2 Fungsi Saraf Simpatik Pembuluh Darah

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Saraf simpatik adalah jenis dari sistem saraf otonom yang cara kerjanya berkebalikan dari saraf parasimpatik meski keduanya adalah saraf penting yang dibutuhkan tubuh agar bekerja total. Peran saraf simpatik lebih kepada proses persiapan tubuh untuk mengeluarkan reaksi.

Reaksi tersebut mampu membuat tubuh bertahan dan terlindungi pada saat berada dalam suatu tekanan yang diistilahkan dengan fight or flight (melawan atau lari). Dan salah satu bagian tubuh yang didukung saraf simpatik adalah pembuluh darah.

Dalam berbagai macam organ tubuh manusia, organ-organ ini juga memiliki fungsinya masing-masing dan dapat mengalami banyak hal yang bisa menguntungkan atau bahkan merugikan bagi tubuh. Saraf simpatik dengan saraf yang terhubung satu sama lain dengan jumlah 25 pasang saraf ini ada pada dua baris, yakni baris kiri dan kanan. Dan keberadaannya turut ada dan memengaruhi pembuluh darah, selain dari paru, jantung dan ginjal.

Tiap saraf tersebut mampu merobohkan serat saraf untuk bisa mencapai pembuluh darah maupun jantung lalu bekerja tanpa manusia sadari, khususnya ketika tubuh memperoleh rangsangan dari luar. Agar lebih mengenal fungsi saraf simpatik pembuluh darah, berikut penjelasan singkat yang dapat diperhatikan.

1. Memperluas Diameter Pembuluh Darah

Terletak di sepanjang tulang belakang, saraf simpatik bersama dengan saraf parasimpatik memiliki fungsi motorik yang memengaruhi organ-organ tubuh secara menyeluruh. Keduanya pun tidak berbeda dalam hal cara kerja secara otonom atau tanpa manusia sadari keberadaan fungsinya.

Pada pembuluh darah, fungsi saraf simpatik diketahui memperluas diameter pembuluh darah yang artinya berkaitan dengan kelancaran sirkulasi darah dalam tubuh.

2. Melancarkan Peredaran Darah ke Saluran Pencernaan

Dengan diameter pembuluh darah yang lebih luas, saraf simpatik otomatis juga membantu agar aliran darah ke saluran pencernaan lebih baik. Ketika peredaran darah menuju saluran pencernaan tergolong normal, maka proses pencernaan juga akan sama lancarnya.

Pembuluh darah sebagai sistem transportasi tubuh perlu selalu berkondisi baik, yakni diameter dalam keadaan lebar atau besar agar aliran darah mengalir lancar, salah satunya ke saluran cerna. Jadi ketika peredaran darah ke saluran pencernaan tidak lancar karena pembuluh darah menyempit atau terkena masalah lain, otomatis saluran pencernaan akan ikut terganggu dan memunculkan sejumlah gangguan kesehatan tertentu.

fbWhatsappTwitterLinkedIn