Sejarah

7 Jenis Manusia Purba di Dunia yang Pernah Ditemukan

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Bumi sudah memulai sejarahnya selama 4.6 miliar tahun. Terdapat banyak hal yang berubah dari bumi baik secara geografis maupun pada makhluk hidup yang tinggal didalamnya. Salah satu dari makhluk hidup tersebut adalah manusia.

Manusia berevolusi dari famili Hominid yang sudah ada di bumi selama kurang lebih 20 juta tahun. Dalam kurun waktu tersebut, spesies manusia berevolusi dengan berbagai karakteristik berbeda. Berikut adalah tujuh jenis spesies manusia purba yang pernah ada di bumi.

1. Homo Habilis

Sumber: Bradshaw Foundation

Jenis manusia purba yang pertama adalah Homo habilis atau dapat disebut juga dengan handy man atau orang yang berguna. Jenis manusia purba ini pertama kali ditemukan pada tahun 1960 dan baru secara resmi diberi nama pada tahun 1964.

Diketahui bahwa Homo habilis menjadi spesies manusia pertama yang berevolusi. Sebelumnya, para peneliti di pertengahan abad ke-20 mulai meyakini bahwa manusia mulai berevolusi dari daerah Afrika dari sekelompok “kera manusia” yang disebut Australopiths.

Setelah Homo habilis ditemukan oleh tim peneliti di Olduvai Gorge, Tanzania, terlihat adanya jarak yang jelas antara Australopiths dengan manusia. Berdasarkan fosilnya, Homo habilis menunjukkan ukuran otak yang lebih besar dari Australopiths dan lebih mirip dengan spesies manusia.

Tidak hanya itu, Homo habilis juga dirasa memiliki tingkah laku yang mirip dengan manusia. Mereka membuat peralatan dari batu yang kemungkinan tidak dilakukan oleh spesies Australopiths. Hal inilah yang menyebabkan Homo habilis disebut sebagai handy man.

2. Homo Heidelbergensis

Sumber: Ancient History List

Para arkeolog menemukan fosil Homo heidelbergensis di dekat Heidelberg, Jerman sehingga spesies ini diberi nama heidelbergensis pada tahun 1908. Mereka hidup sekitar 700 sampai 200 ribu tahun yang lalu di daerah Afrika dan Eropa.

Homo heidelbergensis berjenis kelamin laki-laki diketahui memiliki tinggi sekitar 175 cm dengan berat 62 kg, sedangkan yang perempuan memiliki tinggi 157 cm dan berat 62 kg.

Ukuran tempurung otak mereka besar dengan wajah yang lebih datar dibanding manusia saat ini. Kemampuan dari Homo heidelbergensis adalah menjadi spesies manusia pertama yang mampu beradaptasi dengan iklim yang lebih dingin. Mereka juga mampu membuat tempat tinggal serta berburu hewan besar yang tidak dapat dilakukan spesies manusia sebelumnya.

3. Homo Rudolfensis

Sumber: Ancient History List

Homo rudolfensis adalah spesies manusia purba yang ditemukan pada tahun 1972. Mereka hidup sekitar 2.3 hingga 1.5 juta tahun yang lalu. Fosilnya ditemukan di Danau Rudolf, Kenya, Afrika. Sayangnya, bentuk fisik, berat, dan tinggi mereka masih belum diketahui pasti akibat fosil tengkorak yang langka.

Berdasarkan penemuan yang ada, diketahui bahwa fitur utama pada wajah Homo rudolfensis menunjukkan bentuk yang lebih panjang dengan bagian atas (kening) lebih kecil dibanding bagian tengah.

Terdapat kontroversi terkait Homo Rudolfensis mengenai apakah spesies ini terpisah dari Homo habilis atau tidak. Namun, keduanya memiliki perbedaan utama pada ukuran tempurung otak yang lebih besar pada Homo Rudolfensis.

4. Homo Floresiensis

Sumber: IDN Times

Jenis manusia purba yang diberi sebutan the hobbit ini baru ditemukan fosilnya pada tahun 2003 dan diresmikan namanya pada tahun 2004. Diketahui bahwa mereka tinggal di pulau Flores, Indonesia sekitar 100 sampai 50 ribu tahun yang lalu dan kemungkinan leluhurnya sudah ada sejak 600 ribu tahun sebelumnya.

Struktur tubuh dari Homo floresiensis cukup unik dibanding spesies lainnya dengan badan yang pendek, kaki panjang yang tidak biasanya, serta ukuran otak yang kecil.

