Bahasa Indonesia

Simpulan Paragraf : Pengertian – Cara Menentukan dan Contohnya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Simpulan paragraf merupakan sebuah pernyataan yang dibuat penulis berdasarkan ide pokok dan kata kunci dari kalimat penjelas dengan kalimat yang dibuat sendiri oleh penulis.

Kalimat penjelas merupakan suatu pernyataan yang secara khusus di dalamnya terdapat bagian-bagian yang menunjang atau menjelaskan kalimat utama pada suatu paragraf.

Kalimat utama merupakan bagian dari salah satu cara membuat simpulan paragraf. Melalui berbagai jenis paragraf berdasarkan letak kalimat utama, pembaca akan lebih mudah menebak dan memahami isi dari paragraf.

Dengan adanya perbedaan gagasan utama dan kalimat utama akan memudahkan pembaca menentukan simpulan paragrafnya.

Selain itu, dengan menambahkan beberapa kalimat penjelas sebagai pendukungnya, maka akan lebih mudah bagi pembaca dalam menentukan manakah kalimat simpulan paragraf dalam suatu paragraf.

Setelah kita memahami makna sesungguhnya dari suatu kalimat, kemudian memahami hubungan antar kalimat dalam suatu paragraf maka kita akan dengan mudah menentukan simpulan paragraf.

Selain itu, simpulan paragraf juga dapat dilakukan apabila kita menggabungkan kalimat utama dan kalimat terakhir dalam paragraf.

Nah, bagaimana cara menentukan simpulan paragraf? Simpulan paragraf dapat ditentukan dengan berberapa cara, diantaranya sebagai berikut:

1. Mengambil Kalimat Simpulan Secara Langsung dari Suatu Paragraf

Kalimat simpulan ditandai dengan kata: dengan demikian, maka, oleh sebab itu, demikian, jadi, karena itu, dan sebagainya.

Contoh:

Salah satu jenis musik di Indonesia yang cukup terkenal bagi masyarakat jawa adalah musik keroncong. Musik keroncong iramanya dihasilkan atas perpaduan gitar, bas, ukulele, biola, selo, kontrabas, dan flute.  Dalam penggunaannya, penjaga irama dalam musik keroncong dilakukan dengan petikan ukulele dan bas. Dewasa ini, musik keroncong telah mengalami perkembangan menyesuaikan selera masyarakat namun dengan tidak meninggalkan ciri khas keroncongnya. Dengan demikian, keaslian musik keroncong masih dapat dinikmati para pecinta musik keroncong.

Kalimat terakhir diawali dengan kata “dengan demikian”, di mana kata tersebut merupakan salah satu jenis kata dalam kalimat simpulan paragraf.

Simpulan paragraf dalam paragraf di atas adalah Musik keroncong masih dapat dinikmati para pecinta musik keroncong.

2. Kalimat Utama dan Kalimat Terakhir dalam Paragraf digabungkan

Kalimat utama selalu terdapat pada kalimat pertama dalam paragraf. Sedangkan kalimat terakhiryang merupakan bagian dari simpulan terdapat dalam kalimat terakhir di suatu paragraf.

Dengan menggabungkan kedua kalimat tersebut, maka kita dapat menentukan simpulan paragrafnya.

Contoh:

Hujan deras pada Selasa, 17 Desember 2019, di sekitar Jakarta telah menyebabkan adanya genangan air. Beberapa genangan air khususnya di sekitar Jakarta Selatan menyebabkan beberapa kendaraan mogok. Genangan air menyebabkan pengendara mendorong kendaraan mereka. Akibatnya, genangan tersebut menyebabkan kemacetan yang cukup parah.

Kalimat utama paragraf tersebut adalah hujan deras menyebabkan genangan air. Kalimat terakhir sebagai simpulannya yang terdapat di akhir paragraf adalah genangan air menyebabkan kemacetan. Apabila kita menggabungkan kalimat tersebut maka simpulan paragrafnya adalah hujan deras menyebabkan kemacetan akibat genangan air dari sisa hujan.

3. Menemukan Hubungan Sebab-Akibat atau Akibat-Sebab

Jika dalam membaca suatu paragraf kita mampu memahami hubungan sebab-akibat pada paragraf tersebut, maka dengan mudah kita membuat simpulan paragrafnya.

Contoh:

Sering menguap menunjukkan tanda bahwa otak manusia kekurangan oksigen. Akibatnya, jaringan atau organ tubuh tidak mampu bekerja dengan baik. Hal tersebut membuat suplai darah ke otak menjadi berkurang. Kondisi tersebut menyebabkan daya tahan tubuh berkurang, mudah lelah, dan badan pegal-pegal.

Akibat: Daya tahan tubuh berkurang, mudah lelah, dan badan pegal-pegal.

Sebab: Suplai darah ke otak berkurang

Kalimat simpulan paragraf: Menguap menunjukkan tanda bahwa otak kekurangan oksigen.

4. Membuat Jawaban dari Ide Pokok

Membuat jawaban dari ide pokok akan mempermudah kita dalam membuat kalimat simpulan paragraf.

Contoh:

Masyarakat Indonesia percaya apabila di luar hujan  deras, maka kita tidak diperbolehkan menonton televisi agar tidak terkena petir. Faktanya, menonton televisi dengan antena dalam atau televisi kabel tidak mempengaruhi sama sekali. Masalahnya adalah apabila televisi menggunakan antena yang di pasang di luar dan tidak menggunakan anti petir. Hal tersebut dapat menyebabkan petir menyambar antena televisi dan menyebabkan televisi menjadi rusak.

Ide pokok paragraf di atas adalah tidak diperbolehkan menonton televisi ketika hujan deras. Kalimat ide pokok tersebut dapat dijadikan sebuah pertanyaan. Misalnya sebagai berikut: Apakah tidak boleh menonton televisi ketika di luar hujan deras?

Melalui pertanyaan tersebut, kita dapat menjawabnya sehingga jawaban tersebut menjadi simpulan paragraf.

Jawaban dari pertanyaan ide pokok di atas yaitu: Kita tetap dapat menonton televisi ketika di luar hujan deras apabila menggunakan televisi kabel atau antena dalam.

Apabila dipahami lebih lanjut, simpulan paragraf lebih sering dijumpai pada paragraf deduktif. Kalimat penjelas yang mendukung dalam paragraf deduktif mempermudah pembaca menemukan simpulan paragrafnya.

Demikian penjelasan mengenai pengertian simpulan paragraf, cara menentukan simpulan paragraf beserta contohnya.

Simpulan paragraf sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari dalam berbagai jenis paragraf.

Apabila kita sering membaca suatu paragraf, baik dalam berita, novel maupun karangan bebas lainnya, maka akan lebih mudah bagi kita memahami manakah simpulan paragraf yang tepat.