Pulau Panas Perkotaan: Pengertian – Ciri dan Dampaknya

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Kali ini kita akan membahas mengenai Pulau Panas Perkotaan, berikut pembahasannya.

Pengertian Pulau Panas Perkotaan

Fenomena ini didefenisikan pertama kali oleh Luke Howard pada tahun 1818.

Pulau panas perkotaan adalah fenomena dimana meningkatnya suhu di suatu wilayah perkotaan yang kecil daripada suhu di kawasan sekitarnya. Fenomena ini juga memicu terjadinya pemanasan global.

Fenomena ini didasari oleh adanya urbanisasi dan pertumbuhan kota. Urbanisasi adalah peningkatan masyarakat yang tinggal di perkotaan akibat perpindahan masyarakat dari desa ke kota. Urbanisasi ini menyebabkan wilayah perkotaan semakin padat.

Ciri-ciri Pulau Panas Perkotaan

  • Terjadinya peningkatan suhu di pusat kota, sehingga terdapat perbedaan suhu antara pusat kota, pinggir kota, dan luar kota.
  • Bangunan-bangunan di wilayah perkotaan akan lebih panas di musim panas
  • Suhu permukaan bumi di wilayah perkotaan pada malam hari lebih hangat dari wilayah sekitarnya.

Penyebab Terjadinya Pulau Panas Perkotaan

  • Perpindahan masyarakat dari desa ke kota sehingga membuat wilayah perkotaan semakin padat
  • Pembangunan di wilayah perkotaan menyebabkan menurunnya area hijau dan vegetasi di perkotaan sehingga lebih banyak panas yang diserap oleh atap bangunan dan dinding bangunan
  • Meningkatnya penggunaan bahan bakar pada kendaraan bermotor dan penggunaan alat pendingin ruangan (AC) pada rumah dan gedung di daerah perkotaan.

Jenis Pulau Panas Perkotaan

  • Pulau Panas Perkotaan di Permukaan Bumi
    Perbedaan suhu permukaan antara sisi terluar atmosfer dengan bahan padat perkotaan dan udara wilayah sekitarnya yang berbatasan
  • Pulau Panas Perkotaan di Sub Permukaan Bumi
    Perbedaan antara pola suhu udara di permukaan kota, termasuk tanah dan bangunan dengan suhu udara di permukaan wilayah sekitarnya.
  • Pulau Panas Perkotaan Batas Kanopi
    Fenomena berskala lokal yang terletak di daerah perkotaan mulai dari tanah hingga atap gedung-gedung bertingkat.
  • Pulau Panas Perkotaan di Lapisan Batas Atmosfer
    Perbedaan suhu udara antara puncak gedung-gedung bertingkat dengan lapisan batas atmosfer pada wilayah perkotaan dibandingkan wilayah sekitarnya yang berbatasan.

Dampak Pulau Panas Perkotaan

  • Ketidaknyamanan hidup di perkotaan karena suhu udaranya yang panas
  • Penurunan kualitas air di wilayah perkotaan
  • Peningkatan polusi udara
  • Peningkatan terjadinya curah hujan ekstrem akibat pembentukan awan-awan konvektif di wilayah perkotaan
  • Peningkatan penggunaan listrik dan penggunaan bahanbakar fosil yang memicu pemanasan global
  • Gelombang panas yang terjadi di perkotaan dapat menyebabkan stress hingga kematian penduduk
  • Meningkatkan biaya operasional kota akibat penggunaan listrik yang besar di rumah dan gedung
  • Penuaan dini pada rumah dan bangunan.

Pengendalian Pulau Panas Perkotaan

  • Perancangan susunan letak kota yang baik sehingga terciptanya keseimbangan antara kawasan tempat lewatnya angin dengan panas yang masuk ke kota. Dengan baiknya rancangan kota, diharapkan suhu udara di kota tidak terlalu panas dibandingkan wilayah sekitarnya.
  • Penggunaan warna-warna cat yang cerah pada dinding bangunan dan kantor. Penggunaan warna-warna cat yang cerah ini efektif dalam mengurangi panas yang diserap oleh dinding bangunan. Warna cat yang gelap terutama hitam menyebabkan lebih banyak panas yang diserap oleh bangunan sehingga bangunan akan terasa lebih hangat.
  • Menghemat penggunaan listrik. Langkah awal yang dapat digunakan adalah dengan mematikan lampu dan alat-alat lain yang menggunakan listrik apabila sudah tidak digunakan.
  • Merancang ventilasi yang baik untuk mengurangi penggunaan alat pendingin ruangan (AC).
  • Menggunakan alat transportasi umum seperti bus atau komuter yang dapat menampung banyak orang. Semakin banyak kendaraan pribadi yang melintas di jalanan menyebabkan suhu udara di permukaan kota lebih panas.
  • Membuat banyak kolam air atau air pancuran di halaman rumah atau kantor di wilayah perkotaan. Tujuannya agar meningkatkan kelembaban udara di wilayah perkotaan sehingga udara akan lebih sejuk.
  • Memperbanyak ruang terbuka hijau di wilayah perkotaan, seperti taman-taman dengan banyak pohon. Selain untuk kenyamanan dan memperindah kota, ruang terbuka hijau efektif dalam mengurangi panas atau suhu udara perkotaan serta mengurangi polusi udara. Akan tetapi, pengadaan ruang terbuka hijau yang luas akan sulit untuk dilakukan, karena lahan kosong semakin kecil. Untuk menyiasatinya, dapat dibuat roof garden atau taman di atap bangunan, teknologi dinding hijau atau tanaman di dinding bangunan dan green parking yakni pembuatan rumput hijau di wilayah parkir.
fbWhatsappTwitterLinkedIn