Sosiologi

7 Dampak Social Distancing Akibat Pademi COVID 19

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Covid 19 membawa banyak perubahan bagi kehidupan. Semua lini kehidupan mendadak beradaptasi karena adanya wabah ini. Berbagai upaya dilakukan untuk tetap hidup di tengah maraknya wabah covid 19.

Peningkatan kasus kematian akibat covid membuat pemerintah melakukan upaya untuk menekan angka kematian. Salah satunya adalah dengan adanya social distancing. Sosial distancing merupakan pembatasan sosial.

Pembatasan sosial ini dilakukan agar wabah virus tidak menyebar karena penyebaran virus covid begitu cepat terjadi. Adanya pembatasan sosial ini membuat masyarakat lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah.

Sekalipun harus keluar rumah, perlu menaati peraturan yang terbilang ketat. Adanya social distancing membantu mengurangi jumlah korban jiwa akibat covid 19. Namun, keberadaan covid 19 ini menyebabkan banyak dampak. Tidak hanya bagi kesehatan melainkan juga pada bidang lain.

Pembatasan sosial membuat intensitas interaksi antar individu menjadi berkurang. Kurangnya intensitas untuk melakukan interaksi inilah yang kemudian menyebabkan dampak di bidang lain. Dampak ini tidak hanya dirasakan oleh satu pihak saja melainkan seluruh pihak. Baik dari kalangan atas, menengah hingga bawah.

Berikut dampak positif dan negatif dari adanya social distancing.

Selama ini manusia lebih banyak menghabiskan waktunya di luar rumah. Baik itu untuk bekerja, belanja ataupun melakukan kegiatan lainnya. Intensitas kegiatan yang lebih banyak dilakukan di luar inilah yang membuat hubungan kekeluargaan menjadi berkurang.

Dampak Positif

1. Sikap Kekeluargaan Meningkat

Padahal keluarga merupakan tempat untuk menyalurkan kasih sayang dan keluh kesah. Banyak orang-orang yang merasa kesepian karena ditinggalkan untuk bekerja. Anak-anak yang kekurangan kasih sayang karena ayah ibunya sibuk melakukan pekerjaan di luar rumah.

Akibatnya, bounding antara satu dengan lainnya menjadi berkurang. Anak-anak sulit untuk dikontrol karena tidak ada waktu untuk duduk bersama menghabiskan waktu. Bahkan sekedar ngobrol santai pun tidak sempat dilakukan.

Adanya social distancing membuat sikap kekeluargaan semakin terjalin erat. Hal ini dikarenakan orang-orang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Pekerjaan bisa dilakukan di rumah karena adanya sistem work form home. Orang tua lebih banyak memiliki waktu untuk bersama dengan anak-anak.

Bahkan selama social distancing ini orang tua menjadi mengenal anak secara mendalam. Hal-hal yang selama ini tidak diketahui menjadi lebih tau. Adanya social distancing menjadi masa pendekatan bagi orang tua dan anak, begitupun sebaliknya.

2. Kepeduliaan Sosial mengalami Peningkatan

Masa covid 19 merupakan masa terberat bagi semua orang. Orang-orang menjadi kesusahan untuk melakukan adaptasi dan ketakutan akan wabah yang menyebar. Oleh karena itu, mereka lebih memilih untuk berdiam diri di rumah dari pada harus terpapar virus yang mematikan.

Namun, tidak bagi sebagian orang yang harus tetap keluar rumah untuk memenuhi kebutuhan. Contohnya seperti driver ojek online. Mereka tetap berkeliaran di luar rumah meskipun dihantui oleh bahaya wabah covid 19.

Namun, sayangnya karena adanya pembatasan sosial mengakibatkan turunnya pendapatan yang diterima oleh driver online. Hal ini dikarenakan orang-orang lebih memilih menetap di rumah dari pada bepergian. Mereka juga masih bekerja karena pekerjaan bisa diselesaikan di rumah.

Begitu pun dengan anak sekolah yang masih tetap sekolah tanpa keluar rumah karena adanya pembelajaran jarak jauh. Kondisi ini menyentuk hati banyak orang sehingga banyak orang yang peduli dengan keadaan driver ojek online.

Ketika itu, adanya sebuah gerakan untuk memberi makanan gratis bagi driver ojek online. Mereka akan memesan makanan lewat aplikasi namun tidak dikirimkan ke alamat tujuan. Makanan tersebut diberikan bagi para driver ojek online agar masih bisa makan sekalipun pendapatan menurun.

Dengan adanya gerakan ini, paling tidak driver ojek online tidak merasakan kelaparan di tengah orderan yang sepi. Uang yang digunakan untuk makan bisa digunakan untuk keperluan lain yang mendesak.

