Adaptasi: Pengertian – Jenis dan Contohnya

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Salah satu sifat makhluk hidup adalah adaptif atau kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Adaptasi ini sangat penting karena merupakan salah satu cara makhluk hidup untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya.

Adaptasi biasanya terjadi pada hewan dan tumbuhan. Berbagai cara pun dilakukan agar dapat bertahan hidup misalnya melalui penyesuaian fungsi organ tubuh, penyesuaian bentuk dan struktur tubuh, serta tingkah laku.

Pengertian Adaptasi

Secara umum, adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring, yang dimaksud dengan adaptasi adalah penyesuaian terhadap lingkungan.

Adapun menurut para ahli, yang dimaksud dengan adaptasi adalah sebagai berikut.

  • Dewi Ganawati dkk (2009)
    Mendefinisikan adaptasi sebagai kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
  • Elok Sudibyo dkk (2008)
    Mendefinisikan adaptasi sebagai kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya.  
  • Nur Kuswanti dkk (2008)
    Mendefinisikan adaptasi sebagai kemampuan untuk menanggapi adanya perubahan lingkungan luar organisme agar terus hidup.
  • Saeful Karim dkk (2008)
    Mendefinisikan adaptasi sebagai kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
  • Wasis dan Sugeng Yuli Irianto (2009)
    Mendefinisikan adaptasi sebagai kemampuan organisme untuk menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan sehingga mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya.

Tujuan Adaptasi

Adaptasi merupakan salah satu ciri makhluk hidup. Baik hewan maupun tumbuhan memiliki cara masing-masing untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.

Ada yang beradaptasi secara morfologis, fisiologis, maupun tingkah laku. Meskipun berbeda, tetapi tujuan utamanya adalah satu yaitu untuk mempertahankan kelangsungan hidup dari serangan musuh atau situasi yang ada di sekitar makhluk hidup.

Jenis-jenis Adaptasi

Ada tiga cara adaptasi yang dilakukan oleh makhluk hidup yaitu adaptasi fisiologi, adaptasi morfologi, dan adaptasi tingkah laku.  

1. Adaptasi Fisiologi

Yang dimaksud dengan adaptasi fisiologi adalah penyesuaian diri yang dilakukan makhluk hidup melalui fungsi kerja organ-organ tubuh agar dapat bertahan hidup.

Adaptasi ini berlangsung dalam tubuh dan berkaitan erat dengan metabolisme tubuh sehingga sulit untuk diamati.  

Contoh adaptasi fisiologi pada hewan salah satunya adalah mimikri dan kamuflase yang kerap dilakukan bunglon.

Kemampuan bunglon bermimikri tidak perlu diragukan lagi. Ia mampu merubah warna kulitnya sesuai dengan lingkungan atau tempat tinggalnya.

Akibatnya, bunglon dapat menghindari diri dari pemangsa atau musuhnya.

2. Adaptasi Morfologi

Yang dimaksud dengan adaptasi morfologi adalah penyesuaian bentuk dan struktur tubuh makhluk hidup terhadap lingkungannya.

Penyesuaian ini berlangsung sangat lama demi kelangsungan hidupnya. Adaptasi jenis ini mudah sekali dikenali karena tampak dari luar.

Biasanya penyesuaian bentuk tubuh atau adaptasi morfologi dialami hewan dan tumbuhan.

Contoh adaptasi morfologi pada hewan adalah bentuk paruh, bentuk kaki atau cakar, tipe mulut, bentuk gigi, dan bentuk tubuh.

  • Bentuk paruh unggas berbeda-beda satu sama lain karena menyesuaikan dengan jenis makanan. Misalnya, burung finch di kepulauan Galapagos terbagi ke dalam beberapa kelompok yaitu burung finch Geospiza yang merupakan burung pemakan buah dan biji; burung finch Pinaroloxias yang merupakan burung pemakan serangga; dan burung finch Certhidea yang merupakan burung pemakan kaktus.
  • Bentuk kaki atau cakar unggas berbeda satu sama lain karena disesuaikan dengan tempat dan cara hidup. Misalnya, burung elang mempunyai bentuk kaki dan cakar yang kuat dan tajam yang digunakan untuk mencengkeram mangsanya.
  • Tipe mulut serangga berbeda satu sama lain karena disesuaikan dengan jenis makanan. Misalnya, kupu-kupu memiliki tipe mulut mengisap yang digunakan untuk mengisap madu pada tumbuhan.
  • Bentuk gigi hewan berbeda satu sama lain tergantung pada jenis makanannya. Misalnya, herbivora atau hewan pemakan tumbuhan memiliki gigi geraham yang lebar dan datar yang digunakan untuk mengunyah dan menggilas makanan.
  • Bentuk tubuh hewan air berbeda satu sama lain karena menyesuaikan dengan pergerakannya di dalam air. Misalnya, ikan memiliki tubuh yang ramping berbentuk torpedo yang memudahkannya untuk bergerak dengan cepat.
  • Bentuk tubuh hewan darat berbeda satu sama lain karena menyesuaikan diri dengan keadaan alam. Misalnya, unta yang hidup di gurun pasir yang panas dan gersang memiliki punuk unta yang banyak mengandung lemak sehingga membuatnya mampu bertahan tidak makan selama beberapa hari. Unta juga mampu tidak minum selama berhari-hari karena memiliki lambung yang mampu menyimpan air dalam jumlah yang banyak.

