Biologi

8 Jenis Semut yang Ada di Indonesia Beserta Gambarnya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Semut merupakan binatang avertebrata yang termasuk dalam filum Arhtropoda, kelas insecta, dan ordo Hymenoptera.  Diperkirakan ada 15.000 spesies semut yang tersebar di seluruh dunia, dimana sekitar 3700 nya ada di Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Dari sekian banyak spesies semut tersebut, ada beberapa jenis spesies semut yang  bisa kita jumpai di lingkungan sekitar kita. Keberadaan semut-semut tersebut adakalanya cukup mengganggu, bahkan ada yang bisa menimbulkan masalah kesehatan karena bakteri Salmonella yang dibawanya. Berikut adalah beberapa jenis semut yang ada di Indonesia beserta penjelasannya masing-masing.

1. Semut Firaun (Monomorium pharaonis)

Ciri fisik:

  • Ratu semutnya memiliki sayap dan berwarna merah tua dengan panjang tubuh sekitar 3,5 mm hingga 6 mm.
  • Semut betinanya berwarna hitam dan bersayap dengan panjang  kurang lebih 3 mm
  • Adapun semut pekerjanya berwarna kuning  dengan bagian perut berwarna coklat dengan panjang tubuh antara 1,5 mm sampai 2 mm.
  • Matanya berwarna hitam  dan terdapat  2 ruas kecil di bagian pedisel.

Siklus hidup:

  • Ratu semut firaun bisa memproduksi sampai dengan 3.500 telur dalam hidupnya.
  • Pada satu koloni semut, biasanya terdapat banyak ratu semut.
  • Musim kawin dari semut ini bisa terjadi sepanjang tahun.
  • Biasanya sayap semut akan hilang begitu mereka selesai kawin.

Kebiasaan semut ini adalah senang berkerumun atau berkoloni dalam jumlah mulai beberapa lusin hingga 300.000 ekor dalam satu koloni. Jenis makanan yang disukai adalah yang mengandung protein, seperti daging, atau serangga yang mati.

Semut firaun membuat sarangnya pada bagian dalam rongga bangunan yang cukup sulit terjangkau. Mereka juga lebih menyukai tempat yang lembap.

2. Semut Trotoar (Tetramorium caespitum)

Ciri fisik:

  • Memiliki warna coklat gelap hingga kehitaman
  • Panjang tubuhnya sekitar 3,175 mm
  • Mempunyai 6 kaki dan 2 simpul pada petiole
  • Toraks tidak rata

Siklus hidup:

  • Koloni semut trotoar memiliki banyak ratu
  • Semut trotoar sering terlihat pada musim panas
  • Musim kawin semut ini terjadi sepanjang tahun
  • Masa hidupnya dari mulai telur hingga dewasa adalah sekitar 6 sampai 8 minggu.

Semut trotoar memiliki kebiasaan memakan makanan yang biasa dikonsumsi manusia maupun hewan peliharaan. Semut ini paling sering beraksi pada malam hari. Mereka biasanya bersarang pada tempat-tempat lembab, seperti di bawah batu, kayu atau papan, dan di dekat sumber air.

3. Semut Api (Solenopsis spp)

ant Polyergus (gamergat)

Ciri fisik:

  • Ratu semut api memiliki ukuran panjang tubuh sekitar 15 mm.
  • Semut api pekerja memiliki ukuran panjang tubuh antara 3 mm hingga 12 mm
  • Semut api berwana coklat tembaga dengan bagian perutnya berwarna lebih gelap
  • Memiliki antena yang khas pada 2 segmen
  • Memiliki 2 simpul tangkai berbentuk daun pada bagian antara dada dan perut.

Siklus hidup:

  • Setelah kawin, ratu semut api akan mencari tempat untuk meletakkan telurnya. Ratu semut jenis ini dapat bertelur sampai 1.500 telur per hari.
  • Larva telur semut akan menetas dalam waktu 8 sampai 10 hari
  • Larva semut mendapatkan makanan dari sekresi kelenjar ludah sang ratu
  • Ratu akan menanggalkan sayap sampai semut pekerja pertama muncul dari larva tadi.
  • Setelah semut pekerja muncul dan ratu semut kembali ke peran awalnya untuk bertelur, sementara  semut pekerja melanjutkan manjaga larva yang tersisa, membangun sarang dan mencari makanan. 
  • Semut jantan yang subur akan bereproduksi kembali pada musim berikutnya dan mereka akan mati setelah melakukan proses kawin

Semut api menyukai makanan manis. Selain itu, mereka juga memakan makanan berprotein, seperti hewan mati. Semut api bersarang di gundukan tanah yang tingginya bisa mencapai 40 cm.

Semut api termasuk jenis semut yang agresif apabila merasa teracam. Mereka bisa menggigit dengan gigitan yang menimbulkan rasa sakit dan menyebabkan rasa seperti terbakar. Selain itu, semut api merupakan hama pertanian yang bisa merusak tanaman.