3. Solidaritas Membantu Tenaga Medis

Pihak yang paling beresiko terpapar covid 19 adalah tenaga medis. Sebab, mereka langsung berhadapan dengan pasien yang terkena virus covid 19. Tidak aneh jika banyak tenaga medis yang ikut tumbang dan terkena covid 19.

Sekalipun dilengkapi dengan APD atau alat pelindung diri, kemungkinan terpapar masihlah besar. Virus covid 19 bukanlah virus biasa melainkan virus berbahaya yang bisa mengakibatkan kematian.

Ketika covid 19, fasilitas kesehatan mengalami kekurangan karena begitu banyaknya pasien. Begitu pun dengan alat-alat kesehatan. Padahal hal tersebut menunjang kesehatan bagi pasien. Banyak rumah sakit yang penuh sehingga para pasien banyak yang tidak mendapatkan penanganan yang intensif.

Kurangnya kamar rawat membuat pasien di lempar ke beberapa rumah sakit. Belum lagi kekurangan alat pelindung diri yang mengancam keselamatan para tenaga medis. Padahal, alat pelindung diri merupakan alat yang wajib ada bagi para tenaga medis.

Rumah sakit mengalami banyak kekurangan stok tabung oksigen karena terlalu banyak pasien yang membutuhkan. Padahal tabung oksigen adalah suatu benda yang sangat dibutuhkan pasien virus covid 19 ini menyerang area pernapasan. Banyak orang yang mengalami kesulitan bernafas dan membutuhkan tabung oksigen sebagai alat bantu.

Oleh karena Ketika itu, tabung oksigen menjadi benda yang langka. Melihat hal tersebut beberapa warga berinisiatif untuk menyumbangkan tabung oksigen. Tidak hanya itu, mereka juga menyumbangkan alat pelindung diri masker hingga mendirikan rumah sakit darurat.

Semua itu dilakukan agar penangangan covid 19 bisa dilakukan secara maksimal. Masyarakat saling tolong menolong ketika ada yang terkena covid 19. Hal ini tentunya membantu tugas dari para tenaga medis yang saat itu merasa kelelahan.

4. Polusi Udara Menurun

Polusi udara merupakan masalah yang hingga saat ini belum terselesaikan. Penyebab meningkatnya polusi udara dikarenakan terlalu banyak asap yang berasal dari kendaraan bermotor. Ketika adanya social distancing ternyata terbukti dapat menurunkan tingkat polusi udara.

Meskipun, tidak sepenuhnya polusi udara dapat hilang karena penyebab polusi bukan hanya dari kendaraan bermotor saja. Adanya pembatasan sosial membuat masyarakat lebih nyaman untuk diam di rumah. Mereka enggan mengambil risiko yang besar hanya untuk keluar rumah.

Oleh karena itu, hal ini mengakibatkan jumlah kendaraan di jalanan menjadi berkurang. Bahkan beberapa jalan terlihat sepi hanya dilalui satu dua mobil dan motor saja. Selain adanya pembatasan, berkurangnya polusi udara juga disebabkan karena seluruh aktivitas dikerjakan di rumah.

Mereka tidak memiliki alasan untuk keluar rumah karena sekalipun di rumah mereka tetap bisa bekerja. Anak-anak tetap bisa merasakan pendidikan karena adanya pembelajaran jarak jauh. Hanya sebagian orang saja yang harus terpaksa melakukan aktivitas di rumah.

Penurunan polusi udara ini terbukti dari adanya indeksi kesehatan lingkungan yang terjadi di Jakarta menunjukkan skor 89 atau dalam kategori sedang. Angka ini mengalami penurunan sebab selama ini jakarta kerap memiliki angka polusi udara yang tinggi.

Bahkan termasuk ke dalam jajaran kota di dunia yang memiliki polusi udara yang tinggi. Faktanya dapat terlihat perbedaan langit selama masa social distancing dan saat ini.

Langit di Jakarta jauh lebih cerah saat adanya social distancing dibandingkan langit Jakarta saat ini. Saat ini langit Jakarta kembali ke setelan awal yang ditutupi oleh asap kabut karena banyaknya polusi di udara. Polusi udara sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.

Semakin banyak polusi yang terhirup maka kinerja organ pernapasan akan semakin terganggu. Oleh sebab itu, adanya peningkatan penyakit ISPA atau inspeksi saluran pernapasan. Sekali pun tidak lagi pandemi, orang-orang di Jakarta tetap harus menggunakan masker karena udara yang dihirup tidak lagi bersih.

5. Meeting Online yang Efisien

Adanya social distancing mengakibatkan adanya keberadaan komunikasi rapat jarak jauh. Sekali pun di dalam rumah namun pekerjaan kantor tetap terus berjalan. Oleh karena itu, untuk bisa terus berjalan dibutuhkan media yang memfasilitasinya.

Ketika covid 19, banyak bermunculan media rapat jarak jauh seperti zoom, google meet dan lainnya. Orang-orang menyadari bahwa meeting secara online lebih efisien dilakukan saat pandemi.

