Bahasa Indonesia

6 Kaidah Kebahasaan Surat Pribadi yang dijelaskan dengan Contohnya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Surat pribadi merupakan surat yang ditulis oleh seseorang untuk mewakili dirinya sendiri, bukan instansi atau pun lembaga. Surat pribadi adalah surat yang berisi kepentingan pribadipenulisnya.

Dengan demikian, bahasa yang digunakan dalam surat pribadi tidaklah seformal surat dinas atau surat resmi. Surat pribadi ditulis dengan maksud ditujukkan kepada seseorang, maka bahasa yang digunakan harus tetap santun dan juga sopan. Adapun kaidah kebahasaan dalam surat pribadi, antara lain:

1. Penggunaan Kata yang Tepat (Tidak terlalu formal/kaku)

Kata-kata yang digunakan dalam surat pribadi tidak terlalu formal/kaku tetapi harus tetap sopan dan santun. Etika dalam berbahasa harus tetap diperhatikan. Simak contoh berikut ini:

Untuk sahabatku, Nia

Salam hangat

Halo Nia, bagaimana kabarmu? Sudah lama kita tidak bertukar kabar. Aku harap kamu dan keluargamu dalam keadaan sehat dan baik-baik saja. Aku dan keluargaku di sini dalam keadaan sehat dan baik-baik saja meski kami sedikit bosan karena jarang keluar rumah selama pandemi. Aku harap kamu dan keluargamu selalu diberikan kesehatan oleh Yang Maha Kuasa.

Surat tersebut ditujukkan kepada seorang sahabat, maka bahasa yang digunakan adalah bahasa yang tidak terlalu formal tetapi tetap santun. Penulisan surat pribadijuga tetap memperhatikan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.

2. Menggunakan Kata Emotif

Kata emotif merupakan kata yang berhubungan dengan emosi atau perasaan sehingga membuat pembacanya ikut merasakan emosi tersebut.

Emotif menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) emotif diartikan sebagai (1) berkenaan dengan (berhubungan dengan) emosi, (2) bersifat menimbulkan (membangkitkan) emosi.

Misalnya:

  • Mari kita ulurkan tangan kita untuk menolong sesama.
  • Aku telah membelikan buah tangan untukmu.
  • Aku harap jalinan persahabatan ini akan terus berlanjut sampai kita tua nanti.
  • Gantungkan cita-citamu setinggi langit dan jangan mudah putus asa.
  • Mari kita mulai hari esok dengan secercah harapan.

3. Menggunakan Kalimat Ekspresif

Kalimat ekspresif merupakan kalimat yang berisi ungkapan yang secara spontan dikeluarkan oleh penutur dengan tujuan untuk mengungkapkan perasaan yang dialami penutur.

Ekspresif merut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ekspresif adalah tepat (mampu) memberikan (mengungkapkan) gambaran, maksud, gagasan, perasaan. Contoh kalimat ekpresif yang dapat digunakan dalam surat pribadi:

  • Oh Tuhan, betapa malangnya nasibku ini.
  • Alhamdulillah, akhirnya aku bisa menyelesaikan skripsiku.
  • Ah, betapa aku merindukanmu.
  • Hei, apa kabar? lama sekali kita tidak saling bertukar kabar.
  • Syukurlah, kamu sudah sembuh dari sakitmu.
  • Kau adalah teman terbaikku.

4. Menggunakan Kata Sapaan yang Bersifat Pribadi

Kata sapaan merupakan kata yang digunakan untuk menyapa orang lain. Misalnya:

  • Bagaimana kabarmu? baik-baik saja, bukan?
  • Bagaimana kabar, Kakak?
  • Hai, Cantik. Bagaimana kabarmu?
  • Untuk sahabatku, Dina
  • Untuk Ibuku tersayang
  • Untuk Ibuku tercinta

5. Menggunakan Pronomina Pertama dan Kedua

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, pronomina merupakan kata yang dipakai untuk mengganti orang atau benda; kata ganti seperti aku, engkau, diakamikitamereka.

