Bahasa Indonesia

Interogativa: Pengertian – Jenis dan Contoh Kalimatnya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai interogativa, mulai dari pengertian hingga jenis-jenisnya dalam bahasa Indonesia. Simak pembahasan berikut ini.

Pengertian Interogativa

Kridalaksana (2005:88) mendefinisikan interogativa sebagai kategori dalam kalimat interogatif yang berfungsi menggantikan sesuatu yang ingin diketahui oleh pembicara atau mengukuhkan apa yang telah diketahui pembicara. Apa yang ingin diketahui dan apa yang dikukuhkan disebut dengan anteseden.

Interogativa atau kata tanya merupakan kata yang digunakan untuk menanyakan atau mengukuhkan sesuatu. Interogativa dapat kita temukan dalam kalimat interogatif.

Kalimat interogatif menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah bentuk verba atau tipe kalimat yang digunakan untuk mengungkapkan pertanyaan.

Kalimat interogatif atau kalimat tanya secara formal ditandai dengan penggunaan kata tanya seperti apa, siapa, kapan, mengapa dan bagaimana. Pada ragam tulis kalimat interogatif diakhiri dengan tanda tanya (?) dan pada ragam lisan dengan suara atau intonasi naik.

Jenis Interogativa

Interogativa terbagi menjadi interogativa dasar, interogativa turunan dan interogativa terikat.

  • Interogativa dasar misalnya apa, bila, kapan, bukan, mana, dan masa.
  • Interogativa turunan, misalnya apabila, apakah, apaan, apa-apaan, bagaimana, bagaimanakah, berapa, betapa, siapa, yang mana, di mana, ke mana, manakah, kenapa, mengapa, dan sebagainya.
  • Interogativa terikat misalnya kah dan tah.

Contoh Kalimat Interogativa

Apa?

  • Kata tanya yang digunakan untuk menanyakan nomina yang bukan manusia. Misalnya:
    • Apa yang menyebabkan kamu tidak hadir ke sekolah?
    • Apa yang menyebabkan lantai ini basah?
    • Ibu membeli apa?
    • Dengan apa kita membawa semua barang ini?
  • Digunakan untuk menanyakan ungkapan yang dapat dipercaya, disangsikan, disangkal, atau dibuktikan benar tidaknya yang jawabannya mungkin berlawanan. Misalnya:
    • Apa paket dariku sudah sampai?
    • Apa hadiah dari kami sudah kamu terima?
  • Digunakan untuk mengukuhkan apa yang diketahui oleh penuturnya. Misalnya:
    • Apa itu benar?
    • Apa benar begitu?
  • Digunakan dalam kalimat retoris. Misalnya:
    • Apa kau tidak merasa bersalah setelah membohongi kami?
    • Apa salahnya kami meminta maaf terlebih dahulu?

Bila?

  • Kata tanya yang digunakan untuk menanyakan waktu. Misalnya:
    • Bila kamu berangkat?
    • Bila ayah datang?

Kapan?

  • Kata tanya yang digunakan untuk menanyakan waktu. Misalnya:
    • Kapan ayah dan ibu sampai?
    • Kapan kakek dan nenek datang?
    • Kapan kita pergi?

Mana?

  • Kata tanya yang digunakan untuk menanyakan salah seorang atau salah satu benda atau hal dari suatu kelompok (kumpulan). Misalnya:
    • Mobil mana yang kosong?
    • Rumah mana yang kosong?
  • Digunakan untuk menanyakan pilihan. Misalnya:
    • Mana yang menurutmu cocok, yang merah atau yang hijau?
    • Mana yang menurutmu menarik, Ani atau Rini?

Bukan?

  • Kata tanya yang digunakan untuk mengukuhkan isi, proposisi, atau maksud suatu pernyataan. Letaknya setelah pernyataan. Misalnya?
    • Anda jadi pergi, bukan?
    • Engkau jadi pergi, bukan?

Masa?

  • Digunakan untuk menyatakan ketidakpercayaan dan sifatnya retoris. Misalnya:
    • Dia sudah pergi, masa?
    • Katanya dia sudah pulang, masa?

Apabila?

  • Digunakan untuk menanyakan waktu pada bahasa kesusastraan Melayu Klasik atau bahasa yang agak arkais. Misalnya:
    • Apabila Baginda tiba?
    • Apabila Permaisuri tiba?

Apakah?

  • Digunakan untuk menanyakan benda bukan manusia. Misalnya:
    • Apakah yang menyebabkan tanah longsong?
    • Apakah penyebab kecelakaan ini?
  • Digunakan untuk menanyakan nama (sifat, jenis, dan sebagainya). Misalnya:
    • Ular apakah ini?
    • Pohon apakah ini?
  • Digunakan untuk menyatakan pilihan dan menegaskan informasi yang ingin diketahui. Misalnya:
    • Apakah hadiah dariku sudah sampai?
    • Apakah suratku sudah sampai?

Apaan?

  • Digunakan untuk menanyakan tindakan, tanpa mengharapkan jawaban pada cakapan atau ragam tidak baku.
  • Digunakan dalam ragam tidak baku seperti halnya dengan apa, terkadang menggunakan nada yang meremehkan.
    • Makanan apaan ini?
    • Baju apaan ini?
    • Mainan apaan ini.

Apakala?

  • Digunakan untuk menanyakan waktu pada bahasa arkais seperti apabila.

Apa-apaan?

  • Digunakan untuk menanyakan tindakan dengan agak meremehkan, tanpa mengharapkan jawaban pada ragam tidak baku. Misalnya:
    • Pekerjaan apa-apaan ini?
    • Perbuatan apa-apaan ini?

Bagaimana?

  • Digunakan untuk menanyakan cara atau perbuatan (umumnya diikuti kata cara). Misalnya:
    • Bagaimana cara membuat jus mangga?
    • Bagaimana caranya bersekolah di luar negeri?
    • Bagaimana cara menggunakan oven?
    • Bagaimana cara membeli buku secara online?
  • Digunakan untuk menanyakan akibat dari suatu tindakan. Misalnya:
    • Bagaimana kalau dia kabur nanti?
    • Bagaimana kalau kucing itu hilang?
    • Bagaimana kalau dia marah nanti?
  • Digunakan untuk meminta pendapat dari kawan bicara (diikuti kata kalau). Misalnya:
    • Bagaimana kalau kita pergi ke rumah Ani?
    • Bagaimana kalau kita membeli buah mangga?
    • Bagaimana kalau kita pergi ke perpustakaan?
  • Digunakan untuk menanyakan penilaian atas suatu gagasan. Misalnya:
    • Bagaimana pendapatmu?
    • Bagaimana menurutmu?

Berapa?

  • Digunakan untuk menanyakan bilangan yang mewakili jumlah, ukuran, nilai, harga, satuan, waktu. Misalnya:
    • Berapa ekor kambing yang harus dibeli?
    • Berapa kilometer dari sini?
    • Berapa jam kami harus menunggu?
    • Berapa harga baju ini?
    • Berapa rupiah keuntungan yang diperoleh?
    • Jam berapa ibu sampai di rumah?

Betapa?

  • Digunakan untuk menanyakan cara, perbuatan, pendapat, dan sebagainya pada bahasa yang arkais. Digunakan seperti bagaimana.
    • Betapa bicaramu?

Bilamana?

  • Digunakan dalam ragam sastra untuk menanyakan waktu, seperti bila dan kapan. Misalnya:
    • Bilamana Indonesia meredeka?