Kimia

Ekstraksi: Pengertian – Metode dan Contohnya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Pernah mendengar mengenai ekstraksi? Lalu apa itu ekstraksi? Berikut penjelasannya.

Pengertian Ekstraksi

Pengertian Menurut KBBI

Ekstraksi menurut pengertian KBBI : pemisahan suatu bahan dari campurannya, biasanya dengan menggunakan pelarut.

Pengertian Secara Umum

Ekstraksi adalah teknik pemisahan suatu senyawa dari senyawa lain yang tidak diinginkan berdasarkan perbedaan kelarutan.

Pengertian Menurut Para Ahli

  • Menurut Harbone (1987)
    Ekstraksi adalah pemisahan zat yang diinginkan dan zat yang tidak berguna. Teknik pemisahannya didasarkan pada distribusi zat terlarut antara dua atau lebih pelarut campuran.
  • Menurut ICS-UNDO 2008
    Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan berpendapat ekstraksi adalah prosedur yang dilakukan guna mendapatkan kandungan senyawa kimia. Kandungan senyawa kimia tersebut diambil dari jaringan tanaman/hewan dengan pelarut yang sesuai dalam metode ekstraksi standar.

Tujuan Ekstraksi

Tujuan ekstraksi adalah untuk menarik semua komponen kimia yang terdapat dalam tanaman.

Ekstraksi didasarkan pada perpindahan massa komponen zat padat ke dalam pelarut di mana perpindahan mulai terjadi pada lapisan antar muka kemudian berdifusi masuk ke dalam pelarut.

Ada 4 situasi yang menentukan tujuan ekstraksi:

1. Senyawa kimia telah diketahui identitasnya dan siap diekstraksi dari organisme

Prosedur yang sudah ada dapat diikuti dan dibuat modifikasi menyesuaikan dengan kebutuhan pemakai.

2. Bahan diperiksa guna menemukan kelompok senyawa kimia tertentu, misalnya alkaloid, flavanoid atau saponin

Struktur kimia senyawa tersebut belum diketahui keberadaannya. Metode umum dari pustaka diaplikasikan untuk senyawa kimia yang dicari.

Kemudian dilakukan kromatografik yang sesuai untuk kelompok senyawa kimia tertentu.

3. Organisme baik tanaman atau hewan digunakan pada pengobatan tradisional

Contohnya pada Tradisional Chinese medicine (TCM) yang membutuhkan herba yang dididihkan di dalam air lalu diberikan sebagai obat.

Proses tersebut diimitasi sedekat mungkin hingga menghasilkan ekstrak. Biasanya tujuan ekstraksi adalah untuk memvalidasi penggunaan obat tradisional.

4. Sifat senyawa yang akan diisolasi belum ditentukan sebelumnya dengan cara apapun

Situasi ini dapat muncul jika tujuannya untuk menguji organisme, baik yang dipilih secara acak atau berdasarkan pada penggunaan tradisional untuk mengetahui adanya senyawa dengan aktivitas biologi khusus.

Prinsip Ekstraksi

Prinsip dasar ekstraksi adalah mengambil keuntungan dari kelarutan zat yang berbeda untuk diekstraksi.

Campuran senyawa yang akan diekstraksi dilarutkan terlebih dahulu di dalam pelarut.

Pelarut yang digunakan mempunyai kemampuan untuk melarutkan senyawa yang diinginkan.

Dasar dari teknik ini didasarkan pada pengetahuan yang sederhana, yaitu memisahkan suatu senyawa dari senyawa lain berdasarkan kelarutan suatu pelarut tertentu.

Teknik ini memakai pemahaman yang lebih dalam tentang kelarutan senyawa dalam pelarut dalam perkembangannya.

Contohnya kafein yang dapat lebih larut pada air dengan suhu tinggi. Itulah sebabnya menggunakan air panas untuk melarutkan kafein.

Suhu manipulasi dapat menyebabkan kelarutan menurun atau meningkat.

Dengan mengkondisikan pelarut atau sistem, maka kita dapat mengatur kelarutan suatu senyawa dalam pelarut.

Pelarutan atau pemisahan senyawa dapat dilakukan dengan teknik-teknik tertentu.

Metode Ekstrasi

Berikut adalah metode-metode ekstraksi dan penjelasannya.

