TI

Protokol Jaringan: Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Komponen

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Protokol sangat penting pada sebuah jaringan komputer untuk menghubungkan komputer yang satu dengan komputer yang lainnya. Dengan keberadaan protokol jaringan, beberapa komputer dapat saling bertukar informasi satu sama lain.

Pengertian Protokol Jaringan

Protokol jaringan komputer merupakan sebuah aturan yang terdapat dalam jaringan komputer dan harus ditaati baik pada pihak pengirim maupun penerima supaya bisa saling berkomunikasi dan melakukan tukar informasi sekalipun sistermnya berbeda.

Pada awal tahun 1990-an, internet tumbuh sangat drastis di seluruh dunia. Hal ini memunculkan jenis-jenis protokol baru. Akan tetapi, munculnya jenis protokol dalam jumlah yang tinggi menyebabkan masalah yakni ketidakserasian dari jenis protokol yang dibuat oleh pabrik tertentu dengan jenis yang lain. Dengan begitu, komputer tidak bisa saling berkomunikasi.

Oleh karena permasalahan tersebut, International Standard Organisation (ISO) mengeluarkan standarisasi protokol yang sekarang dikenal dengan Open System Interconnection (OSI).

Namun karena model OSI merupakan konsep dasar dan preferensi teori langkah kerja pada sebuah protokol, TCP/IP kemudian digunakan sebagai standar yang dipakai secara umum terutama karena penggunaannya yang semakin berkembang.

Selain menjadi aturan dalam komunikasi antar komputer, protokol juga berguna untuk perpindahan data antar komputer. Secara sederhana, protokol merupakan media yang menghubungkan pengirim dan penerima dan dapat diterapkan pada perangkat keras maupun lunak.

Salah contohnya adalah mengirimkan email. Dalam mengirimkan email, ada beberapa protokol yang harus dilewati agar email tersebut sampai ke komputer penerima.

Jenis Protokol Jaringan

Terdapat beberapa jenis protokol yang ada pada jaringan komputer antara lain :

  • Transmission Control Protocol (TCP) DAN Internet Protocol (IP) atau TCP/IP

Jenis ini merupakan standar komunikasi data yang biasa digunakan oleh komunitas di internet. Protokol ini bekerja dengan cara mengatur berjalannya seluruh proses pertukaran data dan informasi dalam internet melalui komputer satu dengan yang lainnya.

  • User Datagram Protocol (UDP)

UDP merupakan alat transportasi TCP/IP yang sangat penting untuk mendukung komunikasi yang bersifat unreliable. Komunikasi ini dapat dilakukan sekalipun tanpa host dalam suatu jaringan.

  • Domain Name System (DNS)

DNS merupakan distributor database yang dapat digunakan dalam pencarian nama komputer di dalam jaringan dengan menggunakan TCP/IP. Jenis ini bisa diperuntukan pada jaringan mulai dari skala kecil hingga global. Seringkali DNS juga bisa dipakai untuk aplikasi yang terhubung secara langsung dengan internet.

HTTPS seringkali kita jumpai ketika mengakses halaman website dengan menggunakan SSL. HTTP merupakan protokol yang digunakan untuk mengatur segala komunikasi antara klien dengan server. Sedangkan HTTPS adalah versi yang lebih aman dibanding dengan HTTP.

HTTPS sendiri merupakan gabungan dari HTTP dengan Socket Secure Layer (SSL) yang sebenarnya bukan merupakan protokol yang berbeda. Oleh karena itu, terdapat dua jenis lapisan enskripsi. Kombinasi ini dilakukan dengan tujuan menjaga keamanan untuk menghindari serangan dari pihak ketiga. Serangan tersebut misalnya seperti penyadapan informasi dari komunikasi yang dilakukan.

  • Secure Shell (SSH)

SSH merupakan jenis protokol jaringan yang mungkin terjadi pertukaran data antara dua komputer dengan sangat aman. Pertukaran data ini dapat berupa pengiriman file, pengendalian jarak jauh, dan sebagainya. Protokol SSH memiliki tingkat keamanan yang jauh lebih tinggi daripada jenis Telnet dan FT.

