Ekonomi

5 Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Jam Kerja Agregat

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Istilah mengenai jam kerja agregat ini mungkin masih sangat asing untuk didengar di sebagian orang. Padahal tanpa disadari perihal jam kerja agregat ini sangat berhubungan dengan pekerjaan yang biasa kita lakukan sehari hari. Secara umum, jam kerja agregat ini bisa diartikan sebagai jumlah total dari jam kerja semua pekerja dalam periode tertentu.

Atau dalam kata lain bisa diartikan sebagai jumlah keseluruhan dari jam kerja yang dipergunakan oleh tenaga kerja untuk bisa memproduksi suatu produk di sebuah perusahaan. Jam kerja agregat ini bisa dihubungkan dengan kualitas dari produk yang dihasilkan. Terlebih kebanyakan perusahaan telah menggunakan mesin untuk melakukan produksi barangnya. Sehingga total dari jam kerja yang berdampak pada kualitas produk yang dihasilkan ini masih sangat ambigu.

Bisa saja dengan hanya menggunakan tenaga kerja manusia, jumlah jam kerja yang diperlukan semakin lama semakin menentukan tingkat kualitas yang baik. Begitupun dengan perusahaan perusahaan yang telah menggunakan mesin, walaupun jumlah jam kerjanya relatif rendah, namun produk yang dihasilkan kualitasnya tetap bisa terjaga. Berikut merupakan beberapa faktor yang mempengaruhi jumlah jam kerja agregat.

1. Meningkatnya Pertumbuhan Populasi

Tidak bisa dipungkiri bahwa jumlah populasi manusia yang ada di dunia semakin banyak dan akan terus menerus bertumbuh dari waktu ke waktu. Hal ini bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pernikahan dini, keinginan masyarakat untuk memiliki banyak anak, tidak optimalnya program dua anak cukup dan lain sebagainya. Hal itu sangat berdampak pada jumlah populasi manusia yan ada.

Dan sangat memungkinkan dengan populasi manusia yang sebesar itu, maka jumlah dari angkatan kerjanya pun akan mengalami peningkatan secara drastic. Karena pada dasarnya, seperti yang terjadi sekarang ini bahwa jumlah penduduk Indonesia yang sedang berada pada masa produktifnya sangat besar dibandingkan dengan kelompok penduduk lainya.

Dan jumlah dari angkatan kerja ini tentunya secara langsung berdampak pada tingginya jumlah jam agregat. Hal itu bersesuaian dengan rumus penentuan jumlah jam agregatnya. Semakin banyak angkatan kerjanya semakin besar pula jam agregat yang dihasilkan. Karena antara jumlah jam kerja agregat dengan jumlah angkatan kerja berbanding lurus.

2. Tingkat Partisipan Angkatan Kerja

Pernyataan yang satu ini sangat berkaitan dengan seberapa banyak jumlah populasi penduduk yang berada pada masa produktifnya. Tentunya hal tersebut berhubungan dengan tingkat kemungkinan semua penduduk dalam masa produktif tersebut aktif bekerja atau justru sedan mencari pekerjaan.

Dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk yang memutuskan untuk mencari pekerjaan dan berupaya untuk produktif untuk menghasilkan karya ini akan membawa dampak pada meningkatnya jumlah angkatan kerja. Dan seperti yang dipaparkan tadi semakin tingginya jumlah angkatan kerja maka semakin tinggi pula total jam kerja agregat yang diperlukan. Karena keduanya memiliki nilai yang berbanding lurus.

3. Jumlah Usia Produktif

Sebenarnya pernyataan ini masih berkaitan dengan pernyataan sebelumnya, dimana jumlah penduduk yang berada dalam usia produktif akan berdampak pada peningkatan dari jumlah angkatan kerja. Semakin seorang individu berada dalam usia produktifnya semakin individu tersebut aktif bekerja di setiap bidang yang diingikannya.

4. Pengaruh Penggunaan Teknologi atau Mesin

Seperti yang kita tahu, sekarang ini sudah berkembang berbagai teknologi produksi yang sangat canggih dan memungkinkan untuk berbagai jenis perusahaan produksi untuk bisa menghasilkan produk dengan jumlah yang banyak dan dengan kualitas yang maksimal.

Namun, penggunaan dari berbagai teknologi dan mesin pendukung produksi ini berdampak secara langsung pada penurunan jam kerja agregat nantinya. Yang mana bisa diartikan tenaga kerja dengan bantuan teknologi dan mesin pendukung tersebut semakin memungkinkan untuk semua produksi berjalan dalam waktu yang sangat singkat.

Dan kualitas dari produknya pun tidak akan berpengaruh atau justru akan semakin maksimal dengan bantuan teknologi.

5. Banyaknya Variasi Pekerjaan

Akhir akhir ini sangat popular jenis pekerjaan paruh waktu atau yang biasa disebut dengan freelancer. Selain pekerjaannya tidak terikat hasil pendapatannya juga lumayan besar. Walaupun effort yang dikeluarkan untuk pekerjaan ini sangat besar. Berbagai variasi dari pekerjaan ini menyebabkan jumlah rata rata jam yang digunakan menjadi menurun dibandingkan dengan biasanya.

Hal itu mungkin dikarenakan, dengan tipe bekerja paruh jam tidak ada rata rata waktu yang ditetapkan secara mutlak. Sehingga pekerjaan bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun.