhasil bisa menciptakan ujung penunjaman yang lebih terjal.

Lalu, kedalaman palung di pulau Jawa kian mengecil ke arah tenggara, yang sedangkan itu kedalaman palung di selatan pulau Jawa menggapai 6000 sampai 7000 meter.

Busur Sunda Barat

Lempeng Indo-Australia menunjam Indonesia dengan kecepatan 6 hingga 7 centimeter per tahunnya, dimana posisi penunjaman itu terletak di dasar pulau Jawa serta Sumatera.

Arah subduksi di pulau Jawa adalah tegak atau berdiri lurus dengan jalur Jawa selaku rute subduksi, alhasil disebut sebagai subduksi tegak. Sebaliknya, pulau Sumatera terpenggal oleh patahan- patahan besar yang sejajar dan sumbunya memanjang selama pulau Sumatera di arah barat laut hingga tenggara.

Bentuk tektonik serta geogologi di Sumatera yakni terdapatnya pegunungan vulkanik yang berbentuk bukit barisan, sesar Sumatera, Cekungan minyak serta ngarai. Terdapatnya subduksi aktif serta patahan atau penggalan di Sumatera menimbulkan timbulnya Bukit Barisan sejajar sesar, yang ialah susunan dataran tanah yang terangkat.

Sesar itu ialah sesar mendatar kanan atau disebut sebagai dextral Sumatera yang membuat pola rekahan selama sesar, beberapa hal telah terjadi reaksi kepada aksi gesernya.

Lalu, panjang sesar Sumatera itu menggapai 1900 km, dalam sesar Sumatera ada 3 zona yang perlu Anda perhatikan. Apa saja zona tersebut? Zona tersebut ialah Zona Subduksi, Zona Silver Plate dan Sesar Sumatera yang berupa sesar mendatar kanan.

Manfaat dari tatanan lempeng tektonik Indonesia

Perlu Anda ketahui bahwa penyebaran mineral yang ekonomis di Indonesia saat ini tidak dilakukan secara menyeluruh. Sama halnya dengan penyebaran batuan, penyebaran mineral ekonomis tersebut amat dipengaruhi oleh aturan geologi Indonesia yang kompleks. Dikarenakan terjadi hal-hal tersebut, usaha-usaha pencarian terkait mineral ekonomis sudah dicoba oleh banyak orang.

Mineral ekonomis merupakan mineral materi galian serta energi yang memiliki nilai yang ekonomis. Mineral metal/logam yang tercantum kalangan ini merupakan tembaga, besi, kencana, perak, timah, nikel serta aluminium.

Mineral non metal/non logam yang tercantum kalangan ini merupakan fosfat, mika, sulfur, fluorit, mangan. Mineral pabrik/industri merupakan mineral bahan dasar serta bahan penolong dalam kegiatan industri, misalnya felspar, ziolit, diatomea.

Itulah penjelasan dari apa itu Busur Sunda, perkembangan tektonik paparan Sunda, klasifikasi Busur Sunda yang diklasifikasikan menjadi dua yakni Busur Sunda Timur dan Busur Sunda Barat, serta manfaat dari tatan lempeng tektonik Indonesia.