IPA

Fatamorgana: Proses Terjadinya, Jenis dan Dampaknya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Kata fatamorgana mungkin seringkali kita dengar, sebab istilah ini sering disematkan dalam berbagai karya seni maupun karya sastra. Namun apa itu fatamorgana yang sebenarnya? Simak pembahasannya berikut ini.

Pengertian Fatamorgana

Fatamorgana adalah salah satu wujud dari fenomena alam yang diakibatkan oleh pembiasan cahaya melalui kepadatan yang berbeda. Uniknya fatamorgana memiliki sifat menipu sebab dapat menghasilkan ilusi optik seolah-olah benda tersebut ada padahal faktanya tidak ada. 

Kata fatamorgana diambil dari salah satu saudari Raja Arthur, yakni Faye le Morgana. Ia dipercaya merupakan sosok peri yang dapat mengubah wujudnya sesuai dengan keinginannya. 

Fatamorgana biasanya terjadi di tempat-tempat yang luas seperti gurun pasir, gunung Brocken di Jerman. padang es dan tempat luas lainnya. Fatamorgana di kutub sering terjadi pada hari yang relatif dingin sedangkan fatamorgana biasa terlihat di hari yang relatif panas.

Bentuk fatamorgana sendiri adalah bayangan menyerupai air yang terkena gelombang atau seperti tirai-tirai cahaya. 

Faktor Terbentuknya Fatamorgana

Ada beberapa hal yang harus terpenuhi dahulu sebagai faktor pembentuk fatamorgana. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah sebagai berikut:

  • Perbedaan Indeks Bias Udara

Indeks bias udara adalah sebuah kemampuan membiaskan arah rambat cahaya. Adanya perbedaan indeks udara ini menjadi syarat utama terbentuknya fatamorgana.

Proses paling awal adalah adanya perbedaan kerapatan udara pada medium udara dengan suhu panas atau medium udara dengan suhu dingin. 

Sehingga terjadi perbedaan indeks udara pada keduanya dimana indeks bias udara yang dingin lebih besar daripada indeks bias udara yang hangat.

  • Pembiasan Cahaya

Serupa dengan pelangi, salah satu syarat terbentuknya fatamorgana adalah pembiasan cahaya. Pembiasan cahaya akan terjadi apabila ada perubahan indeks udara dan partikel udaranya renggang karena terkena suhu tinggi. 

Karena hal tersebut lah cahaya matahari yang datang dibiaskan yakni perubahan arah rambat cahaya karena mengenai dua medium dengan kerapatan optik yang berbeda. Cahaya yang dapat dibiaskan adalah cahaya yang arah datangnya tidak tegak lurus bidang batas atau paling kecil datang dari sudut kurang dari 90 derajat.

Apabila dua syarat pada poin sebelumnya sudah terpenuhi maka syarat selanjutnya adalah terdapat pantulan cahaya yang sempurna. Berdasarkan hukum Snellius, apabila cahaya melewati medium yang berbeda kerapatannya serta sudut datang mampu menghasilkan sudut bias 90 derajat dan nilainya lebih besar dari sudut kritis maka cahaya akan terpantul dengan sempurna. 

Proses Pembentukan Fatamorgana

Meskipun sama-sama dihasilkan dari pembiasan cahaya namun antara pelangi dengan fatamorgana memiliki proses yang berbeda. Beberapa tahapan dalam proses pembentukan fatamorgana antara lain sebagai berikut.

  • Proses paling awal dari pembentukan fatamorgana adanya perbedaan kerapatan suhu antara suhu udara rendah dengan suhu udara tinggi yang berada di bagian lapisan atmosfer bumi.  
  • Udara dengan suhu tinggi akan bergerak mendekati permukaan tanah atau kerak bum dan terjebak oleh lapisan udara dengan suhunya lebih rendah berada di atasnya. 
  • Karena adanya pengaruh internal total maka cahaya akan dibiaskan ke arah garis horizontal pada pandangan kemudian berjalan ke atas. 
  • Cahaya yang berada medium indeks bias udara tinggi akan bergerak ke medium indeks bias udara yang lebih rendah.
  • Pembiasan ini lah yang akan terlihat oleh mata makhluk hidup dengan bentuk mirip seperti bayangan air. Fenomena tersebutlah yang kita kenal dengan fatamorgana. 

Jenis-Jenis Fatamorgana

Fatamorgana dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan pada letak bayangan yang dihasilkan. Berikut ini adalah jenis-jenis fatamorgana.

