Ekonomi

10 Negara Pengekspor Terbesar di Dunia yang Sangat Bepengaruh

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Dalam hal perekonomian, negara-negara di dunia bergantung pada proses impor dan ekspor yang dilakukan baik melalui jalur udara, laut, maupun darat untuk mengirimkan barang-barangnya ke negara lain. Dengan demikian pertukaran yang sehat antarnegara dapat terus berlangsung. 

Kita juga mungkin sudah menyadari dalam kehidupan sehari-hari sering menggunakan produk dari luar negeri yang didatangkan karena adanya ekspor dan beberapa negara bahkan menjadi eksportir terbesar di dunia. Berikut adalah 10 negara pengekspor terbesar di dunia pada tahun 2020.

1. Tiongkok

Setiap tahunnya, angka ekspor setiap negara akan terus berubah sehingga terkadang urutan negara mereka sebagai eksportir terbesar juga berubah. Namun, hal tersebut tidak terjadi pada Tiongkok. Negara ini selalu menjadi eksportir terbesar di dunia urutan pertama di dunia.

Pada tahun 2020, Tiongkok berhasil mengekspor sekitar $2,723 B barang serta jasa. Komoditas utamanya adalah peralatan elektronik dan mesin-mesin, seperti peralatan siaran, komputer, sirkuit terpadu, suku cadang mesin kantor, dan telepon. Bahkan di tahun 2018, ekspor China mencapai sekitar 10,78% dari total global.

2. Amerika Serikat

Amerika Serikat menjadi negara kedua sebagai eksportir terbesar di dunia. Pada tahun 2020, total ekspor negara ini diperkirakan mencapai $2,123 B. Salah satu alasan mengapa Amerika Serikat berada di bawah Tiongkok adalah karena biaya pekerjanya. Banyak barang tidak dapat diproduksi atau dirakit di AS dengan harga yang sebanding dengan harga di Tiongkok.

Beberapa produk yang paling banyak diekspor oleh Amerika Serikat, yaitu minyak mentah dan minyak olahan, sirkuit terintegrasi, farmasi dan alat kesehatan, serta pesawat udara termasuk pesawat, pesawat ruang angkasa, dan helikopter juga suku cadang penggantinya.

3. Jerman

Pada tahun 2020, Jerman menjadi negara terbesar ketiga di dunia yang melakukan ekspor. Total nilai ekspor dari negara ini diperkirakan sekitar $1,669 B melalui barang dan jasa. Angka tersebut membuat posisi Jerman berada di bawah Amerika Serikat dan di atas Jepang.

Sebagai negara yang dikenal memiliki teknologi paling maju di dunia, komoditas ekspor utama dari Jerman termasuk mobil (BMW, Mercedes-Benz, Porsche, Audi, dan Volkswagen), produk farmasi (Bayer), pesawat, mesin-mesin, elektronik, serta bahan kimia.

4. Jepang

Hasil ekspor yang dilakukan Jepang pada tahun 2020 diperkirakan nilainya mencapai $785 B.

Ekspor yang dilakukan oleh Jepang dilakukan kepada pelanggan yang sebagian besar adalah negara Tiongkok, Amerika Serikat, Korea Selatan, Taiwan, dan Hong Kong.

Produk ekspor utama negara ini, di antaranya yaitu mobil (Toyota, Honda, Nissan, Mazda, Suzuki, dan masih banyak lagi) serta bagian-bagian mobil, sirkuit terintegrasi dan gawai elektronik (Nintendo, Panasonic, Sony, dan lain-lain).

5. Inggris

Negara Inggris menempati urutan ke-5 sebagai eksportir terbesar di dunia dengan nilai dolar di tahun 2020. Pengiriman ekspor dari negara ini diperkirakan mencapai $770 B terkait barang dan jasa untuk pelanggan internasional.

Produk utama yang diekspor oleh Inggris sangat beragam, yaitu mobil (Bentley, Jaguar, Mini, Rolls-Royce, dan lain-lain, turbin gas, emas, obat, minuman keras, barang antik, dan minyak mentah (yang seringkali pertama kali diimpor dari Norwegia, kemudian diekspor ke seluruh Eropa, serta Tiongkok dan Korea Selatan).

6. Prancis

Pada tahun 2020, peringkat Prancis sebagai negara eksportir terbesar di dunia menurun dari tahun 2020 yang berada di urutan ke-4. Tidak hanya itu, nilai ekspor dari negara ini juga menunjukkan penurunan dari yang awalnya $1,02 B menjadi $733 B.

Beberapa produk utama yang diekspor oleh Prancis, yaitu mesin dan peralatan transportasi, pesawat, dan plastik. Komoditas tersebut diekspor ke beberapa negara dan yang paling utama adalah ke negara Jerman, Belgia, Itali, Spanyol, serta Amerika Serikat.

7. Belanda

Belanda menjadi negara di peringkat ke-7 yang melakukan ekspor terbesar di dunia dengan peringkat ekonomi secara keseluruhan di negara ini adalah urutan ke-17 di dunia. Di tahun 2020, nilai ekspor Belanda diperkirakan mencapai $711 B.

Produk yang paling banyak diekspor oleh negara ini adalah mesin dan peralatan transportasi, bahan kimia, dan bahan bakar. Sedangkan negara tujuan utama ekspor negara Belanda adalah Jerman, Belgia, Inggris, Prancis, dan Italia.

8. Hong Kong

Hong Kong menjadi negara urutan ke-8 sebagai eksportir terbesar di dunia tahun 2020, padahal di tahun 2019, Hong Kong bahkan tidak termasuk dalam peringkat 10 besar eksportir terbesar di dunia. Pada tahun 2020, nilai ekspor yang dilakukan negara ini diperkirakan mencapai angka $612 B. 

9. Singapura

Singapura menjadi negara ke-9 yang nilai ekspornya terbesar di dunia pada tahun 2020. Nilai ekspor yang dilakukan oleh negara ini diperkirakan mencapai $599 B. Sedangkan berdasarkan nilai PDB perkapita, Singapura menempati urutan ke-4 di dunia.

Produk yang paling banyak diekspor oleh Singapura adalah sirkuit terintegrasi, minyak bumi halus, serta emas. Beberapa negara tujuan utama dari ekspor Singapura, di antaranya adalah Tiongkok, Hong Kong, Malaysia, Amerika Serikat, dan Indonesia.

10. Korea Selatan

Selain Prancis, Korea Selatan juga mengalami penurunan peringkat dari tahun 2019 yang berada di urutan ke-8 menjadi urutan ke-10 di tahun 2020. Sementara dalam hal ekonomi, negara ini menempati urutan ke-11 di dunia dan urutan ke-4 terbesar di Asia. Nilai ekspor yang dilakukan oleh Korea Selatan diperkirakan sekitar $596 B.

Komoditas utama yang diekspor oleh Korea Selatan adalah semikonduktor, petrokimia, dan mobil atau bagian-bagian mobil. Sementara itu, mitra dagang utama Korea Selatan dalam hal ekspor adalah Tiongkok, Amerika Serikat, Vietnam, Jepang, dan Taiwan.

Demikianlah 10 negara pengekspor terbesar di dunia pada tahun 2020. Kesimpulannya, peringkat negara yang menjadi importir terbesar di dunia, yaitu Tiongkok ($2,723 B), Amerika Serikat ($2,123 B), Jerman ($1,669 B), Jepang ($785 B), Inggris ($770 B), Prancis ($733 B), Belanda ($711 B), Hong Kong ($612 B), Singapura ($599 B), dan Korea Selatan ($596 B).