IPA

Cara Kerja Kincir Angin yang Perlu dipahami

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Kincir angin adalah alat yang digunakan untuk mengubah tenaga angin menjadi energi listrik. Kincir angin terbentuk dari baling-baling yang biasa disebut sebagai bilah yang dapat berputar apabila terkena angin. Kemudian energi angin akan berubah menjadi energi rotasi dan kemudian dimanfaatkan untuk berbagai hal.

Hingga saat ini masih belum diketahui dengan pasti penemu pertama kincir angin. Apakah orang dari negara Cina ataupun Persia yang pertama kali menemukan kincir angin di dunia. Ini dikarenakan bukti sejarah penemuan pemakaian kincir angin di kedua negara tersebut berada di waktu yang hampir sama.

Orang-orang Cina dan Persia Kuno menggunakan kincir angin untuk menggiling biji-bijian serta memompa air. Seiring berkembangnya zaman, saat ini kincir angin dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik.

Angin merupakan salah satu dari energi matahari yang disebabkan oleh adanya tiga kejadian yang terjadi secara bersamaan yaitu; matahari yang memanaskan atmosfer, rotasi bumi dan ketidakteraturan permukaan bumi.

Penggunaan angin sebagai tenaga listrik merupakan solusi yang terbaik karena tidak mengeluarkan emisi beracun, dapat menghasilkan listrik, mudah didapatkan, bersih dan ramah lingkungan.

Kincir angin bekerja dengan menggunakan gaya aerodinamis pada bilah. Bilah dipasangkan setinggi 100 kaki di atas tanah agar dapat lebih cepat bertemu angin. Apabila angin melintasi bilah membuat tekanan pada udara pada satu sisi bilah menurun sehingga dapat berputar.

Pada bila dipasangkan sebuah system pitch yang dapat mengontrol kecepatan putaran bilah serta mencegah bilah berputara apabila kecepatan angin sangat tinggi. Bilah ini kemudian terhubung oleh generator baik secara langsung maupun tidak.

Bilah yang tidak terhubung langsung dengan generator berputar sekitar 30 hingga 60 putara per menit. Kemudian akan dipasangkan serangkaian roda gigi yang dapat mengubah kecepatan putaran bilah menjadi 100 hingga 1800 putaran per detik lalu disalurkan ke generator untuk menghasilkan listrik.

Sedangkan putaran bilah yang langsung terhubung dengan generator, mengalirkan listrik dari generator dikirim ke menara pengendali dan diubah menuju tegangan listrik yang sama dengan energi jaringan lokal.

Pada tahun 2009, energi angin mampu menghasilkan energi listrik sebanyak 159 GW atau sama dengan dua persen konsumsi listrik dunia. Sedangkan di Indonesia sendiri pemanfaatan kincir angin sebagai pembangkit tenaga listrik mampu menghasilkan listrik dengan potensi kapasitas hingga 100 kw.