4. Semut Hitam (Ochetellus)

Ciri fisik:

  • Tubuhnya berwarna hitam mengkilat
  • Panjang tubuhnya adalah sekitar 2,5 mm sampai dengan 3 mm

Siklus hidup:

  • Larva menetas dari telur sebagai grub putih. Mereka diberi makan oleh semut dewasa. 
  • Larva menjadi pupates berwarna krem keputihan serta mirip dengan semut dewasa.
  • Lamanya siklus hidup semut hitam dari tahap telur sampai dewasa memakan  adalah sekitar 6 minggu atau lebih tergantung pada berbagai faktor seperti suhu dan ketersediaan makanan. 
  • Telur yang dibuahi akan menjadi semut betina, dan telur tanpa pembuahan akan menjadi semut jantan.

Semut hitam ini memiliki kebiasaan mencari makanan di dapur dan sampah. Keberadaannya terkadang cukup mengganggu, terlebih semut hitam bisa berpotensi untuk menjadi penyebar bakteri Salmonella.

5. Semut Hantu (Tapinoma melanocephalum)

Ciri fisik:

  • Tubuhnya berwarna gelap dan terang. Pada bagian bawah tubuhnya, yakni kaki dan perut, berwarna putih cenderung bening. Sementara bagian atas tubuh, yakni kepala dan toraks, berwarna gelap kehitaman.
  • Panjang tubuh semut hantu adalah sekitar 1,5 mm

Siklus hidup:

  • Semut hantu hidup berkoloni dan terus berkembang biak dengan banyak ratu semut di dalam koloninya.
  • Ratu semut hantu bersifat poligami dan akan terus kawin dengan semut jantan untuk menghasilkan telur.
  • Seekor ratu semut hitam bisa bertelur dalam jumlah besar yang menetas menjadi larva setelah 2 hingga 4 minggu.

Di dalam ruangan, semut hantu biasanya bersarang pada celah dinding, sementara di luar ruangan, mereka membuat sarang di sekitar tanah, di bawah kulit pohon, pot bunga, dan selainnya. Semut hitam menyukai daerah dengan kelembabab tinggi. Mereka juga sering ditemukan di dapur maupun kamar mandi. Makanan yang disukai semut hantu adalah makanan mengandung gula dan minyak.

6. Semut Bau (Tapinoma sessile)

Ciri fisik:

  • Tubuhnya berwarna hitam atau coklat
  • Ukuran tubuhnya sepanjang 1,5 mm hingga 3 mm
  • Antenanya memiliki 12 segmen
  • Mempunyai 6 kaki

Siklus hidup:

  • Membutuhkan waktu 34 – 38 hari untuk berkembang
  • Bisa hidup sampai beberapa tahun.

Semut bau hidup dalam koloni dengan jumlah antara 100 sampai dengan 10.000 ekor. Mereka biasa bersarang di luar ruangan dan akan masuk ke dalam rumah/ruangan untuk mencari makan. Semut bau menyukai tempat yag lembab.

Semut bau biasanya menyebar saat musim panas dan akan kembali ke sarang ketika musim dingin. Ciri khas semut ini adalah akan mengeluarkan bau bila diremas. Semut bau menyukai makanan yang biasa ada di rumah, terutama makanan-makanan manis, seperti buah, roti, permen, dan semisalnya.

7. Semut Tukang Kayu (Camponotus pennsylvanicus

Ciri fisik:

  • Mayoritas semut tukang kayu berwarna kehitaman dan ada juga yang berwarna kemerahan  atau hitam dan merah.
  • Semut pekerja panjangnya sekitar 6 mm.
  • Semut ratu panjangnya mencapai 12 mm.
  • Ditengah badannya terdapat sambungan yang memisahkan bagian antara toraks dan perut

Siklus hidup:

  • Untuk membentuk koloni besar dan stabil, semut tukang kayu membutuhkan waktu antara 3 hingga 6 tahun
  • Siklus hidup darii fase telur hingga dewasa adalah selama 6 sampai 12 minggu.

Semut tukang kayu pada umumnya mencari makanan di malam hari. Makanan yang mereka cari biasanya adalah cairan manis, minyak, lemak, dan daging. semut tukang kayu biasanya bersarang pada kayu, terutama pada kayu lembab seperti pada pohon.

8. Semut Gila Kuning (Anoplolepis gracilipes)

Ciri fisik:

  • Berwarna kuning dan bagian bawahnya berwarna hitam
  • Memiliki kaki panjang

Semut gila adalah semut rumahan yang tidak menyengat. Apabila merasa terganggu, semut gila akan bergerak ke segala arah. Semut gila bersarang di luar ruangan, seperti di bawah pot. Namun, mereka biasa masuk ke dalam rumah untuk mencari makanan Mereka biasa memakan berbagai jenis makanan terutama yang mengandung gula.