Fungsi Saraf Simpatik Kelenjar Ludah

√ Edu Passed Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Saraf simpatik bersama saraf parasimpatik bekerja dengan fungsi berlawanan untuk mendukung kinerja tubuh agar dapat beraktivitas secara normal. Saraf simpatik memiliki peran penting bagi tubuh manusia yang membuatnya siap dan mampu bertahan saat dalam kondisi terancam, tertekan dan bahaya.

Sebagai bagian dari sistem saraf otonom, ada banyak organ tubuh yang dapat bekerja dengan dukungan peran dari saraf simpatik. Tidak hanya fungsi saraf simpatik hati, pembuluh darah, dan lambung yang perlu dipahami, berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai fungsi saraf simpatik kelenjar ludah yang juga perlu diperhatikan.

Fungsi Saraf Simpatik Kelenjar Ludah Sebagai Penghambat Sekresi Air Liur

Tubuh manusia tidak hanya terdiri dari kelenjar keringat yang menghasilkan keringat dan kelenjar air mata yang menghasilkan air mata, tapi juga ada kelenjar ludah yang menghasilkan ludah atau saliva atau air liur. Kelenjar ludah sama pentingnya seperti bagian tubuh manusia lainnya karena air liur atau ludah sendiri membantu melembapkan rongga mulut.

Bahkan dalam proses pencernaan, peran air liur juga sama besarnya seperti untuk rongga mulut. Rongga mulut dan tenggorokan akan terasa nyaman ketika air liur melumasinya setiap saat, begitu juga dengan pencernaan karena air liur pada dasarnya melumasi makanan yang masuk ke dalam tubuh yang bertujuan supaya kita mudah menelannya.

Fungsi utama saraf simpatik pada kelenjar ludah adalah seperti menonaktifkannya atau membuat kelenjar ludah tidak terlalu aktif memroduksi air liur. Saraf simpatik dapat bekerja demikian ketika seseorang merasa kecemasan dan stres berlebih. Selain itu, faktor penggunaan obat tertentu, penyakit kronis tertentu, dehidrasi, merokok, dan minuman beralkohol mampu memicu penghambatan produksi air liur dari kelenjar ludah.

Pada beberapa kasus lain, saraf simpatik menghambat sekresi kelenjar ludah karena efek pengobatan kanker di bagian leher atau kepala (efek radioterapi atau kemoterapi). Namun saraf simpatik juga dapat bekerja demikian karena ada kaitannya dengan proses penuaan. Apapun situasi dan kondisi yang membuat saraf simpatik memicu reaksi penghambatan sekresi air liur, sebagai dampaknya mulut akan terasa kering.

fbWhatsappTwitterLinkedIn