Bahasa Indonesia

3 Perbedaan Fenomenologi dan Studi Kasus yang Perlu dipahami

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Fenomenologi dan studi kasus adalah dua kata memang lekat hubungannya dalam dunia penelitian. Penelitian terhadap suatu hal tentunya seharusnya memerlukan cara untuk menunjang penelitian tersebut. Fenomenologi dan studi kasus masuk dalam langkah-langkah untuk mencapai kesuksesan dalam penelitian. Kata studi kasus sudah melanglang buana di kalangan telinga publik, terutama bagi pelajar, mahasiswa, dan juga peneliti. Studi kasus memang digunakan ketika hendak melakukan sebuah penelitian. Selain studi kasus, langkah lainnya digunakan dalam hal penelitian yaitu fenomenologi.

Fenomenologi dan studi kasus memang menjadi jalan demi mencapai tujuan sebuah penelitian. Kedua hal ini faktanya bagai pinang dibelah dua. Sama-sama dapat digunakan sebagai jalan bagi penelitian, fenomenologi dan studi kasus memiliki cara pandang berbeda terhadap hasil penelitian. Secara umum, fenomenologi memiliki makna suatu hal dan dikaitkan serta berhubungan dengan manusia. Penelitian fenomenologi memberikan gambaran mengenai fenomena dan atau peristiwa/kejadian serta dialami oleh berbagai pandangan.

Hasil penerapan fenomenologi juga memberikan informasi dan cara pandang berbeda masing-masing individu terhadap suatu fenomena/kejadian. Jadi, penelitian memfokuskan pada cara pandang dan pengalaman berbagai individu terhadap peristiwa/kejadian. Jika fenomenologi digambarkan secara singkat, studi kasus menggambarkan suasana ke arah lebih kompleks. Studi kasus diterapkan memberikan gambaran hasil penelitian lebih utuh dan detail. Jadi, penelitian studi kasus mengorek secara detail dan mendalam sebuah fenomena atau kejadian serta peristiwa di kalangan umum.

Fenomenologi dan studi kasus memang bak anak kembar. Meski demikian, kedua kata ini memiliki perbedaan mendasar.

  1. Dari segi waktu, fenomenologi biasanya tidak membutuhkan waktu panjang dalam penelitian. Hal ini disebabkan oleh hasil penelitian berdasarkan pengalaman berbagai individu. Selain itu, proses penelitian juga dilakukan dengan melakukan interview terhadap kehidupan berbagai kalangan individu. Studi kasus dilakukan biasanya memakan waktu cukup panjang. Hal ini disebabkan karena hasil studi kasus memberikan informasi secara lebih detail dan mendalam. Proses studi kasus juga harus memuat fakta-fakta sebagai penunjang hasil penelitian suatu objek.  
  2. Dari segi hasil penelitian, fenomenologi memberikan gambaran mengenai suatu informasi dan cara pandang berbagai kalangan individu terhadap suatu objek atau peristiwa. Hasil penelitian ini juga memberikan informasi mengenai pengalaman berbagai kalangan individu terhadap objek atau peristiwa tersebut. Hasil studi kasus memberikan informasi suatu objek secara mendalam. Artinya, hasil tidak hanya mengandung sisi subjektif, melainkan sisi lebih dalam dan kompleks, seperti memuat hasil pencarian fakta atau wawancara.
  3. Dari segi subjek penelitian, fenomenologi terarah kepada sasaran berbagai kalangan individu. Artinya, berbagai kalangan individu berperan sebagai narasumber berbagi pengalamannya dan cara pandangnya dengan peneliti terhadap suatu objek. Jadi, hasil penelitian memancarkan berbagai pandangan sesuai pengalaman masing-masing. Studi kasus terarah kepada satu subjek atau kejadian. Subjek dalam studi kasus hanya melibatkan satu subjek dan digali secara mendalam. Jadi, hasil memuat informasi dan fakta-fakta mengenai subjek atau satu kejadian tertentu.