Bahasa Indonesia

Perbedaan Gangguan Berbicara dan Gangguan Berbahasa yang Perlu dipahami

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Kata dan bahasa merupakan satu kesatuan serta tidak dapat dipisahkan. Rangkaian kata berkembang menjadi kalimat. Kalimat tersebut mengandung bahasa sebagai alat penyampaiannya. Kalimat dan juga bahasa menjadi bentuk dari penyampaian ketika berbicara. Jadi, penggunaan bahasa ketika berbicara sangatlah penting.

Akan tetapi, jika dua hal tersebut mengalami penurunan daya kerjanya, tentunya situasi dan kondisi ini mempersempit fungsi kegiatan bicara dan penggunaan bahasa sendiri. Bicara merupakan jalan utama ketika seseorang hendak menyalurkan kata-kata atau kalimat kepada lawan bicara dan atau orang di sekitarnya. Kegiatan menaruh harapan pada mulut atau bibir ini memang sangat penting. Dengan berbicara, manusia dapat mengarahkan isi pikiran atau hatinya kepada manusia lainnya.

Tidak hanya itu, kegiatan ini pun dapat membantu manusia mengerti satu sama lain karena adanya komunikasi dua arah melibatkan pembicara dan lawan bicara. Berbicara juga dapat menjadi tempat seseorang untuk meluapkan ekspresinya. Berbicara dengan baik dapat memberikan hawa positif yang selaras, baik bagi pembicara dan lawan bicara. Lain halnya jika kegiatan bicara tersebut mengalami kerusakan atau gangguan. Tentunya hal tersebut dapat menimbulkan ketidakselarasan satu sama lain antara pembicara dan lawan bicara.

Gangguan berbicara memberikan ketidakmudahan pada penderitanya. Gangguan berbicara menggambarkan adanya kesulitan dalam pengungkapan kata demi kata maupun kalimat demi kalimat.

Sehingga, gangguan berbicara menimbulkan ketidakjelasan dalam kata atau kalimat dan hawa tidak selaras antara pembicara dan lawan bicara.

Sama pentingnya dengan berbicara, penggunaan bahasa tidak boleh luput dari pandangan. Kata dan kalimat tentunya harus mengandung bahasa di dalamnya. Dengan adanya bahasa, maksud dan tujuan yang hendak disampaikan lewat kata/kalimat dapat dimengerti secara jelas.

Bahasa sendiri dapat diartikan sebagai alat landasan kata atau kalimat yang terstruktur dan digunakan ketika komunikasi berlangsung. Kata dan kalimat dengan struktur rapi dan mengandung bahasa niscaya dapat menggiring penjelasan dan pemahaman kata dan kalimat tersebut ke arah pendengar atau lawan bicara.

Jika kata dan kalimat terhalang oleh gangguan penggunaan bahasa, hal ini dapat menimbulkan hal tidak selara antara pembicara dan lawan bicara. Gangguan dalam menggunakan bahasa dapat digambarkan ketika seseorang melontarkan kata atau kalimat tapi tidak sesuai dengan struktur dari bahasa itu sendiri.

Seseorang dengan gangguan berbahasa tidak mampu untuk merangkai kata-kata menjadi kalimat yang utuh. Gangguan berbahasa juga sulit merespon lawan bicara karena mengalami kebingungan dengan rangkaian kata-kata yang hendak diungkapkan. Gangguan ini juga dapat menimbulkan ketidakpahaman akan kata atau kalimat.

Gangguan berbicara dan gangguan berbahasa memiliki perbedaaan makna. Kedua gangguan ini sama-sama berhubungan dengan proses dan kegiatan komunikasi. Perbedaan pada dua gangguan ini yaitu dari sisi pelafalan dan pemahaman.

Seseorang dengan gangguan berbicara, dirinya tidak dapat mengungkapkan kata-kata secara benar. Pelafalan pengucapan kata tidak sesuai tata cara pengucapan kata tersebut. Jadi, pengucapan kata per kata atau kalimat tidak tersusun dengan baik dan rapi.

Pada gangguan berbahasa, hal mendasar ditargetkan yaitu mengenai pemahaman makna atau arti suatu kata/kalimat. Seorang mengalami gangguan berbahasa tidak dapat memahami makna terkandung dalam sebuah kata/kalimat.

Perbedaan lain dapat dipandang yaitu proses jalannya komunikasi. Seorang dengan gangguan berbicara dapat mengerti hal yang disampaikan lawan bicara.

Seorang dengan memiliki gangguan ini pula masih dapat mendengar dan merespon lawan bicara. Hanya saja ketika merespon terdapat kesulitan dalam penyampaian kata per kata.

Sedangkan, pada gangguan berbahasa mengalami kesulitasn dalam berkomunikasi secara verbal ataupun nonverbal. Karena adanya gangguan pada penggunaan bahasa, kata atau kalimat tidak dapat dipahami.

Sehingga, komunikasi tidak dapat berjalan mulus. Selain itu, pengeskpresian kata-kata mengalami kemacetan sehingga pemilik gangguan ini berdampak pada komunikasi.