Pada satu sisi mereka memiliki fitur tubuh yang tidak jauh berbeda dengan Homo habilis, tetapi di sisi lain mereka baru hidup 50 ribu tahun lalu dan terlihat memiliki kemampuan mengontrol api dan memasak.

Oleh sebab itu, muncul pendapat bahwa Homo floresiensis berevolusi sejak sampai ke pulau Flores karena menyesuaikan lingkungan disana. Ada pula pendapat lain, yakni mereka memiliki garis evolusi yang berhubungan dengan Homo habilis. Sayangnya tidak ditemukan fosil yang memberi bukti dari pendapat tersebut.

5. Homo Erectus

Sumber: National Geographic Indonesia

Homo erectus ditemukan pada tahun 1891 dan mulai diresmikan penamaannya satu tahun setelah itu. Diperkirakan bahwa Homo erectus berevolusi di Afrika sekitar 2 juta tahun yang lalu dan secara cepat bermigrasi dan tersebar di Eurasia.

Spesies Homo erectus sedikit berbeda dengan Homo habilis sebab dapat dipastikan spesies ini benar-benar berperilaku seperti manusia. Mereka menggunakan langkah yang panjang dan diyakini menjadi spesies manusia pertama yang dapat pergi berpindah-pindah tempat dengan jarak yang sangat jauh.

Tidak hanya itu, terdapat kemungkinan lain jika Homo erectus ini menjadi manusia yang paling awal untuk belajar cara mengontrol api. Kemudian menjadi manusia pertama yang berinovasi dengan memasak makanannya, lebih dari sekadar memakan makanan yang didapatkan.

Hal tersebut membuat beberapa orang berpikir bahwa kemampuan Homo erectus itu membuat keturunannya mampu meningkatkan kualitas gizi dari makanannya, membuka jalan evolusi yang lebih luas, serta mendukung perilaku yang lebih canggih.

6. Homo Neanderthalensis

Sumber: Smithsonian National Museum of Natural History

Jenis manusia purba selanjutnya adalah Homo neanderthalensis yang ditemukan pada tahun 1829 dan namanya belum resmi hingga tahun 1865. Mereka muncul di daerah Eurasia sekitar 200.000 tahun yang lalu dan punah sekitar 160.000 tahun setelahnya.

Diketahui bahwa Homo Neanderthalensis mempunyai berbagai kemampuan, seperti mengontrol api, memahami cara penggunaan batuan di alam untuk membuat api sendiri, membuat obat untuk diri sendiri, serta mampu membuat karya seni.

Para peneliti menemukan banyak tulang-belulang dari ribuan Homo Neanderthalensis dari berbagai wilayah, seperti Eropa, Asia bagian barat, dan Asia bagian tengah. Berdasarkan penemuan tersebut terlihat bahwa Homo Neanderthalensis mempunyai kecerdasan yang lebih tinggi.

7. Homo Sapiens

Sumber: Cerdika.com

Terakhir adalah spesies Homo sapiens yang pertama kali muncul di Afrika pada 200.000 tahun yang lalu dan mulai bermigrasi keluar dari sana setidaknya 100.000 tahun yang lalu sehingga populasinya tersebar ke seluruh dunia.

Mereka menunjukkan secara jelas perannya pada spesies manusia modern karena tidak ada spesies lain yang dapat mengalahkan kemampuan Homo sapiens dalam hal teknologi serta kecanggihan artistik meski secara fisik tidak jauh berbeda dari spesies lain, seperti Homo neanderthalensis.

Beberapa ciri dari Homo Sapiens, yakni wajah datar dan lebar, mulut sedikit menonjol, tinggi 1,3-2,10 m, dan volume otak 1.650 cc. Selain itu, Homo sapiens mempunyai kemampuan intelektual dan emosional yang dapat menjelaskan mengapa spesies manusia lain yang bertemu dengan spesies ini punah dengan cepat, yakni tidak lebih dari seratus tahun setelah kontak pertama.

Demikianlah penjelasan mengenai jenis-jenis manusia purba di dunia. Bumi yang sudah miliaran tahun mencatatkan sejarah ini mempunyai banyak proses evolusi pada kondisi geografis serta makhluk hidup, khususnya pada manusia.

Terdapat setidaknya tujuh jenis spesies manusia purba yang pernah ada, yakni Homo Habilis, Homo Heidelbergensis, Homo Rudolfensis, Homo Floresiensis, Homo Erectus, Homo Neanderthalensis, serta yang terakhir dan dianggap paling modern yaitu Homo Sapiens.