Bahasa Daerah

Cangkriman Blenderan: Pengertian dan Contohnya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Pernah mendengar kata cangkriman? Cangkriman sendiri sebuah kata-kata yang berupa teka-teki yang sumbernya tidak diketahui, namun karena mengasyikkan dan mengasah otak, maka Cangkriman disukai masyarakat Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Meskipun belum diketahui sumbernya, Cangkriman mampu berkembang dengan sendiri dan bertahan sampai ke generasi muda sekarang.

Dari keempat jenis Cangkriman, salah satunya ada Cangkriman Blenderan ini. Dan sekarang kami akan membahas tentang Cangkriman jenis ini.

Pengertian Cangkriman Blenderan

Cangkriman blenderan yaiku cangkriman kang awujud plesetan pitakonan kanggo ngecoh lawane. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yaitu, cangkriman blenderan adalah cangkriman yang wujudnya berupa pertanyaan plesetan untuk membuat bingung lawan bicara.

Contoh Cangkriman Blenderan

  • Wong ketiban duren bakal sugeh pari“, dijawab: pari karepe paringisan amarga kelaran. (Terjemahan; Orang yang tertimpa duren jatuh akan kaya padi. Maksudnya bukan padi tetapi kata ‘pari’ maksudnya paringisan karena kesakitan).
  • Tulisane arab, macane saka ngendi?”, dijawab: macan ya saka alas. (Terjemahan; Tulisannya arab, membacanya darimana?. Kata ‘macane’ buka berarti membacanya, tetapi macan/ binatang macan dari hutan).
  • Saiki ula-ula ora ana sing mandi“, dijawab: ula-ula balungan ing geger. (Terjemahan; Sekarang ular-ular tidak ada yang berbisa. Kata ‘ulo-ulo’ bukan berarti ular-ular tetapi tulang iga di punggung).
  • Biru bisane dadi wungu dikapakake?”, dijawab: Digebug. (Terjemahan; Biru supaya bisa menjadi ungu diapakan?. Kata ‘biru’ bermaksud babi turu/ babi tidur, dan wungu maksudnya adalah agar bangun dari tidur, berarti harus di pukul).
  • Wong dodol tempe ditaleni“, =dijawab: Sing ditaleni dudu wonge, nanging tempene. (Terjemahan; Orang jual tempe diikat, maksudnya bukan orangnya yang diikat tetapi tempenya).
  • Wong dodol klapa dikepruki“, dijawab: Sing dikepruki dudu wonge, nanging klapane. (Terjemahan; Orang jual kelapa dipukuli, maksudnya yang dipukuli bukan orangnya tetapi kelapanya).
  • Gajah ngidak endhog ora pecah“, dijawab: Sing ora pecah gajahe. (Terjemahan; Gajah menginjak telur tidak pecah, maksudnya yang tidak pecah gajahnya).
  • “Wong mati ditunggoni wong mesam-mesem”, dijawab: Sing mesam-mesem dudu wong mati, nanging sek nunggoni. (Terjemahan; Orang mati ditunggu orang senyum-senyum, maksudnya yang senyum bukan orang mati tetapi yang menunggu).
  • Enak endi daging kucing karo daging pitik?” Jawab: tidak tahu, karena baik memilih daging kucing atau ayam maka sama saja penjawab pernah makan daging kucing.
  • Gajah numpak becak ketok apane?” Jawab: ketok ndobose
  • Suru supaya bisa mlayu dikapakake?” Jawab: Digebuk, suru maksudnya asu turu.
  • Tulisane arab, macane saka ngendi?” Jawab: saka alas, macane tidak diartikan membaca, tapi hewan macan.
  • Sandhal sing dakgawe iki cap ratu.” jawab: ratu maksudnya ra tuku, bukan merk ratu.