  • Telecommunication network (Telnet)

Protokol jenis ini dapat berjalan pada koneksi internet atau LAN. Sayangnya, TELNET memiliki keterbatasan keamanan dan masih memiliki resiko.

  • OSI Layer

OSI Layer yakni protokol yang menjadi standar komunikasi yang untuk jaringan komputer yang bertujuan untuk menentukan aturan sehingga seluruh alat komunikasi dapat saling terhubung melalui internet. Protokol ini dikembangkan dengan tujuan supaya komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang tidak sama dengan efisien. Biasanya digambarkan sebagai infomrasi suatu aplikasi yang berpindah melalui jaringan internet ke komputer lain. Terdapat tujuh lapisan di mana masing-masing mempunyai tugas yang spesifik antara lain :

  1. Application Layer, Merupakan Layer OSI yang sangat berdekatan dengan end user dan bertanggung jawab mengenai pertukaran informasi. Infromasi tersebut terjadi antara program komputer misalnya program email dan juga servis lainnya yang dilakukan pada jaringan seperti server printer.
  2. Presentation Layer, Layer OSI ini bertugas dalam pengkodean dan konversi data dari application layer. Layer ini bertanggung jawab dalam memastikan bahwa semua data dari application layer dapat dibaca oleh sistem yang lain.
  3. Session Layer, Layer OSI ini memiliki tugas yakni menentukan penjagaan, pemeliharan, dan pengaturan koneksi pada dua terminal. Layer ini juga berfungsi dalam pembentukan, managemen, serta pemutusan sesi komunikasi antar entitas.
  4. Transport Layer, Layer ini berperan dalam membagi data menjadi segmen dan menjaga koneksi logika masing-masing terminal. Tak hanya itu, juga memiliki peran dalam menyediakan penanganan ketika terjadi eror.
  5. Network Layer, Layer ini bertanggung jawab dala menentukan alamat jaringan serta rute yang perlu diambil dala perjalanan. Selain itu juga menjaga antrian trafik dalam jaringan.
  6. DataLink Layer, Layer OSI ini memiliki peran dala menyediakan link pada data dan memaketnya sehingga menjadi frame yang saling berhubungan dengan hardware lalu didistribusikan melalui media.
  7. Physical Layer Layer terakhir ini bertanggung jawab dalam mengirimkan dan menerima data mentah pada media fisik. Tujuan dari pemakaian layer ini adalah membantu desainer jaringan memahami fungsi tiap layer yang saling berbuhungan dengan aliran komunikasi data.

Fungsi Protokol Jaringan

Protokol jaringan berperan penting dan cukup vital dalam transfer data di internet. Pada umumnya fungsi protokol jaringan yakni menghubungkan pengirim dan penerima supaya dapat berkomunikasi. Secara spesifik fungsi protokol antara lain :

  • Addressing

Adressing berfungsi untuk mengantarkan paket melewati network komunikasi serta menyambungkan komputer pengirim dengan komputer penerima. Header IP yang mengandung alamt dapat mengidentifikasi komputer pengirim maupun penerima.

  • Reassembly

Kegunaan protokol ini adalah memastikan pesan dapat dibagi menjadi paket. Hal tersebut dilakukan karena pesan terlalu besar jika dimasukan ke dalam satu paket dan juga paket tidak dikirimkan dalam urutan yang sesuai. Sehingga paket harus tersusun ulang saat tiba di penerima.

  • Timeouts

Masing-masing IP memiliki self-dectructive counter yang umurnya terbatas. Jika sudah kadaluwarsa, maka paket akan dihancurkan dan jaringan internet mengalami overloaded dengan paket yang rusak.

  • Options

IP memiliki fitur tambahan yang membolehkan komputer pengirim menentukan paket mana yang didapatkan oleh komputer penerima. Perlu penambahan keamanan pada paket ketika menemukan bagian yang diambil.

Komponen Protokol Jaringan

Adapun beberapa komponen protokol jaringan antara lain :

  • Aturan / regulasi / prosedur : mengatur pembentukan atau pemutusan hubungan serta mengatur proses transfer data
  • Format atau bentuk : merupakan representasi pesan
  • Kosakata : merupakan jenis pesan atau makna masing-masing pesan