27 Contoh Majas Sarkasme dan Penjelasannya

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Pada umumnya majas merupakan bahasa kiasan yang dipakai dan bertujuan buat membuat pembacanya lebih imajinatif atau memberikan efek tertentu untuk pembacanya.

Lain halnya dengan majas sindiran yang merupakan gaya bahasa yang dipakai buat menyindir, menyakiti seseorang ataupun sesuatu, dengan kata-kata yang berlawanan dibandingkan keadaannya atau maksud sebenarnya. Bahkan memakak kata yang sebenarnya dengan terang-terangan.

Majas sindiran memiliki beragam jenisnya seperti majas sinismer, majas ironi, serta majas sarkasme. Pada kesempatan ini akan dibahas pengertian majas sarkasme, ciri-ciri serta contohnya.

Pengertian Majas Sarkasme

Menurut (KBBI) Kamus Besar Bahasa Indonesia arti sarkasme yaitu penggunaan kata tidak mengenakan buat melukai hati orang lain; seperti ejekan kasar atau cemoohan.

Sarkasme sendiri merupakan bahasa Yunani, “sark” berarti “daging”, serta “asmos” berarti “merobek”. Sehingga bisa dikatakan jika sarkasme adalah “merobek daging”. Sarkasme bertujuan buat menyinggung atau menyindir seseorang. Majas ini bisa digunakan buat melukai perasaan orang lain.

Majas sarkasme merupaka gaya bahasa yang dipakai buat menyindir serta menyinggung seseorang ataupun secara langsung tidak memakai kiasan atau kata yang berlawanan dari yang ingin dikatakan.

Kata-kata yang dipakai dalam majas sarkasme seringkali berupa kata-kata penghinaan yang menunjukan rasa kesal/ marah dengan memakai kata-kata kasar. Bahkan majas sarkasme ini termasuk majas sindiran yang sangat kasar dibandingkan dua majas sindiran lainnya.

Ciri Majas Sarkasme

Karena gayanya hampir sama dengan majas ironi dan satire, untuk membedakan ketiganya berikut ciri-ciri khusus majas sarkasme:

  • Bertujuan untuk menyakiti perasaan pendengarnya.
  • Tidak selalu digunakan untuk mengungkapkan yang sebenarnya, namun bersifat emosional.
  • Berlandaskan kekecewaan atau emosi negatif terhadap suatu hal.
  • Pasif agresif, yang berarti seperti terlihat tidak menyerang para pembacanya tapi sebenarnya ditujukan untuk menyerang.

Contoh Majas Sarkasme

  1. Dasar otak udang, dikasih pekerjaan yang sangat mudah saja kamu tidak mampu. Terus kamu bisanya apa?
  2. Cepat kemari, sudah daritadi kupanggil tapi malah asyik bermain disitu. Kamu punya telinga tidak?
  3. Biarkan saja dia terus bermimpi, emang cuma itu yang bisa dilakukannya. Keahlian saja tidak punya apalagi harta, bagaimana bisa dia mewujudkan mimpinya.
  4. Untuk apa lagi kamu taruh tangga disini. Bukannya membantu malah menaruh tangga tidak berguna disini. Cepat pindahkan tangga ini kesana!
  5. Aku sudah tak peduli lagi dia mau menangis darah sekalipun. Aku sudah tidak akan tertipu lagi dengan airmata palsunya.
  6. Dasar anak tidak tahu diri! Sudah kami rawat dan kasih makan dari kecil, sekarang setelah dewasa dan sukses malah tidak menganggap kami sebagai orang tuamu. Jadi ini balasanmu terhadap orang tua yang sudah melahirkan dan membesarkanmu?
  7. Untuk apa lagi kamu datang kesini? Kami sudah tak perlu lagi orang seperti kamu yang tidak berguna dan tidak bisa apa-apa
  8. Kalau memang sudah tidak sanggup berjalan, tidak usahlah kamu paksakan. Terima saja kenyataan hidupmu kalau kamu memang sudah cacat.
  9. Jangan pernah kamu undang lagi dia kerumah ini. Aku sudah muak dan dan tidak sudi temanmu yang kampungan itu datang kesini.
  10. Kenapa juga kamu masih melewati jalan ini, apa kamu tidak bisa melihat pemberitahuan di ujung gang sana bahwa jalan ini lagi dalam perbaikan. Lain kali pake matamu?
  11. Aku tidak heran kalau dia gagal ujian ini. Otak bodoh seperti dia mana bisa lulus ujian tanpa bantuan orang lain atau menyontek.
  12. Sudahlah, tidak usah terlalu bermimpi ingin bergaul dengan kami. Beli minuman paling murah saja kamu tak akan mampu.
  13. Apa kamu yakin dia gadis tercantik di kampung ini? Wajah dan penampilannya saja tidak menarik sama sekali. Bagaimana bisa dia dibilang cantik, tidak habis pikir aku.
  14. Dia memang benar-benar tidak punya malu. Sudah dihina dan dipecat secara tidak hormat karena kasus penggelapan dana. Bisa-bisanya dia masih punya muka datang ke kantor ini dan meminta kembali bekerja.
  15. Dasar tidak punya hati, Ibumu sedang terbaring sakit di rumah sakit, bukannya datang merawat beliau. Menjenguk sekalipun kamu tidak pernah.
  16. Aku jijik bahkan mau muntah kalau lagi dekat-dekat sama dia. Badannya bau sekali kayak orang tidak pernah mandi.
  17. Sudahlah, percuma saja kamu habiskan uangmu buat beli obat peninggi. Terima saja kalau badanmu memang ditakdirkan tidak bisa tinggi.
  18. Percuma saja dia sekolah tinggi-tinggi sampai S2. Perkataannya saja sangat kasar apalagi perilakunya sangatlah kurang ajar.
  19. Berhentilah bermimpi, kamu mana bisa menjadi menantu keluarga kaya dan terhormat itu. Kamu itu cuma anak dari keluarga miskin dan tidak berpendidikan. Jadi pembantu mereka belum tentu kamu diterima.
  20. Aku sangat kecewa sama kamu. Padahal kamu sudah aku anggap seperti keluarga sendiri. Tapi teganya kamu mengkhianatiku. Sudah, sana pergi dari hidupku, dasar kamu pengkhianat!
  21. Dasar playboy tidak modal! Sudah dompet tipis, wajah standar tapi masih berani mempermainkan wanita.
  22. Dasar tidak tahu terima kasih. Sudah kami terima untuk menumpang dirumah ini, pakaian dan piring kotor sendiri saja tidak permau mau kamu cuci.
  23. Tidak sudi aku memiliki adik seperti dia, benar-benar tidak punya sopan santun, seperti tidak pernah diajarkan saja oleh orang tuanya.
  24. Apakah kamu yakin mau tinggal di perumahan ini? Perhatikan sekelilingmu, lingkungan disini sangat jorok. Lingkungan di perumahan ini terlihat sangat kumuh.
  25. Apakah kamu serius mau mengenalkannya kepada orang tuamu? Sebaiknya kamu pertimbangkan lagi rencanamu itu. Dilihat dari penampilan serta cara berpakaiannya saja aku tidak yakin orang tuamu akan mengizinkan anak gadisnya menjalin hubungan dengan laki-laki seperti dia.
  26. Dasar kamu pemalas, sudah siang tapi kamu malah baru bangun.
  27. Aku sudah tidak berselera mencicipi masakannya. Mencium baunya saja aku tak mau apalagi mencicipinya. Aku kasihan sama lidahku, bisa mati rasa nanti.
fbWhatsappTwitterLinkedIn