Sosiologi

5 Tahapan Komunikasi Intrapersonal Beserta Penjelasannya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Komunikasi dan kehidupan manusia merupakan dua hal yang saling berkaitan satu dengan lainnya dan tidak bisa terpisahkan. Tanpa komunikasi manusia tidak akan mampu menciptakan sebuah interaksi yang memudahkan kehidupannya.

Hal itu bersesuaian dengan fungsi dasar dari komunikasi itu sendiri yaitu sebagai salah satu media untuk bisa mengekspresikan dirinya secara bebas tanpa adanya batasan. Salah satu jenis dari komunikasi yang sudah banyak berkembang adalah komunikasi intrapersonal.

Secara umum, komunikasi intrapersonal diartikan sebagai suatu proses komunikasi yang terjadi antar individu dengan dirinya sendiri. Maka tidak jarang apabila jenis komunikasi ini disebut dengan selftalk dan lain sebagainya. Karena pada dasarnya komunikasi yang berlangsung memang dengan diri sendiri.

Namun, jangan sangka nyatanya jenis komunikasi ini membawa begitu banyak manfaat bagi seorang individu. Adapun 5 tahapan yang perlu diperhatikan dalam proses komunikasi intrapersonal yang seringkali terjadi.

1. Sensasi

Tahap awal dari terjadinya komunikasi intrapersonal atau selftalk ini adalah adanya sensasi yang muncul. Sensasi tersebut muncul sebagai bentuk respon terhadap segala informasi dan hal lain yang diterima. Sensasi hanya bisa dirasakan dan digambarkan melalui alat indera yang kita miliki.

Apabila seorang individu tiba tiba menerima informasi dari individu lainnya entah berupa informasi yang menyenangkan, menyedihkan dan lain sebagainya. Tentunya individu yang berperan sebagai penerima informasi tersebut akan merasakan suatu sensasi. Intinya, sensasi yang dirasakan ini timbul dari berbagai alat indera yang kita memiliki.

2. Persepsi

Setelah ditangkap oleh alat indera yang kita miliki, informasi atau pesan yang kita terima akan mulai kita kelola atau kita cerna secara perlahan. Apa yang ada didalamnya, terdapat pesan dan data apa yang terkandung dan lain sebagainya.

Dengan perlahan namun pasti otak kita akan mengelola dan mendeteksi secara detail mengenai hal tersebut. Setelah dicerna dan dideteksi, otak akan mencari cari peristiwa atau pengalaman lain yang pernah kita lakukan dan inti atau konteksnya sangat relevan dengan informasi atau pesan yang baru saja kita terima.

Sehingga respon yang nantinya kita ciptakan akan cenderung berdasar pada persepsi kita mengenai hal tersebut. Hal yang sebelumnya kita pernah alami. Sehingga secara tidak langsung kita mengerti bagaimana cara merespon informasi seperti ini dan memberikan tanggapan yang sesuai dengan yang diharapkan.

Dengan berbagai persepsi serta pola pikir yang sudah terbentuk itulah yang lebih memudahkan kita untuk mencerna dan merespon informasi.

3. Memori atau Daya Ingat

Memori atau daya ingat merupakan suatu sistem yang terstruktur dan terbentuk secara alamiah untuk bisa merekam semua kejadian dan fakta yang telah terjadi dan kita ketahui. Semua hal itu akan teringat dalam memori kita ini. Sehingga apabila sewaktu waktu kita membutuhkannya, kita bisa menggunakan informasi dan data itu kembali.

Entah untuk dijadikan sebagai wawasan atau pembelajaran saja untuk menghadapi berbagai keadaan dan peristiwa kedepannya. Namun, manusia lebih cenderung mengingat hal hal apa yang membuatkan sangat bahagia dan hal yang membuatnya sangat sedih.

Kedua hal itu yang paling diingat oleh manusia. Sedangkan hal hal lain yang tidak terlalu membekas dalam hidupnya akan cenderung mudah sekali untuk dilupakan. Maka, tidak jarang apabila manusia lebih ingat pada waktu ia sedang disakiti dibandingkan dengan ketika kejadian biasa lainnya yang telah dilewatinya.

4. Berpikir

Berpikir merupakan tahapan komunikasi intrapersonal yang merupakan kombinasi dari ketiga tahapan sebelumnya, yakni tahap sensasi, persepsi, dan memori. Dalam proses berpikir ini manusia membutuhkan ketiga kemampuan tersebut.

Dalam proses berpikir manusia akan mencari cari berbagai memori atau ingatan yang bersesuaian dengan informasi yang ia terima. Dan untuk lebih meyakinkannya kembali ia juga menggunakan persepsi atau pola pikirnya yang sudah terbentuk dari lama.

Sehingga ide atau gagasan yang diungkapkannya akan lebih realistis dan lebih mudah diterima oleh sebagian orang. Karena apa yang disampaikan masih berdasarkan pada peristiwa dan  pengalaman lainnya yang pernah dilakukannya.

5. Ekspresi

Setelah dipikirkan dengan berbagai pertimbangan dan lain sebagainya. Terbentuklah ekspresi yang sesuai dengan informasi apa yang ia terima. Ekspresi yang dimunculkan ini merupakan bentuk feedback yang diberikan secara non verbal. Sehingga secara tidak langsung respon berupa ekspresi ini bisa dirasakan dan diketahui oleh lawan bicara.