Seni

Tari Topeng Ireng: Sejarah dan Gerakannya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Sejarah Tari Topeng Ireng

Tari Topeng Ireng berkembang di masyarakat lereng Gunung Merbabu. Kesenian ini sudah ada lama sejak zaman penjajahan Belanda.

Pada saat penjajahan Belanda, masyarakat sekitar dilarang berlatih silat sehingga masyarakat mengembangkan silat menjadi sebuah kesenian rakyat yaitu Tari Topeng Ireng.

Topeng Ireng, memiliki arti yaitu Toto Lempeng Irama Kenceng. Toto berarti menata, lempeng artinya lurus, irama berarti nada, dan kenceng yang berarti keras.

Tari ini ditarikan oleh penarinya dengan penuh semangat dan gairah. Tari Topeng Ireng diiringi dengan gamelan dan lagu jawa yang intinya mengenai berbagai nasihat tentang hidup.

Tari ini biasanya digunakan pada saat membangun sebuah masjid, sebelum kubah masjid dipasang maka kubah tersebut diarak keliling desa menggunakan tarian tersebut.

Gerakannya sendiri menggunakan simbol simbol bela diri silat seperti menangkis, menyerang, kuda-kuda, menendang, keluwesan dan bertahan.

Keistimewaan Tari Topeng Ireng

Busana yang digunakan oleh penari Topeng Ireng ini pada saat pertama kali muncul sekitar tahun 50an berupa dedaunan, pelepah pisang, daun cemara, janur. Riasan muka sendiri menggunakan angus atau bekas kayu yang dibakar.

Tarian ini cukup mudah untuk dibawakan, gerakannya sederhana tidak terlalu rumit. Biasanya tarian ini dibawakan oleh 10 orang atau lebih. Formasinya pun beragam, seperti melingkar atau persegi.

Keistimewaan dari tari topeng ireng yang berkembang sekarang yaitu terletak pada busananya:

  • Hiasan bulu warna warni yang menyerupai mahkota seperti orang khas Indian.
  • Kostum bawahnya seperti suku Dayak, dengan rok rumbai rumbai.
  • Alas kakinya menggunakan sepatu boot dengan gelang kelintingan yang menimbulkan bunyi riuh ketika digerakkan.

Keistimewaan yang lainnya yaitu gerakannya yang tidak monoton, dan dari waktu ke waktu juga terdapat inovasi pada tarian ini.

Hal ini agar penonton tidak bosan dengan gerakan yang itu-itu saja dan untuk menarik para pemuda agar bisa ikut bergabung dengan kelompok Tari Topeng Ireng.

Iringannya cukup sederhana yaitu rebana, bendhe, jedor, bedug. Syair pujian yang bernafaskan islam dan perjuangan.

Penyelenggaraan Tari Topeng Ireng

Tari yang berasal dari Magelang, Jawa Tengah ini sudah dikenalkan secara meluas kepada siswa-siswa sekolah. Tidak hanya di Magelang saja, tari topeng ireng ini juga terkenal di Boyolali dan sekitarnya.

Biasanya Tari Topeng Ireng ini dibawakan saat acara kebudayaan yang diselenggarakan oleh daerah setempat. Beberapa acara yang menyelenggarakan Tari Topeng Ireng, diantaranya:

  • Upacara adat, seperti saat sedang bersih desa atau kirab budaya.
  • Hiburan, seperti acara festival atau acara budaya lainnya.
  • Tari dengan paduan gerakan silat ini juga banyak dibawakan oleh para siswa pada saat ujian praktik seni tari di beberapa sekolah.

Gerakan Tari Topeng Ireng

Berikut urutan gerakan Tari Topeng Ireng:

  1. Putar ke kanan 8x
  2. Putar ke kiri 8x
  3. Putar ke kiri diam 2 hitungan
  4. Maju mundur kaki kanan 1-4 hitungan
  5. Engklek mundur kaki kanan 5-8 hitungan
  6. Putar tangan mundur 1-8 hitungan
  7. Diulang dari nomor 3-5
  8. Jalan ke kanan tangan mengepal 1-4 hitungan (3x)
  9. Jalan ke kiri tangan mengepal 5-8 hitungan (3x)