Pindah Agama Dalam Agama Buddha – Opini dan Pandangan

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Agama Buddha adalah agama yang menjadi salah satu agama yang diakui oleh pemerintah di Indonesia yang pengikutnya terus berkembang di Indonesia. Namun salah satu dinamika kehidupan yang tidak dapat di cegah adalah masalah pindah agama.

Bagaimana pandangan pindah agama dalam buddha? secara spesifik dalam agama buddha, pengikutnya berkeyakinan pada tiga mestika yaitu Buddha, Dharma, dan Sangha.

Sementara itu dalam menjalankan kehidupan umat buddha menjadikan pancasila buddhis sebagai salah satu pedoman dan percaya pada hukum karma.

Pancasila Buddhis

Berikut adalah isi dari Pancasila Buddhis yang menjadi pedoman hidup umat buddha:

  1. Aku bertekad melatih diri untuk menghindari pembunuhan.
  2. Aku bertekad melatih diri untuk tidak mengambil barang yang tidak diberikan.
  3. Aku bertekad melatih diri untuk tidak melakukan perbuatan asusila.
  4. Aku bertekad untuk melatih diri menghindari ucapan yang tidak benar /berbohong, berdusta, fitnah, omongkosong.
  5. Aku bertekad untuk melatih diri menghindari segala minuman dan makanan yang dapat menyebabkan lemahnya kewaspadaan.

Dalam bahasa Pali, berikut adalah bunyi sila-sila ini :

  1. Pānātipātā veramaṇī sikkhāpadaṁ samādiyāmi
  2. Adinnādānā veramaṇī sikkhāpadaṁ samādiyāmi
  3. Kāmesu micchācāra veramaṇī sikkhāpadaṁ samādiyāmi
  4. Musāvāda veramaṇī sikkhāpadaṁ samādiyāmi
  5. Surāmeraya majjapamādaṭṭhānā veramaṇī sikkhāpadaṁ samādiyāmi

Pancasila buddhis ini lah yang menjadi panduan dalam melakukan keseharian dalam umat buddha.

Pindah Agama dalam agama Buddha

Ada banyak alasan yang menjadikan seseorang harus pindah agama seperti pernikahan, kepercayaan yang berubah ataupun intervensi dari pihak pihak lain yang mungkin mempengaruhi seorang insan merubah keyakinannya.

Umat buddha menekankan welas asih atau kebajikan. Kita tentu tidak asing dengan kalimat sabbe satta bhavantu sukhitatta, kalimat ini sering kali di ucapkan oleh berbagai insan sebagai salah satu bentuk doa.

Arti sabbe satta bhavantu sukhitatta sendiri adalah semoga semua makhluk berbahagia. Dari potongan kalimat dalam bahasa sansekerta, menekankan bahwa ajaran Buddha bersifat universal, dan global yang menginginkan semua makhluk tidak hanya umat buddha sendiri agar hidup berbahagia.

Inti ajaran buddhaTidak berbuat segala keburukan, mengembangkan kebajikan, mensucikan pikiran sendiri, inilah ajaran para Buddha“. Dari sini dapat kita tarik kesimpulan bahwa sekali lagi ajaran Buddha itu adalah bersifat universal.

Setiap insan atau pemeluk agam buddha memang harus menghindari segala keburukan yang dapat merugikan diri sendiri atau orang lain, kebajikan dan mengelola pikiran agar tidak tersesat, demikian lah semua ajaran inti buddha.

Lalu bagaimana jika umat agama lain melakukan hal tersebut ? nah secara tidak langsung ia telah mulai mempraktekkan ajaran para buddha.

Tidak perlu menjadi umat buddha dulu dalam mempraktekkan ajaran para buddha.

Semua orang ada nilai buddha di hatinya. Pernahkah anda mendengar istilah ini ? atau istilah seperti, seganas ganasnya harimau, tidak akan menerkam anaknya sendiri ? begitu juga manusia, sejahat dan sekejam-kejamnya manusia pasti memiliki hati nurani yang jika kita kembangkan akan bisa berubah.

Lalu apa makna ungkapan ini ? Hal ini menandakan bahwa setiap orang atau setiap manusia memiliki hati nurani yang baik yang artinya memiliki nilai nilai buddhis dalam hatinya.

Bagaimana Jika pindah agama ? ajaran buddha bersifat universal, agama adalah salah satu bentuk tertulis, yang terpenting adalah bagaimana kita mengamalkan perintah dan selalu berbuat kebajikan tanpa memandang suku, agama, ras, karena cinta kasih dalam agama buddha bersifat universal. Cinta kasih, kebaikan, dan hati nurani jauh di atas segala agama di muka bumi ini, itu yang terpenting. Lalu apa agama paling benar di dunia ini ?

fbWhatsappTwitterLinkedIn