Daftar isi
Di dalam dunia ekonomi, terdapat hukum permintaan yang memiliki kesatuan dengan penawaran menjadi satu titik di dalam sebuah kuantitas. Di dalam setiap transaksi, penawaran dan permintaan akan mempengaruhi satu sama lain.
Hukum permintaan merupakan hukum yang menjabarkan dan membahas mengenai hubungan yang sifatnya negatif dalam sebuah fase terkait dengan harga dan jumlah barang yang diinginkan.
Harga dan jumlah balik memiliki hubungan timbal balik. Jika harga tinggi, maka jumlah permintaan menjadi sedikit. Begitu sebaliknya, jika harga rendah, jumlah permintaan akan meningkat. Hingga muncul sebuah hukum sebagai berikut :
“Semakin rendah harga, maka permintaan jumlah barang akan semakin banyak. Namun, jika harga barang tinggi, maka permintaan jumlah barang akan semakin sedikit.”
Permintaan itu sendiri merupakan barang yang akan dibeli atau diinginkan dalam harga dan waktu tertentu. Permintaan ini merupakan keinginan seorang konsumen terhadap suatu barang atau jasa untuk dipenuhi. Biasanya permintaan konsumen cenderung tak terbatas, baik jasa maupun barang.
Beberapa jenis permintaan yang biasanya paling umum dijumpai adalah sebagai berikut :
Permintaan efektif merupakan permintaan berdasarkan daya beli yang mana jenis ini berfokus pada daya beli maksimal yang biasanya cenderung dilakukan oleh konsumen dengan pendapatan yang relatif tinggi.
Permintaan absolut merupakan permintaan dari seorang konsumen agar bisa mendapatkan barang kebutuhan dengan daya beli yang relatif rendah, dan biasanya dilakukan oleh konsumen yang memiliki pendapatan yang bisa dikatakan pas – pasan.
Permintaan potensial ini merupakan kombinasi dari kedua jenis permintaan di atas. Biasanya dalam hal ini, masyarakat atau konsumen memiliki daya beli yang tinggi terhadap produk yang benar – benar dibutuhkan, akan tetapi merasa bimbang dalam mempertimbangkan keputusan untuk membeli.
Ketiga jenis permintaan di atas merupakan permintaan berdasarkan daya beli. Di sisi lain, ada juga permintaan berdasarkan jumlahj pelaku yang biasanya mudah dideteksi. Kita bisa melihat dari seberapa banyak jumlah konsumen yang melakukan permintaan, apakah individu atau kelompok.
Setiap pelaku usaha mestinya mengetahui bagaimana hukum permintaan. Bunyi hukum permintaan adalah sebagai berikut :
“Ketika permintaan barang meningkat, harga suatu barang rendah, jumlah barang yang diminta oleh konsumen akan meningkat. Sedangkan ketika permintaan akan suatu barang menurun, harga barang naik, maka jumlah barang yang diinginkan konsumen akan menurun.”
Adapun bunyi hukum penawaran yang menjadi pelengkap hukum permintaan, seperti sebagai berikut :
“Ketika penawaran barang meningkat, maka harga barang akan semakin tinggi. sedangkan saat penawaran barang menurun, maka barang yang ditawarkan menjadi rendah.”
Fungsi permintaan menggambarkan bahwa harga suatu produk dengan jumlah produk yang diminta selalu berbanding terbalik. Misalnya jika ada suatu toko yang mengadakan flash sale, maka konsumen akan memesan barang dalam jumlah yang tinggi.
Dalam contoh matematisnya, jika suatu barang memiliki harga Rp. 750,00 memiliki jumlah permintaan sebanyak 50 barang. Sedangkan saat harga berubah menjadi Rp. 400,00, jumlah permintaan dapat mencapai 120 barang.
Beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan di dalam suatu hukum permintaan antara lain sebagai berikut :
Permintaan konsumen terhadap barang sangat tergantung dengan sifat komoditas. Perubahan harga yang terjadi pada setiap komoditas sangat berpengaruh terhadap permintaan konsumen. Sedikit perubahan sekalipun akan sangat berdampak bagi banyaknya permintaan barang.
Adanya ketersediaan bahan pengganti yang terdistribusi di pasar mempengaruhi harga dan permintaanpun menjadi elastis. Jika terdapat suatu barang dengan adanya barang pengganti yang memiliki harga lebih rendah, menyebabkan banyaknya permintaan akan barang tersebut.
Pendapatan yang dimiliki oleh setiap konsumen sangat berpengaruh terhadap permintaan dan daya beli masyarakat. Seringkali orang yang memiliki penghasilan tinggi dan juga rendah permintaannya tidak elastis, namun ketika memiliki penghasilan menengah justrus memiliki permintaan yang elastis.
Biasanya banyaknya permintaan juga dipengaruhi oleh jangka waktu. Misalnya ketika jangka waktu dari penawaran pendek, biasanya tidak elastis, begitu sebaliknya. Namun hal ini juga dipengaruhi oleh selera, preferensi, hingga kebiasaan konsumen yang bisa sewaktu – waktu berubah terutama dalam jangka panjang.
Hukum permintaan menyatakan bahwa semakin tinggi permintaannya, maka harganya akan semakin turun. Kurva permintaan memberikan gambaran akan pernyataan tersebut.
Di dalam kurva permintaan terdapat gradien yang bisa disebut juga dengan slope negatif. Yang mana arti dari slope itu sendiri merupakan kurva menurun dari kiri atas menuju kanan bawah. Hal tersebutlah yang menunjukkan hubungan timbal balik antara harga dengan permintaan.
Dan kondisi kurva yang menurun dari kiri menuju kanan bawah tersebutlah yang menandakan adanya kenaikturunan sebuah komoditas. Beberapa ciri utama dari kurva permintaan ditunjukkan dari beberapa poin seperti berikut :
Hukum permintaan dapat berubah dan bergerak sewaktu – waktu. Perubahan tersebut dikarenakan adanya perubahan harga barang serta adanya faktor selain (ceretis paribus) misalnya pendapatan konsumen dan selera pasar terhadap suatu barang.
Terdapat lima jenis elastisitas permintaan antara lain sebagai berikut :