3 Cara Mengajar Anak Disleksia yang Patut dipahami

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Setiap anak terlahir unik, jangan kecewa jika anak berbeda dengan anak yang lain yang seumurannya. Jika anak sulit untuk membaca jangan langsung melabeli anak malas dan bodoh. Bisa jad anak kesulitan dalam membaca atau Disleksia.

Sampai saat ini belum diketahui apa penyebab Disleksia, namun jangan berkecil hati dalam mengajari anak tersebut untuk belajar membaca ataupun menulis. Berikut ini langkah-langkah mengajari anak disleksia.

1. Metode Multisensori

Berdasarkan studi dalam International Journal of Psychological Studies, metode ini berguna untuk membangun asosiasi visual-auditori melalui kegiatan kinestetik, mengurangi rasa bosan, dan melibatkan anak secara langsung dan mengembangkan perhatian terhadap detail dalam mempelajari huruf dan kata.

Berikut contohnya:

  • Menggunakan Krim atau Pasir
    Orang tua dapat menggunakan media pasir atau krim (weaping cream). Pembelajaran bisa menjadi hal yang menyenangkan dan mengundang daya tarik anak. Mintalah pada anak untuk menulis kata atau abjad di krim atau pasir tersebut dengan menggunakan tangan.
  • Menggunakan Balok Huruf
    Siapkan balok-balok huruf dan warnai balok-balok tersebut dengan warna yang menarik. Contohnya, warna merah untuk huruf vokal, dan warna jingga untuk huruf konsonan. Mintalah si kecil untuk menyusun huruf sambil mengeja, dan kemudian menyebut kata utuhnya.
  • Kolom Baca, Susun, dan Tulis
    Menurut para ahli, metode ini juga bisa diterapkan pada anak disleksia. Caranya, buatlah 3 kolom dengan keterangan di atasnya berupa Baca,Susun dan Tulis. Siapkan pula spidol dan balok warna warni. Tuliskan kata yang ingin diajarkan kepada anak di kolom Baca, lalu minta anak untuk mengamati huruf-huruf pembentuk kata tersebut. Kemudian, minta anak menyusun kata tersebut di kolom Susun menggunakan balok huruf warna-warni. Terakhir, minta anak menuliskan kata tersebut di kolom Tulis sambil membacanya.
  • Dinding Kosakata
    Cetak kata-kata yang umum terlihat, seperti “dari”, “ke”, “di”, “kepada”, “saya”, dan “kamu” dalam ukuran besar dan berwarna warni. Untuk kemudian, tempellah kata-kata tersebut di dinding kamar anak sesuai urutan alfabetik. Hal ini menunjang daya ingat anak, karena kemungknan anak akan sering melihat dan membacanya.

2. Metode Linguistik

Metode yang satu ini memberikan pengajaran pada anak untuk mengenal kata secara utuh. Cara ini efektif agar anak tidak keliru mengenali kata-kata yang mirip. Cara ini juga mendorong anak untuk menyimpulkan sendiri pola hubungan antara huruf dan bunyinya.  

3. Metode Fonik

Metode Fonik mempunyai tujuan untuk melatih kemampuan auditori dan visual dengan cara menamai huruf sesuai dengan bunyinya. Misalnya, huruf D dibunyikan de, huruf H dibunyikan dengan ha. Karena pada umumnya, anak disleksia bisa berpikir kata “es krim” hanya terdiri dari “s” dan “krim”.

fbWhatsappTwitterLinkedIn