Sosiologi

11 Cara Mengatasi Konflik Antar Kelompok

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Dalam kehidupan sehari-hari ada saja konflik yang terjadi. Tidak hanya terjadi pada antar individu saja melainkan juga dengan kelompok. Setiap ada permasalahan atau konflik seharusnya bisa diselesaikan dengan cara yang baik-baik, tidak ada kekerasan yang menimbulkan kerugian.

Apakah sudah tahu dengan cara-cara mengatasi konflik antar kelompok? Pada pembahasan kali ini akan mengulik mengenai cara mengatasi konflik antar kelompok, di antaranya sebagai berikut:

  • Berdikusi Secara Terbuka

Penanganan konflik antar kelompok yang perlu dilakukan adalah melakukan diskusi, sangat disarankan dilakukan diskusi terbuka agar tidak terjadi kesalahpahaman antar kelompok.

Solusi pertama ini wajib untuk dicoba apabila mulai muncul permasalahan antar kelompok. Ingat dalam berdiskusi harus menggunakan kepala yang dingin agar tidak ada perselisihan lebih parah lagi di dalamnya.

Pastikan ketika berdiskusi secara terbuka memilih tempat yang aman dan nyaman. Dengan keamanan dan kenyamanan tentu orang-orang bisa menyampaikan argumen masing-masing atas permasalahan yang terjadi diantara kelompok.

Usahakan setiap orang yang ada di dalam diskusi terbuka menggunakan bahasa santun atau tidak menyinggung orang lain, diskusi ini akan dianggap dengan diskusi bersama saudara masing-masing.

  • Mengedepankan Hubungan Baik

Hal yang harus dilakukan ketika ada konflik yaitu mementingkan hubungan baik antar kelompok. Prioritaskan hal tersebut agar perpecahan akibat konflik tidak terlalu besar.

Saat pikiran semua orang mementingkan hubungan baik kedepannya, tentu konflik antar kelompok bisa terselesaikan tanpa ada kekerasan.

  • Usahakan untuk Menjadi Pendengar yang Baik

Salah satu cara mengatasi konflik antar kelompok adalah masing-masing individu harus menjadi pendengar terbaik. Jangan sampai ada selaan atau memotong pembicaraan ketika seseorang berbicara mengenai argumennya.

Setidaknya semua orang harus bisa memberikan kesempatan atau peluang kepada orang yang ingin menyatakan argumennya atas suatu konflik.

Biasanya ada salah satu orang ketika ada konflik ingin selalu bicara banyak, tanpa mempedulikan orang-orang disekitar. Hal ini harus diperhatikan dan diberikan batasan waktu.

  • Jangan Menyudutkan Beberapa Kelompok

Dalam beragumentasi, usahakan untuk tidak menyudutkan beberapa kelompok. Bukannya permasalahan selesai yang ada menambah keributan tersendiri.

Jangan selalu beranggapan bahwasannya orang yang terlihat ngotot saat menjelaskan argumennya adalah salah. Maka dari itu, posisikan diri untuk bersikap tenang ketika berdiskusi bersama antar kelompok.

  • Gunakan Mediator yang Netral

Apabila ingin masalah antar kelompok cepat selesai, saat berdiskusi usahakan untuk menggunakan mediator. Mediator yang mana memiliki sifat netral, agar tidak memihak kelompok manapun.

Apa saja tugas mediator dalam diskusi? Mediator di dalam diskusi ini mempunyai tugas diantaranya yaitu mendengarkan berbagai macam argumentasi.

Setidaknya mediator ini memiliki pandangan yang objektif atas konflik antar kelompok. Mediator dapat mengambil garis fakta dibandingkan dengan opini-opini yang ada.

  • Mengedepankan Sikap Proaktif

Setiap kelompok harus mengedepankan sikap proaktif ketika berdiskusi dalam penyelesaian suatu konflik. Tidak ada salahnya apabila masing-masing anggota kelompok dituntut aktif dalam menyampaikan argumentasi dihadapan semua orang.

Dengan aktif berdiskusi, tentu ada titik terang penyelesaian konflik yang terjadi antar kelompok.

  • Memahami Keinginan Orang-orang

Dalam berdiskusi masing-masing orang harus memahami keinginan satu sama lain. Jangan sampai ego memenuhi segalanya.

Masing-masing keinginan yang ada bisa digabungkan dan dicari titik tengahnya. Tetaplah untuk bertindak netral agar semua orang bisa mendapatkan kesempatannya masing-masing.

Cara lainnya yang bisa digunakan untuk mengatasi konflik antar kelompok adalah melakukan negosiasi untuk saat ini, apabila semua keinginan telah terkumpul.

Dengan negosiasi dapat mempermudah pemenuhan segala keinginan masing-masing kelompok, bisa dikatakan sebagai solusi alternatif. Adanya negosiasi sebenarnya bisa mempermudah, terutama mengetahui letak sumber konflik antar kelompok.

  • Menyampaikan Pesan secara Tepat

Dalam berdiskusi yang menyatukan berbagai macam kelompok, masing-masing orang diberikan kesempatan untuk menyampaikan argumentasi.

Namun, harus diketahui bahwasannya dalam menyampaikan pesan harus memiliki sasaran yang tepat. Apabila tidak tepat dan blunder pada satu waktu tentu menimbulkan kesalahpahaman. Tidak semua orang bisa memahami apa yang disampaikan oleh orang lain. Bayangkan, apabila ada salah satu orang yang salah paham tentu akan marah besar.

Bukannya tenang, kesalahpahaman ini menyebabkan kekacauan antar kelompok. Semua orang tidak ingin hal ini terjadi.

  • Menghargai Pendapat Orang Lain

Adab yang paling penting dalam berdiskusi memecahkan permasalahan antar kelompok adalah menghargai pendapat orang lain. Mengingat saat ini, ada banyak orang yang tidak menghargai sebuah pendapat.

Berbagai macam sudut pandang sangatlah baik dalam mengatasi konflik antar kelompok. Dengan begini juga, masing-masing orang bisa mengetahi jalan pikiran orang lain.

Ada hal yang harus diketahui, apabila kelompok orang bisa menghargai pendapat orang lain tentu orang lain akan menghargai berbagai macam pendapat yang disampaikan.

Hal yang harus diperhatikan dalam mengatasi kelompok adalah melakukan evaluasi. Evaluasi sangat penting untuk mengatasi konflik antar kelompok.

Setidaknya masing-masing kelompok harus mempunyai rencana agar tidak ada konflik selanjutnya. Dengan begitu, ada antisipasi yang pas agar tidak terlalu berlarut dalam konflik. Konflik yang mana mengakibatkan perpecahan.

Itulah cara-cara mengatasi konflik antar kelompok. Tanpa adanya perpecahan akibat konflik semua orang atau anggota akan merasa aman dimanapun berada.