  • Maserasi
    Maseri yaitu proses sederhana, pelarut digunakan dan diaduk beberapa kali pada suhu ruang.
  • Sokletation
    Yaitu ekstraksi dengan pelarut yang selalu baru dengan mengunakan bantuan alat khusus dan pengadukan terus menerus.
  • Perkolasi
    Yaitu ekstraksi yang dilakukan menggunakan pelarut dalam bahan yang akan diekstraksi.
  • Refluks
    Yaitu ekstraksi yang terjadi dengan melakukan pemanasan, sehingga titik didih tertentu tercapai.
  • Infus
    Yaitu ekstraksi yang menggunakan air sebagai pelarut saat dipanaskan.
  • Dekok
    Dekok adalah proses infus yang dilakukan dalam periode waktu yang lebih lama.
  • Distilasi uap
    Yaitu proses ekstraksi dengan penguapan.

Jenis-jenis Ekstraksi

Ada 2 jenis ekstraksi, yaitu ekstrasi secara dingin dan ekstraksi secara panas.

Ekstraksi Secara Dingin

Ekstraksi secara dingin dibagi menjadi beberapa metode, berikut penjelasannya.

1. Metode Maserasi

Merupakan cara penyarian sederhana yang dilakukan dengan cara merendam serbuk simplisia dalam cairan penyari dalam beberapa hari pada suhu ruang dan terlindungi dari cahaya.

Keuntungan metode ini adalah peralatannya yang sederhana dan kerugiannya yaitu waktu lama yang diperlukan untuk mengekstraksi sampel.

Metode Soxhletasi adalah penyarian simplisia secara berkesinambungan, cairan penyari dipanaskan sampai menguap.

Lalu uap cairan penyari terkondensasi menjadi molekul-molekul air oleh pendingin balik dan turun menyari simplisia dalam klongsong

Kemudian masuk kembali ke dalam labu alas bulat setelah melewati pipa sifon.

Keuntungan metode ini dapat digunakan untuk sampel dengan tekstur yang lunak dan tidak tahan terhadap pemanasan secara langsung.

2. Metode Perkolasi

Yaitu cara penyarian dengan mengalirkan penyari melalui serbuk simplisia yang telah dibasahi.

Keuntungan metode ini yaitu tidak memerlukan langkah tambahan yaitu sampel padat (marc) telah terpisah dari ekstrak.

Sedangkan kerugiannya adalah kontak antara sampel padat tidak merata atau terbatas dibandingkan dengan metode refluks.

Ekstraksi Secara Panas

Ekstraksi panas terbagi atas 2 metode, berikut penjelasannya.

1. Metode refluks

Metode ini memiliki keuntungan dapat mengekstraksi sampel-sampel yang mempunyai tekstur kasar dan tahan pemanasan langsung.

Kerugiannya yaitu membutuhkan volume total pelarut yang besar dan sejumlah manipulasi dari operator.

2. Metode destilasi uap

Yaitu metode yang populer untuk ekstraksi minyak esensial dari sampel tanaman.

Metode destilasi uap air digunakan untuk menyari simplisia yang mengandung minyak yang mengandung komponen kimia yang memiliki titik didih tinggi pada tekanan udara normal.

Contoh Ekstraksi

Banyak contoh ekstraksi yang sebenarnya kita lakukan di kehidupan sehari-hari.

Membuat teh adalah salah satu ekstraksi di kehidupan sehari-hari. Daun teh dicampur dengan pelarut (air) pada suhu tinggi.

Sebagai hasilnya kita dapat mengekstraksi senyawa tannin, theobromine, polyphenol dan kafein, yang memberikan teh warna coklat kemerahan.

Contoh lain yaitu produksi bubuk herbal. Dalam pembuatannya bubuk jamu, daun tanaman pertama yang digunakan sebagai obat herbal direbus dengan air.

Senyawa yang meningkatkan kesehatan ini dilarutkan dalam air lalu serat daun dipisahkan dari campuran.

Air tersebut dikeringkan dan melalui proses pengawetan menjadi bubuk herbal.

Proses tersebut adalah dasar untuk mengekstraksi bahan kimia dari alam.

Teknik ekstraksi ini kemudian dikembangkan dalam industri farmasi, lingkungan dan makanan.