Kimia

Pipet Ukur: Arti, Fungsi, Cara Menggunakan & Merawatnya

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Laboratorium yang merupakan tempat penelitian ilmiah, tentunya membutuhkan berbagai peralatan untuk digunakan dalam penelitian. Semakin banyak dan semakin lengkap peralatan yang tersedia di suatu laboratorium, akan semakin banyak pula jenis penelitian yang dapat dilakukan.

Hal ini akan sangat memudahkan para peneliti dalam meneliti sesuatu. Sehingga perkembangan penelitian akan meningkat dan memberi sumbangsih terhadap ilmu pengetahuan dan juga terhadap masyarakat.

Salah satu alat yang biasa terdapat di laboratorium adalah pipet ukur. Pengertian, ukuran, fungsi, cara menggunakan dan cara merawat pipet ukur akan dijelaskan dalam artikel ini. 

Apa itu Pipet Ukur?

Pipet ukur adalah alat laboratorium yang pada umumnya digunakan untuk memindahkan cairan atau larutan sampel dari wadah yang satu ke wadah yang lain. Alat ini terbuat dari bahan gelas/kaca atau plastik dengan bentuk silinder. Klasifikasainya sebagai alat laboratorium masuk ke kategori alat laboratorium volumetrik. 

Pipet ukur terdiri dari berbagai macam ukuran. Ukuran volume pipet ukur mulai dari 0,5 ml hingga 100 ml. Sehingga pada saat penggunaannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan volume sampel yang diteliti.

Ada dua jenis pipet ukur, yaitu:

  1. Pipet Serologi

Pipet serologi merupakan pipet yang harus sepenuhnya dikosongkan terlebih dahulu cairan yang di dalamnya sebelum pipet ini digunakan.

  1. Pipet Mohr

Pipet mohr adalah pipet yang hanya perlu untuk dikosongkan sebagian saja cairan di dalamnya, yaitu sampai tanda kalibrasi terendah. Ini dikarenakan cairan yang tersisa di dalamnya tidak termasuk sebagai bagian dari volume yang diinginkan.

Ukuran Pipet Ukur

Terdapatnya beberapa ukuran volume dari pipet ukur, membuatnya dibedakan dengan berbagai kode warna. Hal ini tentunya sangat membantu peneliti atau petugas laboratorium agar meminimalisir kesalahan pengambilan alat saat akan menggunakannya. Dengan perbedaan warna, akan lebih cepat menemukan pipet ukur dengan volume yang tepat sesuai dengan yang saat itu dibutuhkan.

Berikut ini beberapa ukuran volume dan kode warna pipet ukur:

  • Warna kuning, untuk pipet ukur volume 1 ml dengan skala terkecil 0.01 ml
  • Warna hitam, untuk pipet ukur volume 2 ml dengan skala terkecil 0.02 ml
  • Warna merah, untuk pipet ukur volume 5 ml dengan skala terkecil 0.05 ml
  • Warna orange, untuk pipet ukur volume 10 ml dengan skala terkecil 0.1 ml
  • Warna putih, untuk pipet ukur volume 25 ml dengan skala terkecil 0.1 ml

Fungsi Pipet Ukur

Di laboratorium pipet ukur memiliki beberapa fungsi, di antaranya sebagai berikut:

  1. Mengukur dan Memindahkan Larutan Sampel

Fungsi utama pipet ukur adalah mengukur dan memindahkan larutan atau cairan suatu sampel penelitian di laboratorium. Dalam sebuah penelitian, seringkali diperlukan untuk memindahkan larutan sampel dari wadah yang satu ke wadah yang lainnya. Maka larutan yang sudah volume diukur dengan pipet ukur dapat langsung dipindahkan ke wadah yang ditentukan.

  1. Mengambil Larutan Sampel yang Pekat

Larutan sampel yang pekat apabila diambil dengan gelas kimia atau beker sangat beresiko ketika menuangkan atau mencampurkannya.  Maka dari itu, pipet ukur biasanya akan digunakan untuk mengambil larutan sampel pekat tersebut.