Contoh adaptasi morfologi pada tumbuhan tampak pada tumbuhan xerofit, tumbuhan hidrofit, tumbuhan higrofit, tumbuhan trofit, dan tumbuhan epifit.

  • Tumbuhan xerofit adalah tumbuhan yang hidup di daerah yang sedikit air, contohnya adalah kaktus. Tumbuhan xerofit beradaptasi dengan cara
    • akar memanjang dan tersebar luas di dalam tanah yang berguna untuk mencari air di dalam tanah.
    • daun berbentuk duri dengan lapisan kutikula yang tebal dan sedikit stomata untuk mengurangi penguapan air.
    • batang tebal berselaput lilin yang didalamnya terdapat jaringan penyimpanan air untuk menyimpan air.
  • Tumbuhan hidrofit adalah tumbuhan yang hidup di air, contohnya enceng gondok dan teratai. Tumbuhan hirofit menyesuaikan diri dengan lingkungannya dengan cara-cara sebagai berikut.
    • tangkai daun menggembung membentuk rongga-rongga udara yang berisi udara sehingga dapat mengapung.
    • permukaan tubuh mempunyai lapisan kutikula yang tipis dan mudah ditembus air sehingga dapat mengambil air dan zat-zat hara.
    • berakar serabut sebagai sarana pelekat sehingga sebagian tubuhnya dapat berada di dalam air dan sebagian di atas air dan
    • tidak berkembangnya sistem jaringan pengangkut pada tumbuhan air.
    • stomata terletak di permukaan daun sebelah atas serta memiliki jumlah daun yang banyak, lebar dan tipis.
  • Tumbuhan higrofit adalah tumbuhan yang hidup di lingkungan basah, contohnya keladi. Tumbuhan higrofit beradaptasi dengan cara sebagai berikut.
    • memiliki daun yang lebar untuk mempercepat penguapan
    • ujung tulang daun terletak pada tepi daun
    • ujung daun berlubang untuk meneteskan air
  • Tumbuhan trofit menyesuaikan diri dengan lingkungannya dengan cara meranggas yakni menggugurkan bagian tubuh seperti daun sebagai bentuk mengurangi penguapan air saat musim kemarau. Misalnya, pohon jati.
  • Tumbuhan epifit menyesuaikan diri dengan lingkungannya dengan cara membentuk jaringan yang menggelembung yang berguna untuk menyimpan air.

3. Adaptasi tingkah laku

Yang dimaksud dengan adaptasi tingkah laku adalah perubahan tingkah laku suatu makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Contoh adaptasi tingkah laku pada hewan di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Beberapa hewan acapkali menunjukkan perilaku tertentu ketika akan kawin. Misalnya, seekor singa jantan yang berkelahi dengan singa jantan lainnya demi kawin dengan singa betina.
  • Seekor rase akan mengangkat ekor dan menyemprotkan bau yang tak sedap kepada hewan pemangsa sebagai bentuk pertahanan diri.
  • Hewan mamalia laut seperti paus sekali waktu akan muncul ke permukaan air untuk menghirup udara yang mengandung oksigen. Kemudian ia akan menyelam kembali ke dalam air dan muncul kembali ke permukaan air sambil mengeluarkan udara yang jenuh akan uap air melalui lubang hidung.
  • Seekor cicak akan memutuskan ekor atau autonomi ketika dikejar mangsa sebagai bentuk pertahanan diri.
  • Sekelompok simpanse akan mengeluarkan suara-suara tertentu sebagai bentuk panggilan kepada teman-temannya dan seruan untuk melakukan penyerangan ketika mengetahui wilayah kekuasaan mereka dimasuki oleh kelompok simpanse yang lain.
  • Beruang akan berhibernasi di musim dingin yang sangat sulit baginya. Hibernasi adalah adaptasi yang dilakukan hewan dengan cara tidur lelap selama musim dingin dalam sarang dengan tujuan untuk bertahan hidup. Ciri hewan yang berhibernasi antara lain sebagai berikut.
    • memiliki suhu tubuh yang rendah
    • detak jantung lambat
    • pernapasan lambat
  • Kelelawar akan bergerak mencari tempat perlindungan dan tidur di musim panas yang kering atau estivasi. Tujuan kelelawar berestivasi adalah untuk menghindari udara panas yang tinggi dan kekurangan air.

Contoh adaptasi tingkah laku pada tumbuhan di antaranya sebagai berikut.

  • Tumbuhan putri malu akan bereaksi menutup atau mengatupkan daunnya ketika tersentuh sesuatu. Hal ini menunjukkan putri malu menyesuaikan diri terhadap rangsang sentuhan.
  • Tumbuhan lamtoro gung akan layu jika berada dalam lingkungan yang gelap. Hal ini disebabkan turunnya tekanan turgor sehingga tumbuhan menjadi layu.
  • Bunga pukul empat adalah tanaman yang biasanya mekar di sore hari dan layu di pagi hari. Hal ini disebabkan bunga pukul empat menyesuaikan diri dengan perubahan suhu yang terjadi di sekitarnya ataupun perubahan intensitas cahaya.
  • Bunga matahari akan selalu menghadap ke arah matahari sebagai bentuk adaptasi terhadap cahaya matahari. Hal ini bertujuan untuk melakukan proses fotosintesis dan merangsang pembuangan.
fbWhatsappTwitterLinkedIn