Sosiologi

5 Faktor Pendorong Mobilitas Sosial

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Pernahkah kalian menyadari jika dalam kehidupan bermasyarakat ini telah terjadi mobilitas sosial? Mobilitas sosial dianggap sebagai gerakan dalam struktur sosial. Atau bahkan perubahan strata sosial tersebut ternyata sudah terjadi pada dirimu dan keluargamu?

Terjadinya perpindahan atau perubahan strata sosial tersebut merupakan hal yang sangat wajar terjadi. Perubahan itu sendiri bisa menuju ke perubahan status sosial yang lebih tinggi atau bahkan lebih rendah dari pada status sosial sebelumnya.

Hal tersebut lumrah terjadi karena setiap anggota masyarakat pastinya ingin memiliki kualitas hidup yang lebih baik dari sebelumnya, sehingga mereka akan lebih giat berusaha untuk merubah status sosial nya lebih baik lagi daripada sebelumnya.

Pengertian Mobilitas Sosial

Secara umum, pengertian mobilitas sosial adalah adanya perubahan kedudukan atau status warga masyarakat di dalam sebuah kelas sosial atau status sosial yang berubah dari yang satu ke yang lainnya. Mobilitas sosial disebut pula dengan gerakan sosial yang didefinisikan sebagai perpindahan orang maupun kelompok dari strata kelas sosial yang satu ke strata kelas sosial yang lain.

Dalam kehidupan sosial masyarakat yang selalu berdampingan, setiap individu pasti terlibat dalam suatu kegiatan mobilitas sosial. Fenomena mobilitas sosial ini kerap terjadi di kehidupan sosial baik melibatkan individu, keluarga, maupun kelompok melalui sebuah sistem hierarki atau stratifikasi sosial. Mobilitas sosial bisa terjadi dengan melalui perubahan yang lebih lambat dan halus.

Mobilitas sosial ini kemudian dijadikan sebagai sebuah kebiasaan atau aktivitas yang sudah umum dilakukan oleh masyarakat karena menimbulkan perubahan dan peningkatan status sosial yang sudah sangat berkaitan dengan kehidupan masyarakat misalnya dari kenaikan jabatan satu ke jabatan lain yang lebih tinggi.

Faktor Pendorong Mobilitas Sosial

Sudah banyak pengertian yang dikemukakan oleh para ahli dan berbagai faktor penyebabnya yang menyebabkan banyaknya bentuk dan dampak mobilitas sosial baik kearah yang positif maupun kearah yang negatif. Inilah berbagai faktor pendorong terjadinya mobilitas sosial yang perlu Anda ketahui. 

1. Faktor Struktural

Faktor struktural yang menjadi pendorong mobilitas sosial ini erat kaitannya dengan kesempatan seseorang untuk bisa menempati sebuah kedudukan atau jabatan serta kemudahan untuk memperolehnya.

Di Indonesia sendiri, kesempatan untuk mendapatkan kedudukan tersebut pasti terdapat pengaruh faktor struktural yang cukup besar. Banyak orang yang akhirnya mempunyai kesempatan untuk menempati jabatan yang lebih tinggi dari pada sebelumnya.

2. Faktor Kualitas Individu

Faktor individu bisa terlihat dari segi sikap, pengetahuan intelektual, dan keterampilan setiap individu karena semua manusia lahir dengan sifat dan ciri khas yang berbeda. Namun demikian, manusia memiliki keinginan yang sama untuk mencapai status sosial sebagai orang terpandang.

Masyarakat yang mempunyai keadaan ekonomi yang baik akan mendapatkan akses yang mudah untuk mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya. Dengan begitu kualitas individu bisa menjadi salah satu faktor pendorong terjadinya mobilitas sosial karena setiap individu termotivasi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya melalui pendidikan yang bisa menyebabkan seseorang menjadi pribadi yang berkualitas dan dapat meningkatkan status sosialnya di mata masyarakat.

3. Faktor Ekonomi

Baik di Indonesia maupun di negara lain, kondisi ekonomi tentunya akan sangat mempengaruhi terjadinya mobilitas sosial. Keadaan ekonomi yang berjalan di dalam masyarakat, tentu saja akan memberikan dorongan kepada individu maupun kelompok untuk meningkatkan status sosial mereka. 

Masyarakat yang mempunyai kondisi ekonomi baik, cenderung akan lebih mudah untuk melakukan mobilitas sosial. Kondisi ekonomi yang baik tentu membuat masyarakat lebih mudah untuk memperoleh modal, pendidikan, dan kesempatan yang lebih baik lainnya.

Akan tetapi apabila kondisi ekonominya buruk, maka masyarakatnya akan memiliki pendapatan yang rendah dan terbatas sehingga akan sangat sulit untuk memenuhi seluruh kebutuhan dan mobilitas sosialnya tidak akan terjadi.

4. Faktor Politik

Situasi politik yang sedang terjadi bisa menjadi salah satu faktor pendorong mobilitas sosial. Politik bisa menjadi pendorong mobilitas sosial dikarenakan situasi politik pada suatu negara yang stabil maupun tidak jelas akan mempengaruhi kondisi keamanannya. 

Tentu terdapat hubungan antara ketersediaan dengan kemudahan dalam menjalankan suatu aktivitas bahkan pekerjaan. Perubahan situasi politik dalam suatu negara akan menjadi bentuk dukungan dari rakyat terhadap struktur pemerintah yang baru tersebut.

Melalui dukungan tersebut, maka seseorang ingin memiliki kemauan untuk mengembangkan status sosialnya supaya dapat melakukan mobilitas sosial.

Contohnya adalah ketika seorang presiden suatu negara tergantikan dengan orang lain. Tentunya jajaran dalam struktur pemerintahannya akan ikut berubah juga. Maka bisa terjadi perubahan sosial seseorang yang tadinya hanya rakyat biasa, lalu naik jabatan dan mempunyai struktur sosial yang lebih tinggi.

5. Faktor Kependudukan

Faktor kependudukan akan selalu bertambah dari waktu ke waktunya. Semakin tinggi tingkat kelahiran dari kalangan status sosial rendah, tentunya semakin sulit untuk meningkatkan status sosialnya.

Sedangkan, di beberapa negara maju lebih memilih untuk membatasi tingkat kelahiran. Dengan begitu mereka lebih mudah untuk melakukan mobilitas sosial.

Namun sayang sekali, pertambahan tersebut bisa menyebabkan sempitnya lahan pemukiman dan meningkatkan kemiskinan. Maka dari itu ekspansi teritorial dan perpindahan penduduk menjadi solusi untuk masalah itu. Hal ini membuktikan adanya mobilitas sosial dalam masyarakat, seperti adanya transmigrasi.