Bahasa Indonesia

Makna Stilistik: Pengertian dan Contohnya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Jenis makna yang sudah dikenal luas dalam bahasa Indonesia antara lain makna konotasi, makna denotasi, makna kontekstual, dan makna konseptual.

Tetapi ada satu jenis makna dalam Bahasa Indonesia yang mungkin jarang dibahas yaitu makna stilistik. Nah, apa itu sebenarnya makna stilistik dan seperti apa contohnya? Berikut pembahasannya.

Pengertian Makna Stilistik

Pernahkah ketika kita membaca sebuah novel atau cerita kemudian secara tidak sadar emosi kita terbawa sesuai alur cerita tersebut? Nah, jika pernah mengalami hal seperti ini kemungkinan kita sedang membaca cerita yang di dalam kalimatnya mengandung makna stilistik.

Makna stilistik sendiri dapat diartikan sebagai sebuah makna yang timbul dari penggunaan bahasa. Penggunaan makna stilistik pada suatu kalimat akan berpengaruh terhadap perasaan ataupun emosi pembaca. Biasanya, kalimat atau kata yang mengandung makna stilistik ini sering dijumpai pada karya sastra.

Makna stilistik juga berkaitan erat gaya bahasa. Setiap makna yang timbul akan bergantung pada gaya bahasa yang digunakan. Beberapa gaya bahasa yang digunakan antara lain gaya bahasa pertautan, gaya bahasa perulangan, gaya bahasa pertentangan, ataupun gaya bahasa perbandingan.

Contoh Makna Stilistik dalam Kalimat

Agar lebih memahami tentang makna stilistik, berikut adalah beberapa contoh kalimat yang memuat makna stilistik.

Contoh Kalimat dengan Makna Stilistik Pertautan

  • Bapak dan Ibu sudah bersiap pagi ini untuk naik Garuda.
  • Ibu selalu sedia Tiga Roda karena rumah kami dekat dengan kebun sehingga banyak sekali nyamuk ketika malam.
  • Aku melihat sendiri kecelakaan yang melibatkan Kijang dan pesepeda.
  • Ayah tak ingin berganti ke minuman lain selain Kapal Api.
  • Honda abi terpaksa dijual untuk membayar biaya persalinan umi.

Contoh Kalimat dengan Makna Stilistik Perulangan

  • Aroma amis, aroma melati, dan aroma mistis sudah terasa sejak aku menginjakkan kaki di rumah ini.
  • Bagi siswa yang selalu mengobrol, selalu berisik, dan selalu main hp saat pelajaran berlangsung akan langsung dikenai sanksi oleh guru yang bersangkutan.
  • Ibu selalu menunggu kepulangan kakak sejak berhari-hari, berbulan-bulan, dan bertahun-tahun yang lalu.
  • Kakak selalu menegaskan bahwa tugasnya adalah untuk menjagaku, untuk menemaniku, dan untuk mendampingiku sampai aku memiliki pendamping hidup yang sah nanti.
  • Ayah adalah orang yang selalu terlihat tegar, terlihat tabah, dan terlihat kuat di depan keluarganya.

Contoh Kalimat dengan Makna Stilistik Pertentangan

  • Rapi sekali kamarmu, sampai-sampai aku bingung ingin duduk dimana.
  • Berat badanmu sunggu ideal, hingga setiap bajumu kini sudah tak muat lagi.
  • Kopi ini sungguh manis, apakah kau menambahkan air laut ke dalamnya?
  • Aku selalu berusaha tersenyum walaupun hatimu sakit mendengar perkataannya.
  • Sungguh suaramu mengalahkan suara diva, semua tamuku langsung memilih keluar dari kafe ini.

Contoh Kalimat dengan Makna Stilistik Perbandingan

  • Janganlah menjadi seorang anak yang seperti kacang lupa kulitnya, lupa terhadap perjuangan dan pengobanan orang tua setelah meraih kesuksesan.
  • Hidupku selama ini bagaikan berjalan dalam kegelapan, tidak tahu mana arah yang benar dan salah.
  • Cita-cita Riska untuk bisa belajar di Inggris selalu dianggap orang lain bagaikan pungguk merindukan bulan.
  • Wajah suami Tiwi dan suami kakaknya bagaikan pinang dibelah dua, anggota keluarga lain kerap kali salah membedakan.
  • Sedari kecil Arman dan Rara seperti air dan minyak, tidak pernah mencapai kata sepakat.