Sosiologi

3 Konsep Kesetaraan Beserta Penjelasannya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Menjadi setara tidak berarti bahwa orang harus sama. Kesetaraan gender tidak berarti bahwa pria dan wanita menjadi sama. Melalui kesetaraan tidak ada jenis kelamin yang lain. Kesetaraan antar ras tidak berarti semua orang harus dari ras yang sama.

Dengan kesetaraan itu, tidak ada ras yang diuntungkan atas ras yang lain. Seharusnya tidak ada keuntungan atau kerugian sosial yang langsung, misalnya, karena seseorang memiliki warna rambut, tinggi, warna kulit berat yang berbeda.

Dalam sebuah masyarakat modern, konsep kesetaraan yang radikal dibutuhkan. Kesetaraan di mata hukum atau dalam pelaksanaan hak-hak sipil tidaklah cukup. Kesetaraan berarti kebebasan dari prasangka dan diskriminasi.

Perwujudan kesetaraan merupakan penghargaan terhadap martabat individu. Memang ada hubungan antara kesetaraan dan kesamaan, karena orang yang setara akan diperlakukan dengan cara yang sama jika mereka berada dalam situasi yang sama.

Ada tiga konsep kesetaraan yang berbeda. Ketiga konsep itu adalah sebagai berikut.

  1. Kesetaraan kesempatan. Penganut konsep kesetaraan kesempatan berpandangan bahwa akses ke semua posisi sosial harus diatur oleh kriteria universal. Berdasarkan kriteria ini, posisi sosial harus terbuka untuk semua atas dasar kepantasan dan bukan karena kelahiran atau latar belakang sosial.
  2. Kesetaraan sejak awal. Para pendukung konsep ini berpandangan bahwa kesetaraan kesempatan masuk akal hanya jika orang keluar dari posisi yang sama. Mereka berpendapat bahwa kompetsi yang adil dan setara masyarakat bahwa semua orang harus bersal dari garis start yang sama.
  3. Kesetaraan hasil. Para penganut kesetaraan hasil berpandangan bahwa semua orang harus menikmati standar hidup dan peluang kehidupan yang setara.

Dari ketiga konsep tersebut, setiap orang berhak untuk memilih keyakinan dalam meyakini setiap konsep kesetaraannya.