Bahasa Indonesia

Majas Antitesis : Pengertian, Ciri, dan Contohnya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Sebuah karya sastra tidak pernah lepas dari majas. Baik itu pada jenis puisi, pada unsur intrinsik dan ekstrinsik dalam cerpen, dan juga pada syair. Selain itu, majas juga berkaitan dalam penyusunan suatu paragraf dalam karya sastra Indonesia.

Apa Itu Majas ?

Majas merupakan gaya bahasa ataupun gaya penulisan dalam penyusunan sebuah tulisan ataupun karya sastra. Majas terdiri dari empat kelompok yaitu majas perbandingan, majas pertentangan, majas sindiran dan majas penegasan.

Setiap kelompok memiliki jenis-jenis majas dan juga perbedaan. Misalnya, kelompok majas perbandingan terdiri dari majas hiperbola, majas asosiasi, majas metonimia dan lain sebagainya.

Kali ini kita akan membahas satu jenis majas dari kelompok majas pertentangan yaitu majas antitetis.

Pengertian Majas Antitesis

Majas antitesis merupakan bagian dari kelompok majas pertentangan. Majas pertentangan berarti gaya bahasa yang menggunakan kata-kata yang berlawanan arti dengan maksud yang ingin diungkapkan oleh penulis.

Majas antitesis terdiri dari kata majas dan antitesis. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, antitesis berarti pengungkapan gagasan yang bertentangan dalam susunan kata yang sejajar.

Sehingga, dapat disimpulkan majas antitesis adalah gaya bahasa yang menggunakan dan memadukan dua kata yang berlawanan dalam suatu susunan kata yang sejajar.

Kata yang dipadukan bukan hanya berlawanan tetapi memiliki pengertian yang bertolak belakang sehingga menonjolkan perbedaan yang kontras.

Ciri-ciri

Beberapa ciri-ciri majas antitesis yang dapat disimpulkan adalah sebagai berikut :

  • Merupakan bagian dari majas pertentangan.
  • Terdapat dua kata yang berlawanan dan bertolak belakang dalam satu klausa dan dituliskan secara berurutan atau disambung dengan kata penghubung.
  • Biasanya menggunakan dua kata yang bersifat antonim dan muncul secara bersamaan dan tidak bersifat implisit.

Contoh

Berikut ini saya akan memberikan contoh majas antitesis.

  1. Tua mudanya seseorang tidak menentukan semangatnya untuk berjuang dalam menjalani hidup.
  2. Keberhasilan seseorang ditentukan oleh gigih tidaknya dirinya dalam bekerja dan belajar memperbaiki dirinya.
  3. Jangan menilai seseorang dari cantik jeleknya tampang seseorang.
  4. Mahal tidaknya buku itu, tidak mempengaruhi kualitas dan daya tarik buku tersebut.
  5. Baik buruknya sifat seseorang tidak bisa dinilai dari pertemuan awal saja.
  6. Kemakmuran suatu negara dipengaruhi oleh damai tidaknya rakyat di negara tersebut.
  7. Naik turunnya nilai seorang siswa ditentukan dari cara belajar dan keaktifan siswa tersebut di kelas.
  8. Banyak sedikitnya harta yang kita miliki, seharusnya tidak mempengaruhi rasa syukur kita kepada Tuhan.
  9. Kita tidak bisa menilai setia tidaknya seseorang, jika kita tidak mengenalnya.
  10. Ayah sudah banyak menjalani pahit manisnya kehidupan ini.
  11. Suatu atasan akan mengetahui jujur tidaknya seorang karyawan.
  12. Kepala sekolah sangat bertindak adil dan tidak pilih kasih, beliau memperlakukan sama murid laki-laki atau perempuan di sekolah tersebut.
  13. Bersih tidaknya halaman pekarangan dipengaruhi oleh kerajinan pemilik rumah untuk membersihkannya.
  14. Sekalipun Sinta meminta maaf, tidak mempengaruhi sembuh tidaknya rasa sakit di hatiku.
  15. Tidak ada perbedaan antara manusia kaya atau miskin di mata Tuhan.
  16. Jangan mencari kekasih dari banyak tidaknya harta yang dimilikinya.
  17. Jangan pernah membandingkan besar kecilnya pengorbanan seseorang.
  18. Dia tidak perlu mengetahui cinta atau tidaknya aku kepadamu.
  19. Silahkan berikan jawaban benar atau salah dari pertanyaan yang saya berikan.
  20. Tinggi pendek tubuhnya tidak mempengaruhi hasil penilaian.

Demikian penjelasan singkat tentang pengertian, ciri-ciri, dan contoh majas antitesis. Semoga bermanfaat dan mudah dipahami!