Bahasa Indonesia

4 Contoh Paragraf Deduktif Tentang Gotong Royong

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Gotong royong merupakan salah satu sikap yang sudah ada sejak zaman dahulu. Sikap ini adalah sikap saling tolong-menolong dan bantu-membantu dengan sesama. Gotong royong dapat dijadikan topik yang dapat dikembangkan dalam sebuah paragraf.

Dalam paragraf deduktif, akan disajikan kalimat utama lalu diikuti dengan kalimat penjelas. Oleh karena itu, pernyataan umum akan diletakkan di awal paragraf, kemudian diikuti dengan pernyataan-pernyataan khusus. Untuk lebih jelasnya, simak contoh-contoh paragraf deduktif tentang gotong royong berikut ini:

Contoh 1

Gotong royong adalah sikap saling tolong-menolong, bantu-membantu, saling bekerjasama dalam melakukan suatu hal atau pekerjaan, untuk kepentingan publik atau banyak orang, misalnya kerja bakti, tanggap bencana, dan sebagainya. Sikap saling gotong royong ini adalah ciri khas yang dimiliki bangsa Indonesia sejak zaman dahulu dan telah mendarahdaging serta menjadi kepribadian yang tidak bisa dihilangkan. Bangsa Indonesia menjunjung tinggi rasa persatuan sehingga mengedepankan sikap gotong royong dalam melakukan berbagai pekerjaan.

Penjelasan: paragraf di atas merupakan contoh paragraf deduktif karena kalimat utamanya terletak di awal paragraf. Kalimat utama paragraf di atas yaitu Gotong royong adalah sikap saling tolong-menolong, bantu-membantu, saling bekerjasama dalam melakukan suatu hal atau pekerjaan, untuk kepentingan publik atau banyak orang, misalnya kerja bakti, tanggap bencana, dan sebagainya. Kalimat setelah itu adalah kalimat penjelas yang menerangkan kalimat utama.

Contoh 2

Gotong royong membawa banyak manfaat untuk masyarakat. Selain membuat pekerjaan menjadi lebih mudah dan ringan, lingkungan menjadi sehat dan bersih, gotong royong juga dapat meningkatkan solidaritas dan toleransi antar sesama. Gotong royong memperkuat rasa persatuan dan kesatuan serta menumbuhkan rasa kebersamaan. Manfaat lainnya adalah menumbuhkan dan membina hubungan yang baik dengan orang lain.

Penjelasan: paragraf di atas merupakan contoh paragraf deduktif karena kalimat utamanya terletak di awal paragraf. Kalimat utama paragraf di atas yaitu Gotong royong membawa banyak manfaat untuk masyarakat. Kalimat setelah itu adalah kalimat penjelas yang menerangkan kalimat utama, yakni mengenai apa saja manfaat gotong royong.

Contoh 3

Gotong royong mempererat hubungan dengan tetangga. Hal ini karena ketika melakukan kegiatan bersama yang sebelumnya tidak kenal menjadi kenal. Dengan saling bantu-membantu akan menumbuhkan hubungan yang baik dengan tetangga. Gotong royong juga menumbuhkan sikap kebersamaan sehingga mempererat hubungan masyarakat yang satu dengan yang lainnya. Rasa solidaritas juga akan meningkat.

Penjelasan: paragraf di atas merupakan contoh paragraf deduktif karena kalimat utamanya terletak di awal paragraf. Kalimat utama paragraf di atas yaitu Gotong royong mempererat hubungan dengan tetangga. Kalimat setelah itu adalah kalimat penjelas yang menerangkan kalimat utama, yakni mengenai alasan mengala gotong royong dapag mempererat hubungan dengan tetangga.

Contoh 4

Ada banyak faktor yang menyebabkan lunturnya sikap gotong royong. Salah satunya adalah sifatĀ individualisme yang mengedepankan kepentingan pribadi di atas kepentingan bersama. Sikap yang demikian melemahkan keinginan untuk saling bekerja sama. Selain itu, kesibukan masyarakat juga menjadi pemicu memudarnya sikap gotong royong.

Penjelasan: paragraf di atas merupakan contoh paragraf deduktif karena kalimat utamanya terletak di awal paragraf. Kalimat utama paragraf di atas yaitu Ada banyak faktor yang menyebabkan lunturnya sikap gotong royong. Kalimat setelah itu adalah kalimat penjelas yang menerangkan kalimat utama, yakni mengenai apa saja yang menjadi pemicu memudar dan lunturnya sikap gotong royong di dalam masyarakat.