Biologi

Proses Penyerbukan pada Bunga Kamboja yang Menarik untuk disimak

√ Edu Passed Pass education quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Tanaman kamboja yang termasuk dalam marga Plumeria merupakan salah satu tanaman anggota suku apocynaceae (suku getah-getahan) (Perdana et al., 2013). Tanaman ini sering dimanfaatkan sebagai tanaman hias di pekarangan rumah, perkantoran, taman kota maupun ditanam di pinggir jalan.

Perbanyakan tanaman kamboja dapat menggunakan biji, namun karena rendahnya kemampuan tanaman ini menghasilkan buah dan biji, maka masyarakat lebih sering menggunakan teknik stek batang dan menyambung.

Salah satu penyebab rendahnya kemampuan suatu tanaman menghasilkan biji adalah sterilitas gamet jantan (Bhojwani dan Bhatnagar, 1999) dan posisi organ reproduksi (putik dan benang sari) yang tidak mendukung terjadinya proses penyerbukan dan pembuahan (Tjitrosoepomo, 2005).

Pengetahuan mengenai viabilitas serbuk sari tanaman kamboja sangat diperlukan untuk menunjang keberhasilan proses penyerbukan dan persilangan tanaman. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan tersebut adalah ketersediaan serbuk sari yang mendukung baik secara kualitas maupun kuantitas.

Menurut Perveen (2007), suhu dan kelembaban merupakan faktor utama dalam mempengaruhi perilaku dan viabilitas serbuk sari. Selain viabilitas serbuk sari yang sangat rendah, posisi benang sari dan putik yang terletak di bagian dasar tabung menyulitkan terjadinya proses penyerbukan (polinasi) baik secara sendiri (autogami) maupun penyerbukan dengan perantara.

Benang sari terletak di bagian dasar dalam dari tabung corolla (Farooque et al., 2012). Struktur tangkai putik yang berukuran pendek dengan dasar bunga yang menonjol sehingga menutupi bagian tabung kelopak (Little, 2006).

Benang sari sebagian berlekatan dengan buluh mahkota yang tersusun berseling dengan tajuk mahkota. Kepala sari panjang berbentuk anak panah dengan penghubung ruang sari yang runcing (Tjitrosoepomo, 2013).