  1. Memindahkan Larutan Sampel yang Pekat

Selain digunakan untuk mengambil larutan sampel, pipet ukur juga biasa digunakan untuk memindahkan larutan sampel tersebut. Larutan sampel yang diambil dan menggunakan pipet ukur, kemudian dipindahkan ke wadah lain tanpa perlu menggunakan alat lain lagi.

  1. Mengukur Larutan Sampel Lebih Tepat dan Akurat

Pipet ukur, terutama yang berukuran kecil, menghasilkan pengukuran larutan dengan lebih tepat. Sedangkan untuk pipet ukur yang memiliki ukuran lebih besar, dapat digunakan mengukur volume larutan ketika keakuratannya tidak terlalu diperlukan. Oleh karenanya pipet ukur dibuat dengan ukuran yang berbeda-beda.

Cara Menggunakan Pipet Ukur

Adapun cara menggunakan pipet ukur dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah di bawah ini:

  1. Langkah pertama, bersihkan pipet ukur menggunakan air atau larutan pembersih.
  2. Lalu bilas dengan air bersih atau Aquades.
  3. Kemudian keringkan pipet ukur yang sudah dicuci dengan kertas saring atau tissue.
  4. Pastikan ukuran volume pipet ukur yang akan digunakan sesuai dengan volume larutan sampel yang akan diukur.
  5. Selanjutnya pasang alat hisap seperti pompa atau pipet filler (Rubber bulb) pada ujung pipet ukur.
  6. Kemudian masukkan ujung pipet ukur ke dalam larutan sampel yang akan diukur, tekan alat hisap hingga larutan mencapai (meniskus) garis ukur yang terdapat pada pipet.
  7. Biarkan larutan mengalir secara perlahan hingga mencapai garis ukur yang ditandai pada pipet ukur.
  8. Berikutnya angkat pipet ukur perlahan-lahan, tahan pada posisi yang stabil selama beberapa detik dan pastikan volume larutan sampel sudah tepat.
  9. Tuangkan larutan sampel ke dalam wadah lain dengan perlahan, sampai larutan habis dan tidak tersisa lagi larutan yang menetes di ujung pipet.
  10. Terakhir, bersihkan pipet ukur ketika selesai digunakan dengan cara yang sama sebagaimana pada langkah pertama.

Cara Merawat Pipet Ukur

Pipet ukur perlu dilakukan perawatan dengan tepat supaya harus pengukurannya akuran tetap akurat dan alat awet. Perawatan pipet ukur ini sebenarnya tidak terlalu rumit. 

Berikut ini cara merawat pipet ukur dengan baik:

  1. Bersihkan Pipet Ukur secara Berkala

Setelah pipet ukur selesai digunakan, bilas dengan air atau larutan pembersih. Selanjutnya bilas dengan air bersih, lalu keringkan menggunakan kertas saring atau tissue. Agar terhindar dari kontaminasi, pipet ukur harus dibersihkan baik bagian dalam maupun bagian luarnya secara menyeluruh.

  1. Simpan Pipet Ukur dengan Benar

Simpanlah pipet ukur di tempat yang bersih, kering, serta terhindar dari debu. Jika akan disimpan dalam dalam waktu yang cukup lama, simpan pipet ukur di lemari laboratorium.

Jangan simpan pipet ukur secara berjejer, supaya tidak terjadi kerusakan pada bagian ujung pipet.

  1. Pastikan Tidak Ada Larutan yang Mengering di Ujung Pipet Ukur

Ujung pipet ukur harus segera dibilas dengan air bersih setelah digunakan. Sebab apabila ada sisa larutan yang mengering dapat membuat pipet tersumbat, hal ini akan berpengaruh terhadap akurasi pengukuran.

  1. Kalibrasi Pipet Ukur secara Teratur

Setiap beberapa bulan, pipet ukur perlu dikalibrasi agar keakuratan hasil pengukurannya terjaga. Kalibrasi dilakukan dengan cara membandingkan volume larutan yang diukur pipet, dengan volume larutan yang sebenarnya.

  1. Hindari Menggunakan Pipet Ukur untuk Larutan yang Tidak Sesuai

Gunakan pipet ukur hanya untuk jenis larutan yang sesuai dengan bahan kimia, supaya terhindar dari kerusakan pada pipet. Sebab pipet yang rusak dapat mengakibatkan ketidakakuratan hasil pengukuran.