Meeting yang selama ini terbatas secara tatap muka namun karena adanya social distancing,meeting pun dilakukan secara online. Orang-orang masih bisa terhubung secara intens sekalipun tidak dalam satu ruangan.

Adanya penggunaan meeting online membuat adanya peningkatan pada sejumlah aplikasi meeting. Bahkan tidak hanya itu, ketika masa social distancing, orang-orang lebih banyak membutuhkan kuota.

Meeting online dirasa lebih efisien karena tidak banyak membutuhkan biaya. Tidak adanya biaya transportasi saat dilakukannya meeting secara online. Namun, kelemahan dari meeting secara online ini adalah kurangnya informasi yang disampaikan.

Hal ini bisa disebabkan oleh gangguan pada jaringan internet sehingga komunikasi menjadi terputus. Meskipun begitu, hal ini bisa diatasi dengan menggunakan provider yang memiliki kualitas jaringan yang bagus serta mencari tempat yang memiliki banyak sinyal.

Dampak negatif

6. Meningkatnya Depresi

Adanya pembatasan sosial mengakibatkan masyarakat lebih mudah stress. Hal inu disebabkan oleh masyarakat yang diwajibkan untuk tetap di rumah dalam beberapa waktu. Bagi sebagian orang, refreshing adalah suatu kewajiban.

Oleh karena itu, mereka membutuhkan banyak liburan namun karena adanya social distancing hal tersebut tidak bisa dilakukan. Mereka yang terbiasa melakukan aktivitas di luar lalu tiba-tiba diminta diam di rumah tentunya merasa kaget. Mereka tidak bisa menerima itu dengan mudah begitu saja. Apalagi social distancing ini dilakukan selama berjilid-jilid.

Selain itu, keadaan stress juga diperparah dengan maraknya pemberitaan mengenai kematian yang disebabkan oleh virus ini.
Pemberitaan mengenai kematian ini membuat seseorang merasa ketakutan. Ia berfikiran bahwa bisa saja dirinya dan keluarganya yang akan menjadi korban selanjutnya.

Fakta ini semakin diperjelas dengan pengumuman kematian orang-orang di sekitar rumahnya. Banyaknya ambulance yang berlalu lalang serta suara sirine membuat tingkat stress masyarakat meningkat. Belum lagi melihat keranda yang hilir mudik di depan rumah.

Oleh sebab itu, social distancing selanjutnya banyak masyarakat yang tidak mematuhinya. Mereka terlalu lelah untuj tetap berada di rumah. Mereka tidak bisa bergerak secara bebas seperti sebelumnya. Akhirnya, mereka memutuskan untuk tetap keluar rumah dan mengabaikan peraturan yang dibuat pemerintah.

Hal ini juga diperparah dengan abainya masyarakat yang tidak lagi mematuhi protokol kesehatan seperti tidak memakai masker dan menjaga jarak. Akibatnya, kasus covid 19 di Indonesia pada saat itu mengalami naik turun.

7. Menurunnya Pendapatan

Dampak Social Distancing selanjutnya adalah menurunnya pendapatan masyarakat. Social distancing yang mengakibatkan berkurangnya aktivitas masyarakat di luar rumah termasuk bekerja. Hal ini dirasakan oleh sebagian besar masyarakat terutama di kalangan menengah ke bawah.

Sehari-hari mereka merasakan kesulitan untuk mendapatkan pendapatan. Namun, ketika adanya social distancing mereka semakin merasakan kesulitan. Bahkan banyak dari mereka yang tidak mendapatkan pemasukan sama sekali. Mereka hanya mengandalkan bantuan dari yang disalurkan pemerintah.

Lain halnya dengan kalangan atas. Sekalipun terdampak tetapi mereka masih bisa memenuhi kebutuhan. Adanya social distancing membuat pemerintah menetapkan sejumlah aturan ketat. Salah satunya adalah dilarang berkerumun. Bagi mereka yang seorang pedagang tentunya hal ini adalah masalah.

Mereka tidak bisa menjualkan dagangan mereka karena orang-orang dilarang untuk keluar rumah. Selain itu, dampak ini juga dirasakan betul oleh para pengemudi ojek online. Aktivitas yang terpusat di rumah mengakibatkan minimnya para pelanggan sehingga mengakibatkan berkurangnya pendapatan.

Namun, bagi beberapa orang adanya pembatasan sosial justru menjadi berkah. Social distancing mengakibatkan munculnya peluang usaha baru terutama di bidang pekerjaan online. Banyak masyarakat yang memilih untuk belanja online dibandingkan dengan belanja secara langsung.

Hal inilah yang membuat para pedagang online mengalami peningkatan pendapatan. Selain itu, peningkatan pendapatan juga dirasakan bagi orang-orang yang menjual alat kesehatan. Selama adanya kasus pandemi, kebutuhan akan masker meningkat.