Seni

Keunikan Tari Serimpi

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Salah satu tari klasik yang sangat terkenal hingga kini adalah tari serimpi. Beberapa pendapat menyebutkan bahwa tari serimpi adalah salah satu tarian yang telah ada sejak jaman Mataram berkuasa di Pulau Jawa, tepatnya pada tahun 1613-1646.

Selain terkenal sebagai tarian dengan usia tertua, tari serimpi juga dikenal sebagai tarian yang memiliki tingkat kesakralan yang tinggi. Hal ini terbukti dari tari serimpi yang dulu hanya dipertunjukkan saat ada acara yang digelar di wilayah Keratonan saja.

Pada tahun 1700-an dimana Kerajaan Mataram terpecah menjadi dua (Yogyakarta dan Surakarta) tari serimpi terkena imbasnya. Sempat tenggelam beberapa saat usai perpecahan, namun pada tahun 1820-an tari serimpi ternyata telah masuk sebagai pelajaran murid-murid di Taman Siswa Yogyakarta.

Lakon cerita yang paling sering ditampilkan dalam pertunjukkan tari serimpi yaitu lakon Ramayana, Mahabaratha, Purwa, serta sejarah Jawa lainnya. Makna dari tari serimpi sendiri adalah gambaran watak yang dimiliki oleh perempuan Yogyakarta pada umumnya.

Para perempuan Yogya pada umumnya memiliki watak lemah lembut dan anggun. Sekalipun tari serimpi memiliki berbagai jenis kreasi dan dibawakan sesuai karakter cerita masing-masing, tarian ini masih memiliki daya pikat yang kuat bagi penikmatnya. Tari serimpi sendiri memiliki keunikan yang memang beda dari tari-tarian klasik lainnya, yaitu:

1. Jumlah Penari 4 orang

Penari pada tari serimpi berjumlah total empat orang. Tarian ini dibawakan oleh para penari dengan gerakan anggun dan lemah gemulai. Gerakan-gerakan tersebut menggambar budi pekerti, kesopanan, serta lemah lembut seorang perempuan bersuku Jawa.

Meskipun jumlah penarinya sedikit, tari serimpi tetap memberikan makna yang dalam didalam setiap gerakan yang dipentaskan.

2. Memiliki Kedudukan di Keraton

Sebagai tarian klasik yang terkenal suci dan sakral, tari serimpi memiliki kedudukan tersendiri di keraton. Mulai dari tari ini diciptakan hingga saat ini, tari serimpi memiliki posisi istimewa di kalangan keraton. Bahkan keisitmewaan tari ini hingga tidak dapat disandingkan dengan tarian klasik keraton lainnya.

3. Tarian Suci dan Sakral

Sebagai tari dengan tingkar kesucian dan kesakralan yang tinggi, tari serimpi memiliki citra tersendiri. Tari serimpi bahkan dilambangkan sebagai pusaka yang melambangkan kekuasaan raja. Dengan demikian tari serimpi semakin berkedudukan kuat di keratonan sebagai benda tak benda.

4. Penari yang Mementaskan Dipilih Ketat

Terkait dengan kesakralan yang dimiliki oleh tari serimpi, maka tari ini tidak boleh dibawakan oleh sembarang orang. Para penari yang ingin menarikan tari serimpi harus melalui serangkaian seleksi yang sangat ketat untuk membuktikan bahwa dirinya layak menjadi penari tari serimpi.

5. Tidak Butuh Sesajen

Sekalipun serimpi termasuk tari yang suci dan sakral, namun dalam pementasan tari ini tidak memerlukan sesajen seperti pertunjukkan tari klasik lainnya. Sesajen sendiri di keraton biasanya dihadirkan pada acara ataupun momen tertentu saja.

6. Memiliki Berbagai Ragam Jenis

Dengan adanya perpecayan kerajaan Mataram menjadi dua wilayah, yaitu Yogyakarta dan Surakarta maka tari serimpi pun terdampak hal tersebut. Tari serimpi akhirnya memiliki banyak variasi dan kreasi dengan adanya perpecahan tersebut. Hal ini membuat tari serimpi dapat dikenalkan pada masyarakat luas.

Perkembangan di Luar Keraton

Tari serimpi termasuk salah satu tari yang sekalipun disakralkan tetapi juga dikembangkan di luar wilayah keraton. Contohnya saja di Desa Ngadireso, Poncokusuma, Malang, Jawa Timur. Di daerah ini tari serimpi dikreasikan dengan dibawakan oleh lima orang penari.

Tujuan dari pementasan tari serimpi ini pun jauh berbeda dengan asalnya. Tari serimpi di Malang ditujukan untuk membersihkan diri dari segala petaka yang mengincar serta dipercaya dapat mengilangkan nasib buruk.

Selain keunikan di atas, tari serimpi juga memiliki keunikan dalam busana dan propertinya. Terkhusus busana biasanya penari akan tampil cantik dengan hiasan khas Jawa. Biasanya para penari tari serimpi dari Yogyakarta akan berdandan layaknya calon pengantin suku Jawa.

Properti lainnya seperti rambut yang diikat kemudian dihiasi dengan bunga serta hiasan berupa bulu burung kasuari. Tidak lupa untuk mempertegas gerakan penari tari srimpi mengenakan selendang yang diikat pada pinggang atau perut penari serta keris yang diselipkan menyilang ke kiri.

Keunikan lainnya terletak pada alat musik yang mengiringnya. Alat musik yang mengiringi tari serimpi adalah alat musik khas Jawa. Para penari akan diiringi oleh gamelan Jawa.