Seni

5 Jenis Casting dalam Film yang Perlu diketahui

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Seperti yang kita tahu, dalam sebuah proses pembuatan film terdapat tiga proses dasar yakni pra produksi, produksi dan pasca produksi. Pra produksi merupakan tahap pertama dalam proses produksi, semua persiapan serta perencanaan yang berkaitan dengan proses produksi dilakukan dalam tahap pra produksi ini.

Salah proses yang terjadi pada tahapan pra produksi ini adalah casting. Casting merupakan proses penentuan pemain yang didasarkan pada analisis naskah untuk diproduksi. Mungkin istilah casting ini sendiri sudah sangat sering kita dengar, namun belum sepenuhnya bisa dipahami. Adapun beberapa jenis dari casting itu sendiri yang perlu diketahui.

1. Casting by Ability

Casting by ability ini merupakan proses penentuan pemain yang lebih ditekankan pada kecakapan atau kesesuaian kemahiran dengan tokoh yang akan diperankan. Sehingga nantinya tokoh yang dibawakan bisa diperankan secara natural dan pesan yang ingin disampaikan bisa tersampaikan lebih mudah pada penonton.

Tidak bisa dipungkiri, terkadang dalam proses casting, seorang sutradara mencari seseorang yang memiliki fisik serta psikologis yang hampir mirip dengan tokoh yang terdapat dalam naskah, namun di sisi lain, sutradara juga mempertimbangakn aspek abilty ini.

Hal itu bertujuan untuk menampilkan tokoh yang lebih nyata dan natural, sehingga perlu dipertimbangkan aspek kemahiran dan kecakapannya. Terlebih kecakapan, dalam hal menghafal naskah dengan cepat itu akan sangat membantu proses produksi berjalan dengan lancer tentunya.

2. Casting to Emosional Temprament

Selain berdasarkan dengan syarat fisik dan juga kemahiran yang dimiliki, dalam proses pemilihan peran ini juga diperlukan seseorang yang memiliki karakter atau watak yang hampir sama dengan tokoh yang akan dimainkan.

Sehingga dengan berbagai kesamaan emosi, tempramen, kebiasaan, hobi dan lain sebagainya , peran tokoh tersebut akan semakin mudah untuk dibawakan. Dan yang paling penting, seseorang yang akan memerankannya juga tidak akan merasa terbebani dalam proses produksi itu.

3. Casting to Tipe

Casting to tipe merupakan proses pemilihan tokoh dengan menyocokan atau menyesuaikan kondisi fisik dari pemain dengan tokoh yang akan diperankan. Tokoh seorang lelaki tua akan sangat terlihat natural dan sangat menjiwai saat dibawakan juga dengan seorang pemain yang sudah tua, begitupun dengan peran sebagai seorang pembecak, akan sangat terlihat natural apabila juga diperankan oleh tukang becak.

Namun, kendalanya adalah ekspresi yang ditampilkan bisa saja tidak sesuai dengan ekspektasi dari sutradara. Seorang actor yang memerankan tukang becak, dengan seorang tukang becak sesungguhnya akan memiliki perbedaan dalam menunjukkan ekspresinya saat berada di depan kamera.

4. Anti Type Casting

Selain dicari seorang pemain yang memiliki kondisi emosi, fisik serta temperamental yang sesuai dengan tokoh yang terdapat dalam naskah, terkadang untuk membuat suatu hal yang menarik dan berbeda seorang sutradara memilih jenis casting anti type ini dalam proses pemilihan pemainnya.

Seorang sutradara akan mencari seorang pemain dengan watak, psikologis, dan watak yang sangat bertentangan dengan peran tokoh yang akan dimainkan. Hal ini seringkali dimaksudkan sebagai educational casting.

Lebih mudahnya adalah jenis casting yang satu ini ditujukan untuk mendidik seorang pemain menjadi peran yang sangat berbeda dengan biasanya.

5. Therapeuctic Casting

Selain diperuntukan untuk mendidik seorang pemin, pemilihan pemain dengan kondisi fisik, temperamental, atau emosi yang sangat bertentangan ini juga bisa dimaksudkan untuk memberikan sebuah penyembuhan pada jiwa jiwa yang kurang stabil dari sisi psikologinya atau dalam kata lain bisa digunakan untuk mengurangi ketidakseimbangan jiwa pada pemain.