Pada surat pribadi, pronomina yang digunakan adalah pronomina persona pertama tunggal seperti aku atau saya, pronomina persona pertama jamak seperti kita dan kami, dan pronomina persona kedua tunggal seperti kamu dan kau.

6. Ragam Bahasa Tergantung dari Penerima Surat

Bahasa yang digunakan pada surat pribadi bergantung pada untuk siapa surat itu ditujukan. Misalnya, surat untuk sahabat akan berbeda dengan surat untuk orang tua, surat untuk teman akan berbeda dengan surat untuk guru. Simak contoh surat pribadi berikut ini:

Contohnya:

Surat untuk sahabat:

Solo, 5 Januari 2021

Teruntuk sahabatku, Nisa

Salam hangat

Hei, Nisa. Bagaimana kabarmu? Aku sudah lama tidak mendapat surat darimu. Aku harap kamu dan keluargamu dalam keadaan yang baik.

Maaf tidak sempat datang di wisudamu. Saat itu aku sedang tidak enak badan. Tapi sebagai gantinya aku akan mengirimkan hadiah wisuda untukmu. Semoga kau suka hadiah yang aku kirimkan itu. Aku juga ingin mengabarkan kalau awal tahun depan aku berniat akan liburan ke kotamu. Aku tidak sabar menunggu hingga awal tahun depan. Sampai bertemu awal tahun depan, Nis!

Salam

Dari sahabatmu Nita

Surat pribadi untuk orang tua:

Kepada Ibuku tercinta

Bandung, 13 Februari 2020

Salam hormat

Assalamualaikum Ibu. Maafkan anakmu ini yang jarang mengirimkan surat untukmu. Rasanya agak canggung menulis surat untuk ibu seperti ini. Bagaimana kabar Ibu? Ibu sehat bukan? Sekali lagi maaf karena belum bisa pulang ke rumah, Bu.

Selamat hari Ibu untuk ibuku tercinta. Terima kasih sudah merawatku dari dalam kandungan hingga sebesar sekarang. Terima kasih Ibu selalu membimbing dan memberiku nasihat. Terima kasih juga, Bu selalu memasakkan makanan enak, Ibu adalah ibu terbaik. Aku selalu bersyukur terlahir menjadi anak Ibu.

Aku janji, saat pandemi ini selesai, aku akan langsung pulang ke rumah. Ibu harus jaga kesehatan.

Salam sayang,

dari anakmu tersayang

Surat pribadi untuk guru:

Surabaya, 17 Agustus 2020

Untuk Bu Indah

Salam sejahtera

Bu Indah yang saya hormati, semoga Ibu selalu diberi kesehatan. Bagaimana kabar Ibu di Kalimantan? semoga dalam keadaan sehat dan bahagia. Saya dan teman-teman kelas VIII A alhamdullilah sehat dan bahagia. Kami rindu Ibu. Seperti yang Ibu harapkan, kami semua mendapatkan nilai yang memuaskan di ujian semester kemarin. Berkat dukungan dan nasihat Ibu, sampai sekarang kami masih aktif belajar kelompok di sekolah. Dengan belajar kelompok, kami menjadi lebih aktif bertanya dan berdiskusi.

Terima kasih atas bimbingan Ibu selama mengajar di sekolah kami. Apa yang Ibu ajarkan kepada kami sangat bermanfaat untuk kami. Semoga kami dan Ibu dapat berjumpa kembali ya Bu.

Sekian surat dari saya. Doakan kami selalu ya, Bu. Sekali lagi terima kasih telah membuat kami senang belajar.

Salam

dari muridmu, Sinta

Berdasarkan contoh-contoh surat pribadi di atas, dapat kita lihat bahwa ragam bahasa pada surat pribadi tergantung pada siapa surat ditujukan. Pada surat pribadi untuk guru berbeda dengan surat pribadi untuk sahabat.

Pada surat pribadi untuk sahabat digunakan bahasa yang non formal tetapi tetap santun, sementara pada surat pribadi untuk guru bahasa yang digunakan semi-formal tetapi tidak kaku.