Bahasa Indonesia

Public Speaking: Pengertian, Pengaturan Bahasa dan Tekniknya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Pengertian Public Speaking

Public speaking adalah kemampuan berbicara di depan umum yang bertujuan untuk menyampaikan ide atau gagasan kepada para pendengar. Penyampaian gagasan itu berguna untuk menyamakan ide yang pembicara punya dengan persepsi para pendengar.

Hal itu dilakukan untuk menyamakan persepsi atau sudut pandang antara pendengar dan pembicara dalam memahami sebuah topik permasalahan. Public speaking sendiri sering disebut dengan berbicara di depan umum.

Lalu apa perbedaan dari public speaking dengan berbicara?

Public speaking:

  • Menggunakan teknik dalam penyampaiannya
  • Topik yang ingin disampaikan terstuktur
  • Dibatasi oleh waktu tampil
  • Dibutuhkan wawasan yang luas

Berbicara:

  • Dalam penyampaiannya tidak dibutuhkan teknik khusus
  • Topik yang disampaikan tidak terstruktur, bisa apapun
  • Waktu yang digunakan tidak terbatas
  • Dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun 

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan

Dalam public speaking sangatlah dibutuhkan kemampuan dalam berbahasa yang baik. Salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian ketika seseorang berbicara di depan umum adalah penggunaan bahasa yang tepat. Dalam kehidupan sehari-hari bahasa mempunyai arti yang sangat penting.

Bahasa digunakan sebagai alat komunikasi serta untuk mewujudkan hasil pemikiran manusia. Keadaan menunjukkan bahwa suatu komunikasi tidak akan berhasil tanpa hadirnya sebuah bahasa.

Segala macam pikiran, ide, konsep, dan berbagai angan-angan manusia dilahirkan lewat bahasa. Hal ini kiranya mendorong seseorang untuk lebih memperhatikan penggunaan bahasa.

Secara khusus, penggunaan bahasa dalam public speaking perlu mendapat perhatian lebih karena mencakup audiens dalam jumlah yang besar dengan berbagai karakter.

Oleh karena itu, penggunaan bahasa dalam public speaking harus disesuaikan dengan karakteristik audiens. Karakteristik dari audience itu sendiri dapat diketahui dengan melakukan analisis audience.

Analisis audience dirasa sangat penting dilakukan sebelum pembicara tampil di depan. Hal ini dikarenakan analisis audience sangat mempengaruhi bahasa serta topik yang pembicara gunakan nantinya.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum tampil sebagai public speaker. Berikut tips public speaking yang perlu diperhatikan:

  1. Topik yang digunakan sesuai dengan acara
  2. Penggunaan bahasa harus sesuai dengan audience yang ada. Apabila audience nya seorang orang awan,maka hindarilah penggunaan bahasa ilmiah dalam penyampaian topiknya. Sedangkan apabila audiencenya para pejabat maka hindarilah penggunaan bahasa yang dinilai terlalu payah.
  3. Penampilan saat tampil. Penampilan menjadi faktor pendukung pada saat pembicara menyampaikan materinya. Para audience tentunya melihat penampilan Sang pembicara dulu,baru penasaran dengan topik yang akan dibicarakan.
  4. Kejernihan suara. Suara sendiri sangat berpengaruh terhadap penampilan Sang pembicara. Apabila suara pemicara terdengar sangat menggangu,tentunya para audience menjadi tidak tertarik pada topik yang disampaikan. Mereka akan cenderung terganggu.
  5. Artikulasi, pengucapan yang jelas juga diperlukan para pembicara.

Pengaturan Bahasa Public Speaking

Tentunya, yang paling memikat pembicara menjadi berkesan dan dapat dikutip merupakan bagaimana kiat bahasa dalam pengaturan kata (sintaksis).

Ada tujuh teknik sintaksis yang dapat digunakan untuk memberikan pengaturan bahasa yang menawan, yaitu:

  1. Teknik fungsi omisi, yakni menggunakan kata dan ucapan pendek yang sering menjadi slogan.
  2. Inversi, yakni membalikan urutan kata dan ucapan yang diharapkan; pernyataan sering menjadi suatu pertanyaan.
  3. Suspensi, yakni menempatkan kata kunci pada akhir frase atau kalimat untuk menimbulkan pengaruh.
  4. Antitesis, yakni mengembangkan struktur pararel yang menyeimbangkan satu bagian atau satu klausa suatu kalimat dengan bagian atau klausa lain.
  5. Repetisi, yakni mengulang gagasan dan kata kunci berkali-kali untuk memberikan pengaruh dan tekanan.
  6. Paralelisme, yakni mencocokan kata dan ucapan awal yang sama berkali-kali untuk memberikan tekanan.
  7.  Aliterasi, yakni mengulang bunyi konsonan dalam dua atau lebih kata atau suku kata yang berdekatan untuk efek yang mencolok.

Teknik Public Speaking

Untuk lebih menunjang penampilan public speaker, juga diperlukan teknik penyampaian yang tepat. Berikut empat teknik public speaking yang seringkali digunakan:

1. Start of fire

Teknik ini menggunakan gimmick pada opening public speaking. Dengan membuat gebrakan di awal dirasa mampu membuat masyarakat lebih tertarik dengan topik yang akan disampaikan.

Gimmick tersebut dapat berupa lelucon, ataupun hanya sekedar kalimat menggantung yang memerlukan kelanjutan untuk memahaminya.

2. Build a bridge

Sebelum masuk pada materi pokok kita perlu mengantarkan pendengar pada perumpamaan, cerita aktual yang sedang hangat di masyarakat, supaya mampu menarik dan mempertahankan perhatian lebih jauh.

Ini kita upayakan sebagai bahan perantara masuk pada materi pokok yang akan kita bicarakan. Arti harfiahnya adalah bagaimana kita membuat jembatan pembicaraan dari pembukaan dengan gebrakan menuju kepada materi pokok yang akan kita sampaikan.

3. For instance

Sebagai pembicara, kita menguraikan dan membahas materi pokok, pada tahapan ini. Materi pokok yang ingin pembicara sampaikan kita olah dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami.

Penguraian tersebut juga dapat dilakukan dengan menggunakan pengandaian yang ada di realita, sehingga menjabaran tersebut lebih mudah dipahami.

Dengan menggunakan teknik ini, diperlukan wawasan yang kuas untuk dapat menjabarkannya. Dibutuhkan sebuah keahlian yang khusus untuk dapat membawakan teknik public speaking yang satu ini.

4. So What

Biasanya, untuk mengakhiri pembicaraan seorang pembicara menutup dengan langkah-langkah tindak lanjut, follow up. 

Di akhir pembicaraan seorang public speaker seringkali menggunakan sebuah kesimpulan maupun sebuah kata kata kias yang masih berhubungan dengan topik yang disampaikan.

Hal ini juga dapat diartikan sesuai dengan katanya “so what” yaitu, “jadi apa”, yang berarti kesimpulan apa yang didapat dari segala materi yang sudah disampaikan sebelumnya.