Edukasi

Mengapa Terjadi Siang dan Malam?

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Bumi sebagai tempat tinggal kita mengalami perputaran pada porosnya dari arah barat ke timur yang disebut dengan rotasi bumi. Rotasi bumi membutuhkan waktu selama 23 jam 56 menit 4 detik atau sama dengan satu hari lamanya. Dengan adanya gravitasi, manusia tidak bisa merasakan rotasi bumi secara langsung, sehingga tidak akan terasa.

Akibat dari rotasi bumi inilah, kita akhirnya mengenal yang namanya pergantian siang dan malam. Dalam satu hari, makhluk hidup yang tinggal di bumi akan mengalami waktu malam dan siang. Pada siang hari, matahari akan bersinar terang menerangi bumi dan pada malam hari hanya akan terlihat langit yang gelap dan hanya ada cahaya bintang dan bulan.

Proses terjadinya siang dan malam kerap kali menyebabkan beberapa orang berpikir jika mataharilah yang bergerak mengelilingi bumi. Sehingga, terdapat istilah matahari terbit dan matahari terbenam. Bumi adalah planet berbentuk bulat yang bergerak dengan 2 cara, yaitu berotasi dan berevolusi.

Bumi selalu mengalami putaran dimana salah satu sisinya akan menghadap Matahari dan satunya akan membelakangi Matahari. Pergerakan bumi menyebabkan terjadinya proses terjadinya siang dan malam setiap harinya.

Penyebab Terjadinya Siang dan Malam 

Penyebab siang dan malam terjadi karena Bumi mengalami perputaran yang disebut dengan rotasi sebab secara ilmiah, Bumi adalah planet yang berbentuk bulat. Bumi selalu bergerak dengan berotasi dan berevolusi. Rotasi Bumi merupakan sebuah perputaran bumi pada porosnya. Sedangkan, evolusi adalah suatu proses dimana Bumi akan mengelilingi Matahari. 

Bumi biasanya akan membutuhkan waktu kurang lebih 24 jam untuk menyelesaikan proses perputaran pada porosnya yang disebut dengan rotasi bumi. Salah satu akibat dari adanya rotasi Bumi yaitu terjadinya siang dan malam karena permukaan Bumi akan bergiliran dalam menerima sinar Matahari.

Oleh karena itulah, kita mengenal istilah Matahari terbit dan terbenam yang sebenarnya pergerakan Bumi lah yang menyebabkan terjadinya siang dan malam.

Proses Terjadinya Siang dan Malam

Selama berotasi terdapat sisi Bumi yang menghadap ke Matahari dan membelakangi Matahari yang selalu saja bergantian setaiap waktunya. Sisi yang berhadapan dengan Matahari tersebut akan mengalami perubahan waktu menjadi siang hari.

Kemudian, untuk sisi yang tidak terkena oleh sinar Matahari tersebut akan mengalami malam hari. Sebagai informasi yang dapat menambah pengetahuan, fenomena Matahari terbit di timur dan tenggelam di barat juga disebabkan karena adanya perputaran Bumi. 

Bumi lah yang bergerak ke arah timur dan menuju ke barat ketika Matahari tampak terbenam, sehingga bukan lah matahari yang bergerak dari timur ke barat.  Durasi siang dan malam di seluruh belahan Bumi ternyata memiliki perbedaan di setiap wilayah.

Bagi penduduk yang tinggal di ekuator Bumi panjang siang dan malam hampir sama, yakni dengan rata-rata 12 jam begitu juga dengan wilayah lainnya per hari. Namun, ada lokasi-lokasi tertentu yang mengalami siang atau malam hari lebih lama, contohnya saja Finlandia yang bisa mengalami siang selama 73 hari ketika musim panas. 

Hal tersebut terjadi karena adanya poros Bumi yang tidak tegak lurus dengan poros Bumi yang memiliki kemiringan 23,5º. Sudut kemiringan tersebut dapat dihitung dari perpotongan pada bidang ekuatorial Bumi dan bidang orbit Bumi yang menghadap Matahari. Kemiringan poros Bumi tersebut juga memberikan sebuah pengaruh pada musim di Bumi yang menyebabkan perubahan musim panas, dingin, gugur, dan semi.

Dampak Rotasi Bumi

  • Terjadinya Siang dan Malam

Rotasi bumi yang terjadi dapat mengakibatkan terjadinya siang dan malam yang terjadi karena adanya dua bagian bumi. Sebagian wilayah bumi akan menghadap matahari dan sebagian lagi akan membelakangi matahari. Bagian yang menghadap matahari tersebut yang mengalami waktu siang, sedangkan bagian yang membelakangi matahari itu akan mengalami waktu malam.

  • Gerak Semu Harian Matahari

Sebenarnya, bumi mengelilingi matahari yang menjadi pusat tata surya yang dikelilingi oleh berbagai planet-planet di dalam orbitnya, termasuk bumi. Peristiwa tersebut disebut sebagai gerak semu harian matahari dan menyebabkan rotasi bumi yang membuat matahari seolah-olah mengelilingi bumi.

Matahari menjadi salah satu bintang yang menghasilkan energi atau cahaya sendiri. Matahari ternyata juga bergerak mengelilingi sebuah lubang hitam yang berada di pusat galaksi Bima Sakti.

  • Perbedaan Waktu

Rotasi bumi juga akan berpengaruh pada perbedaan waktu di bagian-bagian bumi, sehingga terdapat 24 daerah waktu yang ada di bumi. Pusat waktu berada di kota Greenwich, Inggris yang terletak pada bujur 0⁰ dan pada setiap selisih bujur 15⁰ terdapat perbedaan waktu yang mengalami selisih satu jam.

  • Perbedaan Percepatan Gravitasi Bumi

Rotasi bumi akan mengakibatkan gerakan yang arahnya menjauhi pusat, sehingga sebagai akibatnya bumi menjadi tidak bulat secara sempurna. Terdapat bentuk yang tidak baku di kedua kutubnya dan menggelembung pada garis khatulistiwa.

Sehingga, diameter kutub bumi lebih kecil daripada diameter khatulistiwa yang berakibat pada percepatan gravitasi di daerah kutub yang lebih besar dibandingkan pada sekitar garis khatulistiwa.

  • Pembelokan Arah Arus Laut

Angin akan mengakibatkan terjadinya arus laut dan pada belahan bumi selatan, arah arus laut berbelok searah perputaran jarum jam. Sedangkan pada belahan bumi bagian utara, arah arus laut akan berbelok berlawanan dengan arah putaran jarum jam. Gerak pembelokan arah angin dan pembelokan arus laut akibat dari rotasi bumi ini disebut dengan efek Coriolis.