  • Fatamorgana Inferior

fatamorgana jenis inferior adalah yang paling sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari serta dapat dilihat oleh siapapun. Fatamorgana jenis inferior terbentuk ketika  suhu di permukaan baik bumi maupun jalanan beraspal lebih tinggi daripada suhu udara yang ada di atasnya. 

Hal tersebut karena udara panas akan masuk ke dalam permukaan seluruhnya sehingga cahaya yang datang akan dipantulkan. Bentuk dari fatamorgana inferior adalah sekolah terdapat genangan air di bawah suatu objek. Fatamorgana jenis ini sering ditemukan di tempat atau daerah yang memiliki suhu hangat. 

  • Fatamorgana Superior

Fatamorgana superior adalah jenis fatamorgana yang terbentuk ketika suhu di permukaan lebih rendah atau lebih dingin daripada suhu udara pada medium-medium yang ada di dekatnya. 

Kondisi tersebut mengakibatkan suhu dingin terhambat oleh suhu yang lebih panas sehingga menciptakan sebuah bayangan di atas objek. Tidak sama dengan fatamorgana inferior, fatamorgana superior terjadi di daerah-daerah yang bersuhu dingin seperti kutub dan juga di tengah perairan seperti di laut maupun samudera

  • Fatamorgana Lateral

Jenis fatamorgana yang terakhir mirip dengan fatamorgana inferior hanya saja gradien suhu datang dengan arah horizontal seperti pada dinding bangunan atau bidang vertikal. Sehingga akan menghasilkan bayangan fatamorgana tepat di samping objek. 

Fatamorgana lateral terbentuk ketika bidang vertikal lebih panas daripada suhu udara di sekitarnya sehingga medium udara merenggang. 

Dampak Fatamorgana 

Fenomena ilusi optik ini ternyata memberikan dampak bagi kita. Apa saja dampak dari fatamorgana? Berikut penjelasannya. 

  • Salah Penafsiran Tata Letak Kota

Bagaimana sebuah fatamorgana dapat mengakibatkan kesalahan dalam penafsiran tata letak kota? Hal ini bisa saja terjadi karena bayangan-bayangan fatamorgana menyebabkan benda-benda tidak ada menjadi seolah ada. 

Kesalahan tafsir ini terjadi ketika mengambil gambar tentang letak suatu kota dan sebagainya.

  • Menimbulkan Kelelahan

Fatamorgana umumnya terjadi di pasang pasir dimana bentuknya mirip dengan oase yakni daerah yang subur di tengah-tengah gurun. Bagi orang-orang yang sedang melintas di sana, oase adalah hal yang berharga karena memiliki air sehingga banyak yang berusaha untuk sampai kesana. 

Namun karena fatamorgana makan oase tersebut hanyalah tipuan semata dan hanya memberikan kelelahan tak berarti. 

Contoh Fatamorgana

Fatamorgana memang paling sering terjadi di kutub dan padang pasir namun bukan berarti tidak bisa kita lihat di tempat lain dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini adalah contoh fenomena alam fatamorgana dalam kehidupan kita. 

  • Bayangan Kapal

Fatamorgana dapat terjadi di sekitar pelabuhan dimana nampak seperti adanya bayangan kapal sehingga kapal tersebut terlihat seolah-olah terbang. Bayangan kapal ini adalah contoh dari fatamorgana jenis superior. 

  • Bayangan pada Siang dan Sore Hari

Contoh fatamorgana yang paling dekat dengan kita adalah bayangan pada siang dan sore hari. Bayangan ini akan tercipta ketika hari sedang terik sehingga lapisan udara menjadi panas di atas permukaan dan menciptakan bayangan seperti genangan. 

  • Fatamorgana di Norwegia

Di Norwegia pada 17 Agustus 2009 lalu pernah terjadi penampakan fatamorgana di 4 meter di atas permukaan laut. Fatamorgana ini membentuk pantulan bayangan objek yang melayang di atas tebing-tebing es.

  • Fatamorgana Kota Terbalik

Bayangan fatamorgana bisa saja terbalik dengan objek aslinya. Hal ini lah yang pernah terjadi di Michigan Amerika Serikat dan di China. Efek dari fatamorgana ini adalah seolah terdapat kota melayang dan terbalik di udara. 

Bayangan- bayangan tersebut berasal dari gedung gedung yang ada di bawahnya.